Jateng

Mengungkap Misteri yang Tersirat Pada Arca Sabdo Palon di Candi Cetho: Antara Mitos dan Kontroversinya

Theo Adi Pratama | 24 Februari 2024, 06:00 WIB
Mengungkap Misteri yang Tersirat Pada Arca Sabdo Palon di Candi Cetho: Antara Mitos dan Kontroversinya

AKURAT.CO Misteri, Di lereng gunung yang tersembunyi di tanah Jawa, terdapat sebuah candi yang menyimpan banyak misteri dan kepercayaan mistis.

Candi Cetho, bersama dengan kedua arca yang dinisbatkan kepada Sabdo Palon dan Naya Genggong, menjadi pusat perhatian para peneliti dan penggemar sejarah serta budaya Jawa.

Namun, di balik keindahan arsitektur dan kekayaan sejarahnya, terdapat pula kontroversi dan pertanyaan yang belum terpecahkan.

Baca Juga: Sejarah dan Amanat Leluhur: Misteri Larangan Menanam Labu Hitam di Desa Suranenggala

Awal Mula Janji Sabdo Palon

Salah satu mitos yang melingkupi kehadiran arca Sabdo Palon di Candi Cetho adalah janji yang diucapkannya pada saat peristiwa runtuhnya Kerajaan Majapahit.

Menurut cerita, setelah Prabu Brawijaya bersama dua abdi setianya, Sabdo Palon dan Naya Genggong, melarikan diri dari serangan Demak, mereka dikejar oleh salah seorang walisongo yang berusaha mengubah keyakinan Brawijaya.

Janji Sabdo Palon untuk datang kembali setelah 500 tahun untuk mengembalikan agama Buddhi menjadi titik fokus dalam kepercayaan masyarakat Jawa.

Baca Juga: Misteri 4 Lokasi yang Kerap Terjadi Kecelakaan: Legenda dan Kisah Mistis yang Berlokasi di Jalur Cirebon-Kuningan

Sabdo Palon Jaga Pesanggrahan Brawijaya

Candi Cetho dipercayai sebagai tempat pesanggrahan Prabu Brawijaya, dengan arca Sabdo Palon dan Naya Genggong yang menjaga pelataran.

Namun, keberadaan arca Sabdo Palon yang tiba-tiba muncul pada tahun 1975 menimbulkan sejumlah pertanyaan dan keraguan.

Pemindahan arca-arca tersebut dari posisi awalnya, serta perubahan-perubahan dalam struktur candi yang terjadi pada periode tersebut, mengundang kontroversi tentang keautentikan dan keabsahan keberadaan arca tersebut.

Baca Juga: Misteri Pantangan dan Larangan yang Masih Bertahan di Desa Slangit: Tradisi yang Tetap Terjaga di Masa Modern

Kontroversi dan Keraguan

Meskipun mitos Sabdo Palon, Naya Genggong, dan Brawijaya telah lama menjadi bagian dari tradisi lisan dan tulisan, keberadaan serta keakuratan cerita tersebut masih dipertanyakan oleh sebagian kalangan.

Kehistorisan arca Sabdo Palon dan Naya Genggong, serta pemindahan dan penempatan ulang arca-arca tersebut, menghasilkan keraguan akan keaslian dan keautentikan Candi Cetho sebagai situs bersejarah.

Kisah Sabdo Palon di Candi Cetho menggambarkan kompleksitas dan ketidakpastian dalam menjaga dan memahami warisan budaya dan sejarah Jawa.

Meskipun menjadi bagian dari mitos dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat, upaya untuk memahami kebenaran di balik cerita-cerita tersebut tetap menjadi tantangan yang menarik bagi para peneliti dan pecinta sejarah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.