Dalam keheningan desa Poyahan, Seloharjo, Bantul, DIY, terdapat sebuah peninggalan sejarah yang menyimpan misteri tak terpecahkan, yaitu Sumur Jepang.
Dinamakan demikian karena diperkirakan dibangun pada masa penjajahan Jepang, sumur segi delapan ini tidak hanya menjadi sumber air, tetapi juga saksi bisu perjalanan waktu dan sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Mengungkap Sejarah dan Kecantikan Bangunan Bekas Kantor Sinder Tebu Madugondo
Sumur Jepang ini terletak dengan koordinat UTM 49M X: 0425803 dan Y: 9115635, serta memiliki ketinggian 317 Mdpl.
Lokasinya yang terpencil dan asri menambah aura misteriusnya.
Dikelilingi oleh hijaunya pepohonan dan aroma alam, sumur ini menjadi tempat yang menarik untuk dieksplorasi.
Arsitektur dan Dimensi yang Unik Sumur Jepang memiliki bentuk segi delapan dengan diameter luar mencapai 207 cm dan diameter dalam sekitar 170 cm.
Tebal bibir sumur mencapai 26 cm, memberikan kesan kokoh dan tahan lama.
Tinggi bibir sumur hingga permukaan air 210 cm, sementara tinggi bibir sumur hingga permukaan tanah sekitar 110 cm.
Struktur sumur yang terbuat dari tatanan batu putih pada bagian dalamnya, dipadu dengan plesteran berspesial semen di bagian luar, memberikan daya tahan dan estetika pada bangunan ini.
Setiap batu dan plesteran tampaknya memiliki cerita tersendiri, menjadi jejak hidup dari zaman dahulu.
Misteri Penamaan dan Asal-Usul Sumur Dinamakan Sumur Jepang, namun asal-usulnya masih menjadi misteri.
Kisah yang terkubur bersama batu dan air dalam sumur ini belum sepenuhnya terungkap.
Beberapa teori menyebutkan bahwa sumur ini digunakan oleh tentara Jepang pada masa penjajahan, sementara yang lain mengaitkannya dengan keberadaan masyarakat lokal yang ikut berkontribusi dalam pembangunan.
Peran Strategis pada Masa Penjajahan Jepang Dengan kedalaman sumur mencapai 210 cm dari permukaan air, Sumur Jepang di Seloharjo diyakini memiliki peran strategis pada masa penjajahan Jepang.
Kemungkinan besar, sumur ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari serta sebagai tempat berlindung dan cadangan air di tengah keadaan yang tidak pasti.
Pentingnya Pelestarian Warisan Sejarah Keberadaan Sumur Jepang bukan hanya sebagai objek wisata sejarah, tetapi juga sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan.
Dengan menjaga integritas fisik dan menggali lebih dalam cerita-cerita di baliknya, kita dapat menghargai perjuangan dan kehidupan pada masa lalu.
Pelestarian sumur ini penting agar nilai-nilai sejarah tidak terkikis oleh waktu dan tetap menjadi bagian dari identitas lokal.
Baca Juga: Apa Itu Omah Demamit? Kenapa Diberi Nama Dhemamit? Sejarah dan Misteri Omah Demit Rumah Kuno Peninggalan Belanda
Menapaki Jejak Sejarah yang Kabur Meskipun sejumlah misteri masih menyelimuti Sumur Jepang di Seloharjo, setiap jejak yang terukir dalam struktur sumur ini merupakan undangan untuk menapaki jejak sejarah yang kabur.
Dalam keramaian pepohonan dan kicau burung di desa Poyahan, mungkin ada suara-suara masa lalu yang ingin diceritakan oleh Sumur Jepang, sebuah saksi bisu dari masa penjajahan yang tetap tersimpan dalam segi delapan tersebut.
***