Jateng

Tegas! Seluruh Pelaku Bullying di SMA Binus Serpong di DO, Sanksi Berat bagi Siswa yang Membiarkan Perundungan, Siapa Saja Mereka?

Arixc Ardana | 21 Februari 2024, 20:15 WIB
Tegas! Seluruh Pelaku Bullying di SMA Binus Serpong di DO, Sanksi Berat bagi Siswa yang Membiarkan Perundungan, Siapa Saja Mereka?

AKURAT.CO, Tegas! Seluruh Pelaku Bullying di SMA Binus Serpong di DO, Sanksi Berat bagi Siswa yang Membiarkan Perundungan, Siapa Saja Mereka?

Kasus perundungan atau bullying di sekolah menjadi perhatian serius bagi masyarakat, terutama para orangtua dan pihak sekolah, termasuk di SMA Binus Serpong, salah satu sekolah bertaraf internasional di Tangerang Selatan Banten.

Pihak SMA Binus Serpong tidak tinggal diam menghadapi insiden tersebut, melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Corporate PR Binus University, Haris Suhendra, pada Rabu, 21 Februari 2024, diketahui bahwa sekolah tersebut telah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku dan saksi perundungan.

Baca Juga: ProfiI Instagram SMA BINUS Serpong, Ini Biaya Sekolah Farrel Legolas Rompies, Anak Sulung Vincent Rompies Capai Ratusan Juta

Menurut Haris Suhendra, pihak sekolah telah melakukan investigasi secara intensif setelah mengetahui insiden tersebut.

Hasilnya, seluruh siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan telah dikeluarkan dari komunitas Binus School alias di DO atau drop out.

Tindakan ini merupakan bentuk keputusan tegas dari pihak sekolah dalam menegakkan aturan dan melindungi keamanan serta kesejahteraan seluruh siswa.

Pihak SMA Binus Serpong juga menegaskan, bahwa sanksi diberika tidak hanya kepada pelaku yang melakukan perundungan

Siswa lain yang mengetahui adanya perundungan, namun membiarkannya terjadi juga tidak luput dari tanggung jawab.

Pihak sekolah memberlakukan sanksi disiplin keras bagi mereka yang tidak memberikan pertolongan atau tindakan pencegahan ketika melihat kejadian tersebut.

Keputusan Binus School Serpong untuk memberikan sanksi kepada siswa-siswa yang terlibat dan turut menyaksikan perundungan tersebut merupakan langkah penting dalam memastikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan.

Tindakan ini juga menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan bullying di kalangan siswa.

Kasus perundungan di sekolah tidak hanya menimbulkan dampak psikologis bagi korban, tetapi juga merusak citra dan reputasi sekolah.

Oleh karena itu, respons cepat dan tindakan tegas dari pihak sekolah sangatlah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Binus School Serpong, diharapkan pesan akan kezeroan terhadap tindakan perundungan dapat tersampaikan dengan jelas kepada seluruh siswa.

Hal ini menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan seluruh siswa.

Berikut ini pernyataan lengkap pihak Binus School Serpong :

"Kami menghargai adanya simpati publik yang begitu tinggi pada insiden kekerasan terhadap siswa BINUS SCHOOL Serpong.

Kejadian ini sangat berat bagi korban dan orang tua korban, dan tentunya juga membawa keprihatinan yang mendalam dari seluruh komunitas sekolah.

Doa dan dukungan kami tertuju untuk korban dan keluarga.

BINUS SCHOOL menerapkan Zero Tolerance Policy terhadap tindakan kekerasan baik secara fisik, psikis maupun emosional.

Kami mengecam segala bentuk kekerasan baik di dalam maupun luar sekolah, yang bertentangan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di lingkungan sekolah.

Menghadapi insiden ini, kami selaku pihak sekolah memprioritaskan perhatian dan upaya kami untuk mendukung pemulihan korban secara fisik, psikis maupun emosional, serta seluruh murid sekolah yang ikut terdampak.

Sebagai bagian dari komitmen kami untuk mendukung transparansi dalam insiden ini, izinkan kami menyampaikan fakta-fakta utama terkait insiden tersebut, sebagai berikut:

1. Insiden kekerasan yang dialami oleh siswa kami dilakukan oleh sejumlah siswa lainnya, yang terjadi di luar lingkungan sekolah dan di luar jam sekolah.

2. Setelah mengetahui insiden tersebut, pihak sekolah melakukan investigasi secara intensif.

Seluruh siswa yang terbukti melakukan tindakan kekerasan sudah tidak menjadi bagian dari komunitas BINUS SCHOOL.

Sejumlah siswa lain yang turut menyaksikan kejadian tersebut tanpa melakukan tindakan pencegahan maupun pertolongan juga telah mendapatkan sanksi disiplin keras.

3. Mengingat insiden ini telah berada di ranah hukum, kami berkomitmen untuk kooperatif membantu segala proses investigasi dari pihak berwajib.

4. Menyadari bahwa insiden ini melibatkan anak-anak di bawah umur, kami memohon pengertian dari seluruh publik terhadap posisi sekolah, untuk tidak dapat membagikan detail terkait privasi baik korban maupun semua yang terlibat dalam insiden ini.

Baca Juga: Pentingnya Calon Mahasiswa Memahami Tata Urutan Antara Pendaftaran KIP Kuliah dan SNBP 2024, Mana yang Sebaiknya Didahulukan?

Sekali lagi kami menekankan bahwa tidak ada alasan yang membenarkan segala bentuk kekerasan.

Fokus utama sekolah saat ini adalah untuk memberikan dukungan dan pendampingan yang dibutuhkan oleh korban dan keluarga.

Sebagai Home for Learning, kami berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh murid kami sehingga dapat tumbuh bersama menjadi individu yang lebih baik,"

Dengan pernyataan tersebut juga dipastikan pihak SMA Binus Serpong, tidak dapat membagikan detail terkait privasi baik korban maupun semua pelaku atau siswa yang terlibat dalam insiden perundungan tersebut.

***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.