Sejarah dan Perkembangan Pabrik Rokok Praoe Lajar: Keindahan Gedung Pabrik Bersejarah di Kota Lama Semarang

AKURAT.CO Sejarah, Mungkin masih sedikit warga Kota Semarang yang mengetahui keberadaan Pabrik Rokok Praoe Lajar di kawasan Kota Lama Semarang.
Meskipun begitu, pabrik rokok ini tetap eksis di tengah zaman yang terus berubah.
Praoe Lajar merupakan salah satu dari sedikit pabrik rokok yang masih bertahan di Kota Semarang sejak zaman kolonial Belanda pada abad ke-19.
Terletak di Jalan Merak, Pabrik Rokok Praoe Lajar bukan hanya sekadar bangunan cagar budaya yang memukau, tapi juga sebuah saksi bisu perjalanan waktu.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah: Stasiun-Stasiun Tua di Jakarta yang Masih Bertahan Hingga Sekarang
Pabrik ini sebelumnya merupakan kantor N.V.Het Semarang Veem pada tahun 1955 dan pernah digunakan sebagai kantor perusahaan listrik swasta, Maintz & Co.
Meski kini berubah fungsi menjadi pabrik rokok, Pabrik Praoe Lajar tetap mempertahankan keindahan dan keaslian bangunannya.
Merk rokok Praoe Lajar, dengan moto "Rokoknya Para Nelayan", memiliki makna mendalam sebagai simbol semangat mengarungi lautan waktu.
Pabrik ini menciptakan rokok secara tradisional, mulai dari pembuatan hingga pengemasan.
Baca Juga: Misteri Benteng Surosowan: Jejak Sejarah dan Mistis Kolonial Belanda di Kota Serang
Rokok Praoe Lajar menjadi favorit di kalangan nelayan di pesisir utara Pulau Jawa, seperti Pemalang, Tegal, hingga Pekalongan, serta di kalangan petani.
Meskipun menargetkan segmen pasar kelas menengah ke bawah dan jarang terlihat dalam iklan televisi atau media mainstream, rokok Praoe Lajar tetap menjaga citarasa nikmatnya.
Harganya yang terjangkau tidak mengurangi kualitas rasa yang tetap enak, menjadikannya pilihan yang disukai oleh konsumennya.
Pabrik Rokok Praoe Lajar bukan hanya tempat produksi rokok, tapi juga destinasi wisata sejarah yang menarik.
Baca Juga: Sejarah Terbentuknya Candi Bahal: Bangunan Maha Karya Bersejarah di Sumatra Utara
Terletak di kawasan Kota Lama, revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang berhasil mengubahnya menjadi tempat yang indah dan layak dikunjungi.
Meski telah berdiri sejak abad ke-19, bangunan ini tetap kokoh dan memancarkan pesona masa lalu.
Para wisatawan yang mengunjungi Pabrik Praoe Lajar akan diajak untuk menjelajahi setiap ruangannya yang sarat sejarah, seolah-olah kembali ke era kolonial Belanda.
Informasi sejarah yang terdokumentasi menunjukkan bahwa kawasan Pabrik Rokok Praoe Lajar dan sekitar Kota Lama merupakan pusat perdagangan dan hiburan pada zamannya.
Baca Juga: Mengenal Kabupaten Sumenep: Jejak Sejarah, Warisan Budaya, dan Makna Dari The Soul of Madura
Meskipun beberapa informasi sejarah hilang akibat kebakaran yang melanda Gedung Keuangan Negara (Gedung Papag), keberadaan Pabrik Rokok Praoe Lajar menjadi saksi bisu perkembangan Kota Lama Semarang.
Walaupun mengalami beberapa perubahan, seperti penambahan tulisan "PABRIK ROKOK PRAOE LAJAR" di sisi depan gedung dan penyesuaian pintu masuk akibat banjir, keelokan bangunan ini tetap terjaga.
Dengan upaya pelestarian dan revitalisasi yang dilakukan, Pabrik Rokok Praoe Lajar tetap menjadi landmark bersejarah di Kota Semarang.
Keindahan bangunan ini, ditambah dengan pengalaman belanja yang unik dan harga yang terjangkau, menjadikan pabrik rokok ini sebagai destinasi menarik yang tak boleh dilewatkan bagi warga lokal dan wisatawan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








