Jateng

Sejarah Perkembangan Starbucks, Berawal dari Kedai Kecil di Pike Place Market Akhirnya Memiliki 17ribuan Gerai di Seluruh Dunia

Theo Adi Pratama | 23 November 2023, 12:10 WIB
Sejarah Perkembangan Starbucks, Berawal dari Kedai Kecil di Pike Place Market Akhirnya Memiliki 17ribuan Gerai di Seluruh Dunia

AKURAT.CO, Starbucks sudah dikenal luas sebagai produk minuman kopi premium yang memiliki kualitas terbaik.

Perkembangan Starbucks memanglah sangat cepat bahkan saat ini gerai Starbucks diseluruh dunia sudah mencapai lebih dari 17ribuan.

Tetapi tahukah kamu bagaimana sejarah awal Starbucks bisa berkembang dengan pesat seperti saat ini?

Starbucks bermula dari tahun 1971 di sebuat tempat bernama Pike Place Market yang berada di Seattle dimana Starbucks membuka untuk pertama kalinya kedai kecil disana oleh 3 rekanan: guru Bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru Sejarah Zev Siegl, dan penulis Gordon Bowker.

Baca Juga: Meski Masuk Daftar Produk yang Diboikot, Nyatanya Starbucks Bisa Bangkit dengan Penerapan Strategi Marketing Ini

Sepuluh tahun kemudian, seorang pemuda New York bernama Howard Schultz berjalan melewati pintu ini dan terpesona dengan kopi Starbucks sejak tegukan pertamanya.

Setelah resmi bergabung dengan perusahaan tersebut pada tahun 1982, jalan berbatu yang berbeda akan membawanya ke penemuan lain.

Dalam perjalanannya ke Milan pada tahun 1983 Howard pertama kali mengunjungi kedai kopi Italia, dan dia kembali ke Seattle dengan inspirasi untuk membawa kehangatan dan kesenian budaya kopi Italia ke Starbucks.

Masih ditahun yang sama yakni pada 1983 Starbucks telah membuka 6 cabang kedai di Seattle.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Cafe Instagramable yang Berlokasi di Trawas Mojokerto, Bisa Menikmati Nuansa Alam

Pada tahun 1987, Starbucks akhirnya mengganti celemek coklat yang selalu dikenakan dengan celemek hijau yang pada akhirnya menjadi ikon dan juga memulai babak berikutnya sebagai kedai kopi.

Pada tahun 1987 Para pemilik asli menjual Starbucks kepada karyawan terdahulunya, Howard Schultz. Il Giornale (yang merupakan gerai kopi milik Howard) kemudian mengakuisisi asset Starbucks dengan dukungan dari investor lokal.

Ia mengubah nama gerainya menjadi Starbucks Corporation dimana kedai kopi ini kemudian membuka cabang di Chicago dan Vancouver, Kanada.

Jumlah gerainya pada saat bertambah menjadi 17 gerai.

Baca Juga: Evakuasi Berhasil: Endro Prasetyo Selamat dari Kecelakaan di Jalan Yogyakarta-Magelang

Lalu pada tahun 1991 Starbucks membuka kedai bandara berlisensi pertamanya di Sea-Tac International Airport, Seattle. Pada saat itu jumlah gerai sudah bertumbuh menjadi 116.

Tahun 1992 demi memenuhi permintaan publik, Starbucks kemudian menjual sahamnya ke pasar bursa Nasdaq National Market dengan simbol dagang “SBUX”. Jumlah gerai: 165.

Lalu pada tahun 1995 Starbucks mulai menyajikan Frappucino dan minuman-minuman kopi blended, juga mengenalkan es krim Starbucks.

Pada tahun 1996 Starbucks membuka cabang pertamanya di luar Amerika Utara, yaitu di Jepang dan Singapore. Jumlah gerai: 1.015.

Baca Juga: Ini Strategi Ganjar Pranowo untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Pencegahan Stunting

Seiring berkembangnya jaman, pada tahun 1998 Starbucks mengakuisisi Tazo, sebuah perusahaan teh yang berbasis di Portland, Oregon.

Mereka kemudian memperluas merek Starbucks ke jaringan toko-toko kelontong di seluruh Amerika melalui kesepakatan lisensi dengan Kraft Foods.

Di tahun yang sama, mereka meluncurkan starbucks.com dan membuka cabang-cabang baru di Malaysia, New Zealand, Taiwan, Thailand dan Inggris. Jumlah gerai: 1.886.

