Sedulur Tahu Gak? Ini 6 Ucapan Dialek Khas Orang Jepara yang Sering Digunakan dalam Pergaulan Sehari-hari

JATENG.AKURAT.CO, Sedulur Tahu Gak? Ini 6 Ucapan Dialek Khas Orang Jepara yang Sering Digunakan dalam Pergaulan Sehari-hari.
Jawa tengah, khususnya kawasan Pantai Utara (Pantura) punya keragaman dialek dalam bahasa obrolan warganya sehari-hari.
Contohnya saja di Pantura wilayah Semarangan (Semarang dan Ungaran) kerap muncul dialek khas warga sana seperti sapaan ‘Ndes’ atau kalimat obrolan yang ditambahi “ik”.
Nah, dialek atau aksen bahasa seperti ini juga dijumpai dia keseharian warga Jepara.
Berikut Akurat Jateng sajikan 6 ucapan dialek khas yang sering digunakan orang Jepara dalam obrolan sehari-hari, dilansir dari beberapa sumber.
- ‘Mberuh’
Kalau anda bertemu orang Jepara dan dia berbicara kata Mberuh itu artinya dia mengungkapkan sesuatu yang jumlahnya banyak.
Contoh kalimat, “Sing antri masuk Pantai Bandengan wonge mberuh” (yang antri masuk Pantai Bandengan orangnya sangat banyak)
- ‘Cah’
Ketika kamu sebagai orang Jepara sedang berada di luar kota dan sebaliknya, pasti yang akan ditanyakan adalah asal muasal tempat kelahiran kamu.
Misalnya “Sampean orang mana?” Anda sebagai orang Jepara akan menjawabnya dengan “Cah” Jepara”.
Dialek kata ”Cah” memang sudah menjadi ciri khas yang melekat bagi masyarakat Jepara. Kita pasti akan mendapat jawaban lain ketika yang mendapat pertanyaan itu bukanlah orang Jepara. Diksi-diksi yang akan muncul mungkin seperti arek atau wong.
Baca Juga: Kabupaten Jepara Ternyata Punya Lagu Resmi Sendiri Lho, Berikut Isi Lirik ‘Mars Jepara’
Kata ‘Cah’ dalam dialek Jepara bisa diartikan ‘Orang Mana’ atau ‘Orang Asal Mana’ merujuk ke suatu tempat.
Contohnya, “konco ku sing dolan mau kuwi Cah Bandung lho” (teman ku yang main ke sini itu orang Bandung lho).
- Ijek
Dialek ‘ijek’ memiliki makna ’masih tersisa’. Di daerah Pantura lain, orang-orang biasanya menggunakan diksi ijeh atau isih, yang artinya masih serupa dengan kata tersebut.
Contohnya, “es campur ngono pak budi yah mene ijek opo orak” (es campur tempatnya pak budi jam segini masih ada apa tidak).
- Akhiran ‘Ra’
Di beberapa daerah di Pantura, ada kebiasaan kalau orang berbicara di akhir kalimat selalu ditambahi aksen khas tertentu.
Misalkan di Semarang, ditambahi aksen ‘Ik’ atau di Kudus/Pati ditambahi aksen “Leh”
Di Jepara, warganya biasanya memberikan juga akhiran dengan dialek khas kata “Ra”. Fungsinya sebagai penekanan kalimat.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Tentang Tradisi ‘Bodo Apem’ yang Hanya Ada di Kawasan Pantura Jepara
Contoh kalimat, “nek wis jagong soal bal-balan mesti suwi banget, he’e ra” (kalo ngomongin sepak bola, mesti lama sekali, iya kan).
- ‘Makno’
‘Wis makno!’ itulah yang sering terucap jika orang Jepara menjelaskan kepada seseorang tentang sesuatu yang sudah pasti atau sudah paten.
Dialek ini selalu muncul setiap kali orang Jepara ketika menandaskan atau meyakinkan lawan bicaranya. ‘Makno’ berarti sudah pasti.
Misalnya, saat mau mengajak teman makan pecel Horok-Horok yang enak, Cah Jepara biasa berucap “Ayo mangan pecel horok-horok ngone yu sri, wis makno ena” (ayo makan pecel horok-horok di tempat yu sri, sudah pasti enak).
- ‘Maliter’ atau ‘Engkek’
Dua kata khas itu biasa digunakan warga Jepara untuk menyebut orang-orang dengan gaya hidup borjuis, mewah atau terkesan sombong.
Sebagai contoh, “Ha sik engkek temen kowe, motor mu ono limo,” (Wah kamu kok gaya sekali, motor kamu ada lima).
Contoh lain, “Kok maliter temen belanjo klambi tekan Jakarta” (Kok sombong amat belanja baju sampai Jakarta).
Itulah 6 ucapan dialek khas yang sering digunakan orang Jepara dalam obrolan dan pergaulan sehari-hari. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah



