Jateng

Menggali Keindahan dan Misteri serta Sejarah yang Mengelilingi Tjong A Fie Mansion di Medan

Theo Adi Pratama | 10 Februari 2024, 13:00 WIB
Menggali Keindahan dan Misteri serta Sejarah yang Mengelilingi Tjong A Fie Mansion di Medan

AKURAT.CO Sejarah, Sebagian orang mungkin menganggap sejarah sebagai sesuatu yang membosankan.

Namun, dari cerita-cerita sejarah, kita bisa meraih banyak pengajaran, terutama tentang kehidupan. Sejarah pada dasarnya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita.

Bahkan, hari ini pun akan menjadi sejarah untuk bertahun-tahun ke depan.

Mungkin, citra tentang kebosanan sejarah muncul karena belajar sejarah di sekolah sering melibatkan buku-buku tebal atau cerita dari guru yang membuat mengantuk.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Masjid Agung Tuban: Masjid yang Menjadi Saksi Dakwah Sunan Bonang di Pulau Jawa

Namun, ada cara lain yang lebih menyenangkan untuk mempelajari sejarah, yaitu dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di sekitar kita.

Jika Anda tinggal di Medan atau berencana berkunjung ke sana, disarankan untuk mengunjungi Tjong A Fie Mansion.

Tentang Tjong A Fie Mansion

Tjong A Fie Mansion terletak di Jalan Ahmad Yani No. 105, Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Di sepanjang jalan ini, terdapat bangunan tua lain yang dijadikan toko.

Di antara toko-toko tersebut, Tjong A Fie Mansion menonjol dengan unsur bangunan Tionghoa yang khas.

Meskipun kental dengan ornamen-ornamen pengaruh Cina, Tjong A Fie Mansion juga memperlihatkan unsur Melayu dan Art Deco dalam arsitekturnya.

Prinsip feng-shui juga dilibatkan dalam desain bangunan ini.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah dan Cerita serta Keunikan Masjid Madekan: Tempat Bersumpah yang Menakutkan di Madura

Dengan luas mencapai 8000 meter persegi, Tjong A Fie Mansion memakan waktu sekitar 5 tahun untuk dibangun, dimulai sejak tahun 1895-1900.

Bangunan ini terdiri dari dua lantai dengan total 35 kamar.

Melintasi gerbang utama, perhatian pengunjung akan tertuju pada dua Foo Lionas granit yang menjaga.

Pola-pola lukisan tangan asli serta pemandangan burung Phoenix dan kupu-kupu di langit-langit juga menakjubkan.

Di bagian dalam, terdapat satu bangunan penting yang dijadikan kuil.

Namun, kuil ini tidak terbuka untuk umum dan hanya digunakan untuk mendoakan leluhur pada hari-hari tertentu.

Terdapat juga kamar tidur mendiang Tjong A Fie yang berisikan tempat tidur kayu mahoni berukir asli, pakaian sutra, dan artefak zaman lampau.

Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Pers Nasional 2024: Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa

Kisah Tjong A Fie

Melihat Tjong A Fie Mansion yang begitu megah dan kental dengan seni, kita mungkin berpikir betapa kaya Tjong A Fie.

Namun, ia berasal dari keluarga sederhana dan miskin di Tiongkok.

Kisah Tjong A Fie di Medan dimulai saat ia berusia 17 tahun dan mengikuti jejak kakaknya, Tjong Yong Hian, ke Labuhan Deli di Sumatra Hindia Belanda.

Mereka memulai bisnis dan sukses, hingga memiliki lebih dari 10.000 karyawan.

Kesuksesan ini membawa mereka berhubungan dekat dengan penguasa Belanda, Kesultanan Deli, dan penguasa Tionghoa di Sumatra.

Pada tahun 1911, Tjong A Fie diangkat menjadi Majoor der Chineezen untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan.

Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah: Momen Bersejarah dan Penting yang Diperingati pada Tanggal 9 Februari 2024

Tjong A Fie menjadi pemimpin yang bijaksana dan dermawan, membangun sekolah, rumah sakit, kuil, gereja, masjid, dan fasilitas umum lainnya.

Ia membangun tidak hanya di Medan, tapi juga di Malaysia dan Cina, tanpa memandang ras dan agama.

Pada tanggal 4 Februari 1921, Medan berduka karena Tjong A Fie meninggal dunia.

Ribuan orang mengiringi peti matinya ke pemakaman.

Ia meninggalkan bisnis perkebunan, pertambangan, perbankan, kereta api, kelapa, tembakau, teh, karet, kelapa sawit, dan perkebunan gula.

Tjong A Fie Mansion bukan hanya tempat bersejarah, tetapi juga saksi bisu perjalanan seorang pemimpin dan dermawan yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Medan.

Mengunjungi tempat ini tidak hanya memberikan wawasan sejarah, tetapi juga menginspirasi untuk menjadi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.