Misteri dan Mitos di Sumur Windu, Keajaiban Mistis di Tengah Kota: Antara Pemujaan dan Kenyataan

AKURAT.CO Misteri, Meskipun zaman telah modern, masih ada manusia yang melestarikan perilaku dan kepercayaan kuno, bahkan di tengah perkotaan yang sibuk.
Sebuah contoh menarik terjadi di Gadel, Kelurahan Karangpoh, Tandes, Surabaya, di mana sebuah sumur bernama Sumur Windu dianggap sebagai objek sakral oleh sebagian warga setempat.
Baca Juga: Keajaiban dan Misteri Gunung Dempo: Manusia Harimau, Kutukan, dan Mitos yang Membayangi
Cerita di Balik Sumur Windu
Sumur Windu, yang pada awalnya hanya berfungsi sebagai sumber air bersih bagi warga Gadel sebelum tahun 2000-an, kini dianggap sebagai objek keramat.
Menurut cerita yang beredar di masyarakat, sumur ini berasal dari kejadian tak terduga.
Seorang yang bernama Windu, sedang menyeberangi sungai kecil dengan menunggang kuda.
Setelah melewati sungai, dia turun dari kudanya dan mengikatnya pada pohon trembesi.
Kejadian tak terduga pun terjadi. Tanah tempat kuda berdiri tiba-tiba ambles, membentuk lubang besar menyerupai tapak kaki kuda.
Lubang ini kemudian dijadikan sumur oleh warga sekitar dan dinamakan "Sumur Windu." Untuk menghormati kejadian tersebut, warga Gadel meyakini bahwa sumur ini dapat memberikan perlindungan dari bencana.
Baca Juga: Misteri Gunung Karang dan Sumur Tujuh: Keajaiban Alam dan Legenda Mistis di Kabupaten Pandeglang
Ritual Pemujaan dan Sedekah Bumi
Sumur Windu menjadi pusat ritual dan pemujaan warga Gadel.
Pada setiap tanggal satu suro antara bulan 9 atau 10, mereka menggelar sedekah bumi.
Ritual ini melibatkan pembawaan tumpeng dan buah-buahan yang akan diarak berkeliling desa sebelum dimakan bersama-sama.
Sebelum dimakan, tumpeng dan buah-buahan tersebut diarak dan didoakan di punden dengan ritual tari-tarian dan lagu Jawa.
Punden ini sendiri menjadi tempat pemujaan roh-roh leluhur, dengan pohon trembesi sebagai simbol pengikatan kuda oleh Windu.
Ritual ini kadang-kadang diiringi dengan peristiwa kerasukan oleh beberapa warga.
Pada malam-malam tertentu, seperti Jumat legi, warga juga membakar kemenyan di bawah pohon trembesi sebagai bentuk pemujaan.
Percaya dan Kenyataan
Meskipun Sumur Windu dianggap oleh sebagian warga sebagai objek sakral yang membawa berkah, tidak semua orang melihatnya demikian.
Beberapa warga menganggapnya sebagai objek profan, hanya sebatas sumur biasa, sementara yang lain melihatnya sebagai cerminan kehidupan warga Gadel.
Penting untuk diingat bahwa keyakinan dan pandangan terhadap Sumur Windu berbeda-beda di antara masyarakat setempat.
Beberapa melihatnya sebagai tempat suci yang harus dihormati, sementara yang lain melihatnya sebagai benda biasa tanpa keistimewaan mistis.
Pada akhirnya, kepercayaan dan ritual ini mencerminkan kompleksitas budaya dan spiritualitas masyarakat di tengah arus modernisasi.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 9Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








