Viral! Istri Ketahuan Selingkuh, Pria di Grobogan Belah Rumah Jadi Dua, Bawa Pulang Separuh Genteng

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dimana seorang pria memutuskan untuk membelah rumahnya menjadi dua bagian.
Aksi ini diduga dipicu oleh dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya.
Beberapa video yang kemudian viral di media sosial menunjukkan proses pembelahan tersebut, salah satunya di upload oleh akun @infogrobogan.
Dalam video, terlihat seseorang sedang menggunakan gergaji mesin untuk membelah meja kayu hingga menjadi dua bagian.
Video berikutnya menampilkan kondisi atap rumah yang sebagian gentengnya sudah dilepas dan diangkut.
Narasi yang menyertai konten viral tersebut menyatakan bahwa akar masalahnya adalah dugaan perselingkuhan pihak istri.
Pj Kepala Desa (Kades) Mlowokarangtalun, Wahyu Hudiyono, mengkonfirmasi kebenaran kejadian yang berlangsung pada Jumat pagi (13/2).
"Benar, kejadian tersebut terjadi pagi ini dan memang rumah dibelah menjadi dua seperti yang terlihat di video," ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Wahyu, aksi ekstrem tersebut muncul setelah suami menduga istri melakukan perselingkuhan.
Sebelumnya, pihak suami telah memberikan kesempatan dengan meminta agar perilaku tersebut tidak diulangi lagi.
Namun, permintaan itu tidak mendapatkan respon positif karena istri mengaku tidak ingin lagi melanjutkan pernikahan.
"Informasi yang kami terima memang terkait dugaan perselingkuhan. Suaminya sudah bersedia memaafkan asal tidak diulangi, tapi istri justru sudah tidak mau hidup bersama lagi. Kami juga sudah melakukan mediasi, namun tidak menghasilkan kesepakatan," jelasnya.
Pasangan tersebut telah menikah selama sekitar 7 tahun dan dikaruniai dua anak.
Meski tinggal di Desa Mlowokarangtalun dan memiliki usaha di kawasan tersebut, KTP kedua pihak masih terdaftar di Kecamatan Simo, Kabupaten Grobogan.
"Suami asli dari Simo, sedangkan istri berasal dari Mlowokarangtalun. Mereka tinggal dan berjualan di sini, tapi data KTP masih di tempat asal suami," tambah Wahyu.
Ia juga menyampaikan, bahwa orang yang terlihat dalam video melakukan pembelahan rumah bukanlah sang suami secara langsung, melainkan orang yang ditugaskan untuk melakukannya.
Setelah proses pembelahan selesai, sebagian genteng rumah juga dibawa pulang oleh suami ke daerah Simo.
"Orang yang ada di video bukan si suami sendiri, melainkan orang yang ia suruh. Kemudian sebagian genteng rumah juga dibawanya ke Simo," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









