Sejarah dan Perkembangan Gedung Marabunta: Peninggalan Gedung Bersejarah dengan Sentuhan Unik di Kota Lama Semarang

AKURAT.CO Sejarah, Kota Lama Semarang tidak hanya dikenal dengan keindahan arsitektur kolonial Belanda, tetapi juga menyimpan jejak bersejarah yang unik.
Salah satu bangunan yang mencuri perhatian adalah Gedung Marabunta, yang membedakan dirinya dari bangunan lain di sekitar jalan Cenderawasih Kota Lama.
Baca Juga: Jejak Sejarah di Jembatan Mberok: Menelusuri Kisah Kota Lama Semarang
Keunikan Patung Semut Merah di Atap
Gedung Marabunta menjadi pusat perhatian karena dua patung semut merah yang terletak di atas atap sisi kiri dan kanan.
Masyarakat setempat menyebutnya sebagai patung "semut geni," menambah keunikan dan daya tarik bangunan ini.
Bagi mereka yang sering melintas di jalan Cenderawasih, Gedung Marabunta telah menjadi ikon Kota Lama Semarang.
Pada fasad bagian depan gedung, terdapat tulisan "Marabunta Gedung Multiguna," mengungkapkan peran gedung ini sebagai tempat pertunjukan atau teater pada masa lampau.
Awalnya dikenal sebagai "Schouwburg et Hedele," gedung ini menjadi tempat hiburan bagi warga Belanda dan keturunan eropa di kawasan Kota Lama.
Baca Juga: Perjalanan Gereja Santo Yusuf Gedangan: Menjadi Saksi Bisu Sejarah Perkembangan Kota Semarang
Gedung Schouwburg: Pusat Seni dan Hiburan di Kota Lama
Sejarah Gedung Schouwburg, sebelum menjadi Gedung Marabunta, menunjukkan betapa ramainya kawasan Kota Lama pada masa kolonial Belanda.
Sebagai pusat kehidupan warga negara Belanda dan eropa, kawasan ini menawarkan segala kebutuhan, termasuk tempat hiburan.
Gedung Schouwburg digunakan untuk pertunjukan seni, seperti drama, tari, musik, dan sulap.
Bagian bangunan yang menyerupai ruang auditorium dengan lengkungan busur pada atap dan kolom langsing menunjukkan fungsinya sebagai tempat pementasan seni.
Pertunjukan komedi Stamboel, mirip sirkus keliling dari Istanbul, sering diadakan di Gedung Schouwburg.
Jalan di depan gedung bahkan dinamakan "Komedistraat" oleh warga Belanda.
Selain komedi, gedung ini juga menyelenggarakan pertunjukan seni musik, termasuk penampilan dari penari erotis terkenal, "Putri Mata Hari."
Misteri Berdirinya Gedung Schouwburg dan Renovasi Marabunta
Tanggal pasti berdirinya Gedung Schouwburg masih menjadi misteri, tetapi diperkirakan setelah pembongkaran benteng kota lama pada tahun 1824.
Pembangunan gedung ini semakin diperkuat oleh peta kuno kota lama tahun 1866, yang menunjukkan keberadaan Gedung Schouwburg.
Gedung Marabunta yang kita saksikan saat ini bukan bangunan asli 100% karena sebagian besar Gedung Schouwburg sudah hancur pada tahun 1994.
Meskipun begitu, rekonstruksi pada tahun 1995 tetap mempertahankan beberapa elemen asli, menjaga nilai sejarah dan keaslian bangunan.
Setelah kemerdekaan, Gedung Schouwburg berpindah kepemilikan dan dikelola oleh Yayasan Kodam VII Diponegoro, serta perusahaan Ekpedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) yang bernama EMKL "Marabunta."
Oleh karena itu, masyarakat Kota Semarang lebih mengenalnya sebagai Gedung Marabunta.
Gedung Marabunta tetap menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kota Lama Semarang, mengundang kita untuk merenung dan menghargai nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