Lalu pada tahun 1999 Starbucks membuka cabang di China, Kuwait, Lebanon dan Korea Selatan. Jumlah gerai: 2.498.

Pada tahun 2000 Howard Schultz ‘naik pangkat’ dari CEO menjadi chief global strategist.

Baca Juga: Sejarah Singkat Lawang Sewu, Gedung Ikonik di Kota Semarang yang Awalnya Adalah Kantor Pusat Perusahaan Kereta Api Belanda

Dengan kata lain, ia adalah otak yang kini memegang strategi pemasaran Starbucks di seluruh dunia.

Orin Smith kemudian dipromosikan menjadi Presiden dan CEO menggantikan Howard.

Di tahun yang sama, Starbucks mulai mengenalkan katergori-kategori menu kopinya yang sudah melewati proses Fair Trade dan seleksi organik.

Jaringan ini juga membuka cabang baru di Australia, Bahrain, Hong Kong, Qatar, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Jumlah gerai: 3.501.

Pada tahun 2002 Starbucks memasuki ruang lingkup yang lebih luas dengan membuat perjanjian lisensi bersama organisasi Fair Trade nasional.

Perjanjian ini menyepakati bahwa Starbucks hanya akan menjual kopi-kopi bersertifikat Fair Trade di negara-negara Starbucks menjalankan bisnisnya.

Baca Juga: Mengunjungi Kota Makassar dan Bingung Cari Tempat Santai? Berikut 4 Rekomendasi Cafe Instagramable yang Bisa Jadi Pilihan Tempat Nongkrong!

Sebuah perusahaan lain milik Starbucks bernama Starbucks Coffee Trading Company didirikan di Lausanne, Swiss.

Cabang pertama Starbucks di Indonesia juga dibuka pada tahun ini. Jumlah gerai: 5.886.

Lalu pada tahun 2004 Merilis CD album musisi blues Ray Charles berjudul Genius Loves Company dengan kolaborasi bersama Concord Records dan Starbucks Hear Music.

Album rekaman label musik milik Starbucks ini kemudian menjadi album terakhir Charles sebelum ia meninggal.

Di tahun 2004 ini juga Starbucks mengenalkan program studi “Starbucks Coffee Master Program” dan membuka cabang-cabang gerai baru di Perancis. Jumlah gerai: 8.569.

Pada tahun 2005 Orin Smith pensiun sebagai presiden dan CEO.

Jim Donald lalu dipromosikan menggantikan posisinya. Starbucks membuka cabang di Bahama, Irlandia dan Jordania. Jumlah gerai: 10.241.

Lalu pada tahun 2008 Howard Schultz mengambil kembali posisi CEO.

Ia sekaligus mengumumkan fokus baru kerjaan Starbucks yaitu mengutamakan pelayanan kepada pelanggan untuk memberi mereka pengalaman tak terlupakan dan menciptakan inovasi baru.

Kedai ini memperluas jaringannya dan membuka cabang di Argentina, Bulgaria, Republik Ceko dan Portugal. Jumlah gerai: 16.680.

Pada tahun 2009 Starbucks membantu misi kemanusiaan di Afrika melalui kemitraannya dengan (RED), brand industri ritel yang didirikan oleh Bono, vokalis U2.

Setiap jutaan pembelian produk-produk RED setiap hari sama dengan mengontribusikan lebih dari 7 m dosis obat antiretroviral setiap harinya.

Di tahun yang sama pula Starbucks dinobatkan (melalui voting) sebagai brand yang paling berpengaruh di sosial media.

Di tahun 2011 Starbucks akhirnya telah memiliki 17.009 gerai yang ada di seluruh dunia.

Tahun 2013 Starbucks membuka cabang pertamanya di Ho Chi Minh City, Vietnam sekaligus toko perdana di Kolombia.

Pada tahun 2014 di bulan September tahun ini, Starbucks mengumumkan akan membeli 60.5% saham Starbuck Coffee Japan yang tidak benar-benar mereka miliki dengan biaya 913 juta US Dollars.

Per Desember 2014, jumlah kedai Starbucks di Indonesia sudah mencapai 200 gerai.

Starbucks sudah menjadi salah satu brand minuman kopi premium yang mampu bertahan ditengah perubahan masa, termasuk salah satunya gempuran terkait dugaan boikot besar-besaran.

Hingga saat ini Starbucks tetap eksis dan kedekatannya kepada pelanggan setia patut diacungi jempol.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.