Sejarah dan Perjalanan Benteng Vastenburg: Jejak Benteng Bersejarah Kolonial Belanda di Pusat Surakarta

AKURAT.CO Sejarah, Benteng Vastenburg, salah satu dari 275 benteng yang dibangun oleh Kolonial Belanda di awal keberadaannya di Nusantara, menyimpan kisah panjang sebagai saksi bisu perjalanan sejarah Surakarta.
Dibangun pada tahun 1775 hingga 1779 oleh Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, benteng ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pemandangan kota dan kisah perjuangan.
Awalnya diberi nama Fort De Grootmoedigheid, Vastenburg sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti "istana yang dikelilingi tembok kuat."
Sejak didirikan, benteng ini menjadi pusat pengawasan terhadap aktivitas Keraton Surakarta, terutama selama pemerintahan Paku Buwono III.
Menurut uns.ac.id, Benteng Vastenburg memiliki lokasi strategis di antara Keraton Kasunan Surakarta dan rumah Gubernur Belanda.
Bahkan, dalam sejarahnya, terdapat satu meriam kuno yang diarahkan langsung ke Keraton, menegaskan peran penting benteng ini sebagai alat pengawasan terhadap kekuatan lokal.
Baca Juga: Kuliner Khas Sego Tiwul Gunungkidul: Kelezatan yang Membawa Sejarah Panjang
Benteng ini tidak hanya dirancang untuk memantau Keraton, tetapi juga untuk memecah tiga teritori yang potensial mengancam VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), yaitu perkampungan Arab di sebelah barat, perkampungan Cina di sebelah utara-timur, dan Keraton di sebelah selatan.
Ketakutan VOC terhadap potensi gabungan dari ketiga kekuatan tersebut mendorong pembangunan Benteng Vastenburg.
Bentuk Benteng Vastenburg mengikuti pola umum benteng Belanda, berupa bujur sangkar dengan ujung yang memiliki ruangan khusus untuk teknik peperangan yang disebut seleka (bastion).
Baca Juga: Memperingati Tragedi Gempa Haiti: Sejarah Pahit yang Menginspirasi Mitigasi Bencana
Pintu masuk terletak di barat dan timur dengan jembatan jungkit, sementara bangunan ini juga dilengkapi dengan beberapa barak terpisah.
Pada tahun 1942, benteng tersebut berpindah ke tangan tentara Jepang yang dipimpin oleh T Maze. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Benteng Vastenburg menjadi milik pihak sipil.
Hingga tahun 1986, benteng ini digunakan oleh TNI sebagai Badan Pertanahan dan Keamanan RI.
Pada periode 1970 hingga 1980-an, Benteng Vastenburg seringkali menjadi tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigadir Infantri 6/Trisakti Baladaya/Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta dan sekitarnya.
Sebagai benteng bersejarah, Vastenburg tidak hanya menjadi warisan fisik masa lalu, tetapi juga saksi perjalanan sejarah Surakarta yang terus berlanjut hingga saat ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






