Jateng

Motor Sering Kecelakaan, Harus Diganti atau Diperbaiki? Ini Panduannya

Theo Adi Pratama | 20 September 2026, 18:17 WIB
Motor Sering Kecelakaan, Harus Diganti atau Diperbaiki? Ini Panduannya

JATENG.AKURAT.CO, Kecelakaan lalu lintas sering meninggalkan kerusakan pada sepeda motor, mulai dari lecet bodi hingga rangka yang bengkok.

Banyak pemilik motor dihadapkan pada dilema: memperbaiki kendaraan yang sudah rusak atau menggantinya dengan yang baru. Keputusan ini tidak bisa diambil sembarangan.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti tingkat kerusakan, biaya perbaikan, dan yang terpenting adalah aspek keselamatan.

Memperbaiki motor yang mengalami kerusakan parah pada rangka bisa berisiko membahayakan pengendara.

Sebaliknya, mengganti motor tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Artikel ini akan membantu Anda menilai kapan motor pasca kecelakaan masih layak diperbaiki dan kapan sebaiknya diganti.

Baca Juga: Panas Matahari Bisa Bikin Motor Cepat Rusak, Kok Bisa?

1. Periksa Kondisi Rangka: Ini yang Paling Krusial

Rangka adalah tulang punggung sepeda motor. Jika rangka sudah bengkok, retak, atau patah, keselamatan berkendara menjadi taruhannya.

Menurut Purnomo, pemilik Tamaro Motor, tanda utama motor bekas kecelakaan adalah penyimpangan pada rangka atau sasis.

"Kalau sasis sudah enggak terlihat simetris atau ada bekas las pada bagian tertentu, ini bisa menjadi indikasi motor tersebut pernah mengalami benturan keras," ujarnya.

Rangka yang bengkok masih bisa diperbaiki dengan metode press, namun hasilnya tidak akan kembali 100 persen seperti semula.

"Kalau rangka sudah kena memang sudah susah diperbaiki," tambahnya.

Jika kerusakan rangka sudah parah, seperti retakan besar atau patah, lebih baik diganti.

Suzuki Indonesia menyarankan, "Jika kondisinya memang sudah parah, maka jangan memaksakan untuk perbaikan. Misalnya ketika retakannya besar atau ada patah yang parah. Jika kondisinya demikian, lebih baik diganti saja".

Baca Juga: Tips Merawat Engsel Jok Motor: Dari Membersihkan hingga Melumasi

2. Cek Komponen Kaki-Kaki dan Suspensi

Selain rangka, komponen kaki-kaki seperti shockbreaker, bearing, dan pelek juga rawan rusak akibat kecelakaan.

Mekanik AHASS Honda, Ediyanto, menjelaskan bahwa bearing yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki dan harus diganti.

Shockbreaker yang sering menghantam lubang atau benturan keras akan membuat seal karet cepat aus dan bocor.

Pelek yang bengkok juga harus segera diganti karena bisa membuat ban tidak duduk sempurna dan berisiko bocor.

3. Hitung Biaya Perbaikan Vs Harga Motor Baru

Biaya perbaikan rangka bervariasi tergantung jenis motor dan tingkat kerusakan.

Yulius Heriyanto dari bengkel JBB di Kalimalang menyebutkan bahwa biaya press segitiga untuk motor bebek atau matik 125 cc ke bawah sekitar Rp150.000.

Sementara untuk motor 125 cc ke atas hingga sport, biayanya Rp185.000 hingga Rp225.000.

Jika kerusakan merambat ke sasis, biaya press rangka full body bisa mencapai Rp450.000.

Untuk Vespa, biaya bisa lebih tinggi, mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta karena struktur bodinya yang monokok.

Jika total biaya perbaikan sudah mendekati atau melebihi setengah harga motor baru, mengganti motor bisa menjadi pilihan yang lebih rasional.

Namun, jika hanya kerusakan ringan seperti lecet bodi atau spion patah, perbaikan tentu jauh lebih hemat.

Baca Juga: Kemudi Sehat, Berkendara Pun Nyaman: Ini Tipsnya

4. Pertimbangkan Usia Motor dan Nilai Jual

Motor yang sudah berusia di atas 10 tahun dengan riwayat kecelakaan berulang mungkin tidak lagi ekonomis untuk diperbaiki.

Suku cadang mulai langka, dan biaya perawatan cenderung meningkat.

Sebaliknya, motor yang masih relatif baru dan memiliki nilai jual tinggi layak dipertimbangkan untuk diperbaiki, asalkan rangka tidak mengalami kerusakan fatal.

5. Jangan Abaikan Aspek Keselamatan

Faktor terpenting dalam keputusan ini adalah keselamatan. Motor yang rangkanya sudah tidak presisi akan terasa tidak stabil, terutama saat bermanuver atau di kecepatan tinggi.

"Kalau sering dipakai ada kerasa motor ngebuang atau kurang stabil," ujar Uje, seperti dikutip Gridoto.

Jika Anda merasa handling motor sudah tidak seperti dulu setelah kecelakaan, jangan ragu untuk membawanya ke bengkel spesialis untuk diperiksa secara menyeluruh.

Baca Juga: Jangan Abaikan Shockbreaker! Ini Tips Merawatnya agar Tetap Nyaman Berkendara

Kapan Harus ke Bengkel Spesialis?

Jika motor Anda mengalami kecelakaan dengan benturan keras, segera bawa ke bengkel yang memiliki peralatan press rangka dan mekanik berpengalaman.

Jangan hanya mengandalkan penilaian visual. Mekanik akan memeriksa kelurusan rangka, kondisi segitiga setang, dan komponen kaki-kaki secara detail.

Mereka juga dapat memberikan estimasi biaya dan rekomendasi apakah motor masih layak diperbaiki atau sebaiknya diganti.


Keputusan untuk memperbaiki atau mengganti motor pasca kecelakaan harus didasarkan pada penilaian yang cermat terhadap kondisi rangka, biaya perbaikan, usia motor, dan yang terpenting adalah keselamatan Anda.

Jika kerusakan hanya pada bodi atau komponen yang mudah diganti, perbaikan adalah pilihan yang bijak.

Namun, jika rangka sudah bengkok parah, retak, atau patah, mengganti motor baru adalah langkah yang lebih aman. Ingat, keselamatan berkendara tidak bisa ditawar.

Konsultasikan dengan mekanik terpercaya sebelum mengambil keputusan akhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.