Jateng

Bongkar Fakta! Ini yang Harus Dipahami Soal ODHIV, Dibalik Dituding Paula Positif HIV Sebelum Menikahi Baim Wong

Arixc Ardana | 23 April 2025, 09:01 WIB
Bongkar Fakta! Ini yang Harus Dipahami Soal ODHIV, Dibalik Dituding Paula Positif HIV Sebelum Menikahi Baim Wong

JATENG.AKURAT.CO, Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan tudingan bahwa Paula Verhoeven, mantan istri dari Baim Wong, disebut-sebut positif HIV sebelum menikah.

Tanpa bermaksud untuk membenarkan atau menyangkal tudingan terhadap Paula, namun mari luruskan fakta medisnya dulu terkait ODHIV (Orang Dengan HIV).

HIV memang sampai saat ini belum bisa disembuhkan secara total, tapi dengan pengobatan yang tepat dan dikonsumsi seumur hidup, virus ini bisa ditekan hingga level "undetectable".

Artinya, jumlah virus dalam darah ODHIV (Orang Dengan HIV) sangat rendah sampai-sampai tidak bisa terdeteksi dalam tes standar, dan juga tidak menular ke orang lain – bahkan dalam hubungan seksual.

Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Cristiano Ronaldo Absen Saat Al Nassr Menang 3-2 atas Damac, Seret Nama Klub Jepang

ODHIV Bisa Menikah dan Punya Anak? Ini Penjelasan Medisnya!

Dikutip dari Yayasan KNCV Indonesia, Masih banyak yang bertanya: Apakah orang dengan HIV (ODHIV) boleh menikah dan memiliki anak?

Jawabannya: BOLEH, asal memenuhi syarat medis yang tepat.

Di era pengobatan modern seperti sekarang, HIV bukan lagi vonis akhir bagi kehidupan sosial maupun keluarga seseorang.

Salah satu kunci utamanya adalah kedisiplinan dalam minum obat antiretroviral (ARV).

Itulah kenapa, ODHIV tetap bisa hidup normal: menikah, punya anak, dan membangun keluarga tanpa menularkan virus ke pasangan atau keturunannya.

Bagaimana Cara Kerja ARV?

ARV adalah obat yang menekan jumlah virus HIV dalam tubuh. Jika dikonsumsi secara rutin dan sesuai petunjuk dokter, maka jumlah virus HIV (disebut viral load) akan terus menurun.

Dalam jangka waktu tertentu, viral load ini bisa mencapai ≤ 50 kopi/ml—angka ini disebut undetectable atau tidak terdeteksi dalam pemeriksaan laboratorium.

Undetectable = Untransmittable (U=U)

Ini bukan sekadar slogan. Jika seseorang dengan HIV sudah mencapai status “undetectable”, maka ia tidak dapat menularkan virusnya kepada pasangan melalui hubungan seksual, bahkan tanpa kondom.

Dengan kata lain: pengobatan adalah pencegahan.
Treatment is prevention.

Lalu, Bagaimana Jika Ingin Punya Anak?

Jika salah satu atau kedua pasangan adalah ODHIV, kehamilan tetap aman, asalkan kondisi berikut terpenuhi:

  • Rutin mengonsumsi ARV
  • Memiliki viral load ≤ 50 kopi/ml
  • Melakukan pemeriksaan viral load (VL) secara berkala (minimal 6–12 bulan sekali)
  • Melakukan pemeriksaan CD4 untuk melihat kekebalan tubuh (idealnya antara 410–1.500)

Dengan kondisi seperti itu, risiko penularan HIV ke pasangan atau bayi menjadi NOL.

Hal ini bukan teori belaka, tapi sudah terbukti secara medis dan bahkan sudah terjadi di berbagai kasus, termasuk di Indonesia.

Jadi, Jangan Takut!

ODHIV tetap bisa hidup normal, menikah, dan memiliki keturunan yang sehat, asalkan disiplin menjalani pengobatan dan kontrol rutin ke dokter.

Stigma terhadap ODHIV harus dihentikan, karena ilmu pengetahuan dan dunia medis sudah sangat maju. Yang terpenting adalah edukasi, empati, dan dukungan.

Di sisi lain, terlepas dari persoalan yang dialamatkan ke Paula Verhouven, namun hal tersebut tidak etis.

Tudingan tersebut tidak hanya menyerang pribadi seseorang, tapi juga menyebarkan informasi menyesatkan yang bisa menambah stigma terhadap ODHA di masyarakat.

Sebagai masyarakat yang melek informasi, kita harus bisa membedakan antara fakta medis dan gosip toxic.

Menyebarkan isu seperti ini bukan hanya tidak etis, tapi juga bisa menyakiti banyak pihak—terutama bagi mereka yang hidup dengan HIV dan terus berjuang menjalani hidup seperti kita semua.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.