Jangan Sampai Gagal! Ini 3 Tips dan Trik Ajaib Menjawab Pertanyaan Jebakan Saat Proses Interview dengan HRD!

JATENG.AKURAT.CO, Kamu sudah melewati berbagai tahapan, dan sekarang saatnya menghadapi momok paling menakutkan: interview HRD.
Ada satu pertanyaan yang sering bikin kandidat salah tingkah: "Kenapa kamu mau kerja di sini?"
Sekilas, pertanyaan ini terdengar simpel. Tapi, hati-hati! Ini adalah pertanyaan jebakan yang bisa jadi penentu nasibmu.
Pewawancara nggak cuma butuh jawaban, tapi ingin tahu seberapa besar niat dan pemahamanmu tentang perusahaan.
Mau tahu cara jawabnya yang bikin pewawancara langsung jatuh hati? Ini dia 3 trik ajaib yang bisa kamu coba!
1. Trik Emosional: Ceritakan Kenapa Kamu Terobsesi dengan Mereka
Jangan cuma bilang, "Saya tertarik dengan perusahaan ini karena besar dan terkenal." Itu jawaban basi! Coba lebih dalam.
Ceritakan pengalaman pribadimu. Misalnya, "Saya sudah jadi pengguna setia produk Anda sejak 5 tahun lalu, dan saya kagum dengan cara Anda membangun komunitas yang begitu kuat. Saya ingin menjadi bagian dari tim yang bisa memberikan dampak positif seperti itu."
Jawaban ini menunjukkan bahwa kamu punya koneksi emosional dan tidak hanya mengincar gaji.
2. Trik Fungsional: Buktikan Kamu Suka Pekerjaannya!
Pewawancara ingin tahu, apakah kamu benar-benar menikmati tugas-tugas yang akan kamu emban. Jadi, fokuslah pada deskripsi pekerjaan.
Contohnya, kalau kamu melamar jadi seorang data analis, jawablah, "Saya sangat menikmati proses menganalisis data dan mencari pola tersembunyi. Saya percaya, di posisi ini, saya bisa menggunakan keahlian saya untuk membantu tim membuat keputusan yang lebih baik."
Jawaban ini membuktikan bahwa kamu bukan sekadar mencari pekerjaan, tapi mencari tanggung jawab yang kamu nikmati.
3. Trik Jangka Panjang: Jadikan Pengalamanmu Sebagai Jembatan
Pewawancara ingin melihat potensi jangka panjangmu. Gunakan pengalaman dari masa lalu (magang, organisasi, atau proyek kampus) sebagai jembatan menuju peran baru ini.
Gabungkan ceritamu dengan keinginan untuk terus berkembang. Misalnya, "Saat magang di perusahaan X, saya belajar banyak tentang manajemen proyek. Tapi, saya merasa masih banyak hal yang bisa saya pelajari. Saya yakin, dengan bergabung di sini, saya bisa mengasah kemampuan itu dan berkontribusi lebih besar untuk tim."
Gabungkan ketiga trik ini menjadi satu jawaban yang tulus dan terstruktur. Hindari jawaban yang terkesan tidak niat, seperti "Saya butuh uang" atau "Saya belum dapat kerjaan lain."
Ingat, perusahaan mencari kandidat yang punya niat, kemauan belajar, dan antusiasme untuk berkontribusi.
Dengan jawaban yang tepat, kamu bisa meyakinkan mereka bahwa kamu adalah kandidat yang mereka cari selama ini!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










