Jateng

Semarang: Kota yang Sangat Menggoda dan Kaya Akan Potensi Wisata, Kuliner, Hingga Berbagai Macam Dialek dan Kosakata yang Khas

Theo Adi Pratama | 25 November 2023, 10:05 WIB
Semarang: Kota yang Sangat Menggoda dan Kaya Akan Potensi Wisata, Kuliner, Hingga Berbagai Macam Dialek dan Kosakata yang Khas

AKURAT.CO, Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah, memiliki daya tarik yang sungguh unik.

Kota ini tak hanya menyajikan tempat wisata yang menarik dan kuliner lezat, tetapi juga memiliki ciri khas bahasa atau dialek yang disebut Semarangan.

Dialek ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Semarang dan menambah nuansa keistimewaan kota ini.

Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Alam Pantai Bercak Pacitan, Pantai yang Mendapat Julukan Raja Ampatnya Pacitan

Pesona Tempat Wisata dan Kuliner

Semarang memang kaya akan destinasi wisata yang menarik.

Dari kawasan bersejarah hingga pantai yang memukau, kota ini menawarkan pengalaman yang beragam bagi para pengunjungnya.

Salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan adalah Kota Lama, yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan peninggalan Belanda.

Wisatawan dapat menjelajahi lorong-lorong yang penuh sejarah atau menikmati kulinernya yang lezat di kafe-kafe yang terletak di sekitar area ini.

Baca Juga: Memahami dan Menghayati Peringatan Hari Guru Nasional Dalam Konteks Sejarah, Penetapan, dan Tujuannya

Selain Kota Lama, Pantai Marina merupakan tempat yang populer untuk bersantai sambil menikmati angin laut.

Pantai ini juga menjadi lokasi ideal untuk menyaksikan matahari terbenam yang memukau.

Semarang juga memiliki tempat ibadah yang menarik, seperti Klenteng Sam Poo Kong yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang unik.

Tak kalah menarik adalah kulinernya yang kaya akan cita rasa.

Semarang dikenal dengan hidangan-hidangan tradisionalnya, seperti Lumpia Semarang, Wingko Babat, dan Lunpia Mbak Lien.

Sajian kuliner ini dapat dinikmati di berbagai tempat makan di seluruh kota.

Baca Juga: Jadwal Kejurnas Voli U17 2023: Penuh Antusiasme, Empat Laga Seru Menanti!

Dialek Semarangan: Bahasa yang Mbois

Dialek atau bahasa sehari-hari yang digunakan oleh warga Semarang disebut Semarangan.

Meskipun tidak sepopuler dialek Jawa Timuran, dialek Semarangan memiliki ciri khasnya sendiri yang membuatnya menarik.

  1. Hooh: Kata ini menjadi ciri khas warga Semarang dan berarti "iya". Penggunaannya sangat umum dalam percakapan sehari-hari. Contoh penggunaan: "Hooh aku meh metu" (Iya, aku mau keluar). Perlu diperhatikan bahwa penggunaan kata "hooh" lebih tepat digunakan antar sesama usia untuk menjaga kesopanan.

  2. Tambahan Akhiran "-ik": Penggunaan akhiran ini, seperti "ik" dan "ok" di akhir kalimat, menjadi ciri khas dialek Semarang. Misalnya, "ora og" yang artinya tidak apa-apa. Akhiran ini memberikan sentuhan praktis dan unik pada bahasa Semarang.

  3. Meh: Kata ini memiliki arti "mau" atau "hampir". Meskipun ada kata lain seperti "arep" atau "ameh", penggunaan kata "meh" dianggap lebih praktis dan efisien dalam berkomunikasi sehari-hari. Contoh penggunaan: "Aku meh nyang pasar" (Aku mau ke pasar).

  4. Sapaan Ndes: Ndes, berasal dari kata "gondes", digunakan sebagai sapaan khas Semarang. Sapaan ini umumnya ditujukan kepada teman dekat, namun perlu diperhatikan agar tidak digunakan kepada orang yang belum terlalu akrab.

