Jateng

Peninggalan Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Candi Kadisoka, Harta Karun Sejarah dan Kearifan Bangsa

Theo Adi Pratama | 20 Januari 2024, 15:00 WIB
Peninggalan Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Candi Kadisoka, Harta Karun Sejarah dan Kearifan Bangsa

AKURAT.CO Sejarah, Candi Kadisoka, sebuah peninggalan bersejarah yang mencengangkan, menemukan sinar kehidupan kembali pada tanggal 7 Desember 2000, ketika seorang penambang pasir secara tak sengaja mengungkap keberadaannya.

Keberuntungan tak terduga ini membuka pintu menuju harta karun sejarah dan kearifan bangsa yang terpendam selama berabad-abad.

Penemuan ini tidak berhenti pada tingkat lokal, karena segera dilaporkan ke BP3 Yogyakarta (sekarang SPSP DIY), membuka jalan bagi penelitian dan penggalian lebih lanjut.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Candi Kimpulan, Keindahan dan Sejarah Masa Lalu yang Mulai Terungkap

Pada tahun 2001, kegiatan penggalian penyelamatan dilakukan, membuka seluruh bagian sisi timur Candi Kadisoka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa candi ini terpendam oleh endapan sekunder, yang merupakan hasil dari luapan lahar dingin Sungai Kuning di sebelah timur candi.

Proses pengendapan ini terjadi melalui dua tahap banjir lahar dingin dengan selang waktu yang cukup lama.

Fakta stratigrafi juga mengindikasikan kemungkinan bahwa Candi Kadisoka lebih tua daripada Candi Sambisari, dibangun sekitar abad VIII-IX Masehi.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Jejak Sejarah Stasiun Sedayu yang Sudah Sirna dan Bekas Rumah Dinas yang Masih Berdiri

Pada saat banjir lahar tahap pertama, Candi Kadisoka masih dalam proses pembangunan, memperkaya pemahaman kita akan evolusi arsitektur candi di masa itu.

Salah satu temuan menarik di Candi Kadisoka adalah sumuran di padatengah lantai bilik candi.

Di dalam sumuran tersebut, peneliti menemukan peripih berupa lempengan emas segi empat bergambar bunga teratai dan batu-batu mulia.

Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa Candi Kadisoka berlatar belakang agama Hindu, memperkaya juga konteks kehidupan religius masyarakat pada masa itu.

Baca Juga: Sejarah Gua Jepang 18 di Seloharjo, Bantul DIY: Jejak Misteri dalam Kedalaman Perut Bumi

Candi Kadisoka memiliki denah segi empat dengan ukuran 6,90 m x 6,49 m, menghadap ke barat.

Struktur bangunan terdiri dari tiga bagian utama.

Bagian pertama adalah pembingkai dinding batur dengan tiga lapisan, diikuti oleh pembingkai sisi genta (padma) sebagai bagian kedua.

Bagian ketiga adalah setengah bulatan (half round) yang terletak di atas bangunan batur.

Baca Juga: Sejarah Sumur Jepang di Seloharjo, Bantul DIY: Sumur Segi Delapan yang Menyimpan Kabut Misteri Tak Terpecahkan

Arsitektur Candi Kadisoka, terbuat dari batu andesit, mencirikan ciri khas bangunan candi di Jawa Tengah.

Pada profil bangunan ini, dapat dilihat sentuhan keindahan dan keagungan yang menjadi ciri khas candi-candi peninggalan leluhur kita.

Candi Kadisoka, dengan seluruh keunikan dan kekayaan sejarahnya, menjadi bukti hidup akan kemajuan peradaban yang tumbuh dan berkembang di Nusantara.

Dengan setiap temuan yang diungkap, Candi Kadisoka memberikan sumbangan berharga bagi pemahaman kita akan masa lalu dan memperkaya warisan budaya Indonesia.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.