Jateng

Makna Nama-nama Daerah di Kota Semarang: Jejak Sejarah Sunan Kalijaga di Kota Atlas

Theo Adi Pratama | 28 Februari 2024, 13:00 WIB
Makna Nama-nama Daerah di Kota Semarang: Jejak Sejarah Sunan Kalijaga di Kota Atlas

AKURAT.CO Sejarah, Dalam perjalanan sejarahnya, setiap nama memiliki makna yang mendalam.

Hal ini pun terwujud dalam nama-nama daerah di Kota Semarang, yang menggambarkan jejak perjalanan Sunan Kalijaga dalam pembangunan Masjid Demak.

Jeneng iku neges, demikian ungkapan dalam bahasa Jawa yang menunjukkan pentingnya makna di balik sebuah nama.

Begitu pula dengan nama-nama seperti Tinjomoyo, Kaligarang, Jatingaleh, Kali Pancur, hingga Goa Kreo yang melambangkan kisah-kisah bersejarah.

Baca Juga: Jejak Sejarah Kota Medan: Dari Kampung Tanah Jajahan Belanda hingga Menjadi Kota Modern yang Terus Berkembang

Menurut Kepala Seksi Sejarah dan Budaya Kota Semarang, Harryadi Dwi Prasetyo, nama-nama tersebut tak lepas dari peran Sunan Kalijaga, salah satu dari Wali Sanga yang turut menyebarkan agama Islam di Nusantara.

Perjalanan Sunan Kalijaga dalam upaya pendirian Masjid Demak membentang dari Jati Ngaleh hingga Goa Kreo.

Diceritakan bahwa saat mencari kayu jati untuk tiang utama masjid, Sunan Kalijaga dan rombongan menemukan pohon jati di sebuah tempat yang kini dikenal sebagai Jati Ngaleh.

Namun, pohon tersebut terus menghilang dari pandangan mereka.

Hal ini menginspirasi Sunan Kalijaga untuk memberi nama tempat tersebut Jati Ngaleh, yang bermakna "pohon jati yang tersembunyi".

Baca Juga: Mengungkap Misteri, Mitos dan Sejarah Sungai Serayu di Jawa Tengah: Jejak Legenda yang Membentang di Jawa

Begitu juga dengan peristiwa lainnya dalam perjalanan mencari kayu jati.

Dalam pencariannya, Sunan Kalijaga beristirahat di tepi sungai dengan menyalakan api unggun.

Tempat tersebut kemudian dinamai Kaligarang, mengingat saat itu mereka menggarangkan awak di sekitar api unggun.

Sementara itu, pencarian air untuk berwudhu mengantarkan Sunan Kalijaga dan rombongan ke Kali Pancur.

Di sinilah Sunan Kalijaga dengan mujizatnya berhasil membuat air mengalir dari tanah setelah menancapkan lidi.

Perjalanan Sunan Kalijaga juga melibatkan interaksi dengan empat ekor monyet yang membantu dalam mengangkat kayu jati yang terjepit.

Baca Juga: Mengungkap Sejarah Lengkap Perjalanan dan Masa Kejayaan Kerajaan Kalinyamat yang Terkenal

Sebagai penghormatan, Sunan memberi nama tempat tersebut Goa Kreo, tempat tinggal bagi para monyet yang dipanggil dengan kata "Mangreho".

Melalui nama-nama daerah ini, Kota Semarang tidak hanya menjadi kota dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan jejak bersejarah yang menginspirasi.

Dari Tinjomoyo hingga Goa Kreo, setiap nama memperkaya khazanah budaya dan sejarah Indonesia yang patut dilestarikan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.