  5. Mboh atau Mbuh: Kata "mboh" digunakan sebagai jawaban untuk menyatakan ketidaktauan atau ketidakpedulian. Misalnya, "Warung cedak kene ngendi yo?" (Warung cedak ini ada di mana?). Jawabannya bisa "Mboh ra ngerti" (Tidak tahu) atau "Mbuh" (Terserah).

Baca Juga: Jadwal Semifinal China Masters 2023: Puncak Pertarungan Menentukan

Dialek Semarangan ini mungkin menggunakan kata-kata seperti "mbuh", "hooh", dan "meh" yang juga digunakan di tempat lain di Jawa Tengah, seperti di Surakarta.

Namun, logat Semarang memberikan nuansa yang berbeda dan unik, memberikan kesan bahwa bahasa ini bukan sekadar dialek biasa.

Baca Juga: Wisata Alam Menikmati Keindahan Pemandangan dan Kegembiraan di Pantai Pathek Situbondo, Jawa Timur

Kosakata Unik dalam Bahasa Jawa Semarang

Tak hanya dialek, bahasa Jawa Semarang juga kaya dengan kosakata-kosakata unik yang mungkin belum familiar bagi banyak orang. Beberapa di antaranya termasuk:

  1. Kamso: Ketinggalan zaman.
  2. Grak-grek: Berbuat macam-macam.
  3. Ngotek: Banyak omong.
  4. Badhek: Bau tidak enak.
  5. Gacuk: Andalan.
  6. Kenthip: Jauh/tinggi sekali.
  7. Leren: Istirahat.
  8. Nyamikan: Cemilan.
  9. Mangke: Nanti.
  10. Nyingkir: Pergi.
  11. Sak dheg sak nyet: Dilaksanakan atau dikabulkan saat itu juga.
  12. Nglawuhi: Cocok untuk lauk makan.
  13. Semego: Nafsu makan tinggi.
  14. Nguncluk: Berjalan cepat tanpa memperhatikan sekitar.
  15. Ngungkuli: Melebihi/melangkahi.
  16. Mokah: Membatalkan puasa dengan sengaja.
  17. Jan: Ungkapan kesal.
  18. Jare: Katanya.
  19. Jarke: Dibiarkan.
  20. Jeblog: Berlumpur atau jelek (nilai).
  21. Jebule: Ternyata.
  22. Mremo: Aji mumpung.
  23. Nyilih: Meminjam.
  24. Piye jal: Lalu bagaimana?
  25. Ithik-ithik: Menggelitik.
  26. Gombal mukiyo: Bohong/membual.
  27. Merengut: Cemberut.
  28. Ingah-ingih: Tidak punya pendirian/keberanian.
  29. Ijlak-ijlik: Bolak-balik/kesana-kemari.
  30. Keceh: Bermain air.
  31. Isah-isah: Mencuci piring.
  32. Angger: Asal-asalan.
  33. Muspro: Sia-sia.
  34. Nglembreh: Kendor/tidak kencang.
  35. Klumbrak-klumbruk: Bermalas-malasan.
  36. Nggilani: Menjijikkan.
  37. Kesusu: Terburu-buru.
  38. Keceklik: Terkilir.
  39. Ngomyang: Bicara terus menerus.
  40. Ngempet: Menahan.
  41. Eman-eman: Sayang/percuma.
  42. Kumanan: Kebagian.
  43. Ote-ote: Bertelanjang dada/tidak memakai baju.
  44. Rungkad: Tercabut sampai akarnya.
  45. Sat-set: Bergerak cepat.
  46. Dhiluk: Sebentar.
  47. Gumun: Heran.
  48. Ndlosoran: Tiduran.
  49. Wagu: Aneh/tidak tepat.
  50. Semlenget: Meriang.

Semua itu hanya sebagian kecil dari keunikan yang dimiliki oleh kota Semarang.

Keindahan alam, kelezatan kuliner, dan kekayaan bahasa dan budaya menjadikan Semarang sebagai destinasi yang layak untuk dijelajahi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.