Jateng

Karir Vibes! 6 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi: Pertimbangkan Dulu Sebelum Memutuskan Memilih!

Theo Adi Pratama | 11 November 2024, 14:00 WIB
Karir Vibes! 6 Jurusan dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi: Pertimbangkan Dulu Sebelum Memutuskan Memilih!

JATENG.AKURAT.CO, Memilih jurusan kuliah adalah keputusan besar yang bisa mempengaruhi masa depan karier.

Selain mempertimbangkan minat dan bakat, ada baiknya juga melihat prospek lapangan kerja.

Tidak semua lulusan perguruan tinggi dapat langsung terserap di pasar kerja karena keterbatasan lapangan pekerjaan, tingginya persaingan, dan ketidakcocokan antara kualifikasi pendidikan dengan kebutuhan industri.

Jika kamu sedang mempertimbangkan pilihan jurusan, berikut adalah enam jurusan yang memiliki tingkat pengangguran tertinggi dan bisa menjadi bahan pertimbangan sebelum kamu mengambil keputusan.

Baca Juga: Pendidikan Vibes! Menemukan Jurusan Kuliah yang Tepat Berdasarkan Hobi: Panduan untuk Masa Depan yang Seru dan Produktif

1. Pengajaran Pendidikan Jasmani

Jurusan Pengajaran Pendidikan Jasmani memiliki tingkat pengangguran tertinggi, mencapai 56,4 persen.

Jurusan ini fokus pada pengajaran dan ilmu olahraga, mempersiapkan lulusannya untuk menjadi guru olahraga atau pelatih.

Namun, kenyataannya, lapangan kerja di bidang ini cukup terbatas.

Kebutuhan tenaga pengajar di bidang pendidikan jasmani sering kali bergantung pada kebijakan sekolah dan pemerintah, yang bisa berubah-ubah.

Selain itu, dengan semakin berkurangnya anggaran di beberapa institusi pendidikan, kesempatan kerja di bidang ini pun menjadi lebih terbatas.

Alhasil, banyak lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka.

2. Layanan Manusia atau Sumber Daya Manusia (HR)

Bidang Layanan Manusia atau Sumber Daya Manusia memiliki angka pengangguran yang tinggi, sebesar 55,6 persen.

Meskipun HR memainkan peran penting dalam perusahaan, seperti perekrutan dan manajemen karyawan, persaingan di industri ini cukup ketat.

Selain itu, banyak perusahaan yang lebih memilih kandidat dengan pengalaman khusus dalam manajemen SDM, sehingga lulusan baru yang belum berpengalaman kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Bidang HR juga kerap mengutamakan soft skills seperti komunikasi interpersonal dan kepemimpinan.

Karena banyak lulusan HR, mereka harus bersaing ketat untuk mendapatkan posisi, yang terkadang mengharuskan pengalaman kerja yang spesifik.

3. Ilustrasi

Jurusan Ilustrasi memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi, mencapai 54,7 persen. Bidang ini sangat kompetitif dan dipengaruhi oleh tren digitalisasi.

Banyak perusahaan kini menggunakan jasa freelancer atau melakukan outsourcing untuk kebutuhan ilustrasi dan desain grafis, sehingga posisi tetap di perusahaan menjadi lebih terbatas.

Lulusan Ilustrasi biasanya bersaing dalam industri kreatif seperti periklanan, penerbitan, atau desain produk.

Namun, banyaknya pekerja lepas yang bersaing di pasar yang sama membuat kesempatan kerja tetap sulit didapatkan, apalagi bagi lulusan baru yang belum memiliki portofolio yang kuat.

Baca Juga: Lulus Kuliah Jangan Nganggur! Cobain 6 Ide Usaha Pemula untuk Para Fresh Graduate

4. Peradilan Pidana

Dengan tingkat pengangguran mencapai 53 persen, jurusan Peradilan Pidana juga menghadapi tantangan besar di pasar kerja.

Jurusan ini bertujuan mempersiapkan lulusan untuk bekerja dalam sistem peradilan, seperti polisi, lembaga penegak hukum, dan administrasi peradilan.

Namun, lapangan kerja di bidang ini cukup stabil dan tidak berkembang pesat, sehingga menciptakan persaingan yang ketat di antara para lulusan.

Selain itu, banyak posisi di lembaga peradilan atau kepolisian yang membutuhkan pelatihan tambahan atau pendidikan lebih lanjut, yang mungkin tidak langsung tersedia bagi lulusan baru.

Hal ini menyebabkan lulusan peradilan pidana harus mencari pekerjaan di bidang yang berbeda atau melanjutkan pendidikan untuk memperdalam keahlian mereka.

5. Manajemen Proyek

Jurusan Manajemen Proyek mencatat angka pengangguran sebesar 52,8 persen.

Keterampilan manajemen proyek sebenarnya dibutuhkan di banyak industri, termasuk konstruksi, teknologi, dan bisnis.

Namun, perusahaan umumnya lebih mencari kandidat dengan pengalaman kerja yang kuat dalam manajemen proyek.

Lulusan baru di bidang ini sering kali kesulitan bersaing dengan kandidat berpengalaman, terutama karena manajemen proyek membutuhkan keahlian dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan yang biasanya didapatkan melalui pengalaman praktik langsung di lapangan.

Akibatnya, banyak lulusan baru yang harus memulai dari posisi entry-level dan bekerja keras untuk membangun portofolio pengalaman mereka.

6. Produksi Radio, Televisi, dan Film

Jurusan Produksi Radio, Televisi, dan Film memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, mencapai 52,6 persen.

Industri hiburan ini dikenal sangat dinamis dan sulit diprediksi.

Banyaknya pekerja lepas di bidang ini dan ketergantungan pada jaringan serta pengalaman membuat lulusan baru kesulitan menemukan pekerjaan tetap.

Bidang produksi media sering kali mengutamakan kandidat yang memiliki pengalaman dan portofolio kerja yang kuat.

Bagi lulusan baru, membangun portofolio yang kompetitif dan mendapatkan koneksi di industri hiburan menjadi tantangan tersendiri.

Banyak yang harus memulai dari posisi rendah atau pekerjaan lepas untuk dapat bersaing di industri yang ketat ini.

Baca Juga: Pendidikan Vibes! Kamu Berkeinginan Mau Kuliah di Semarang? Ini Dia 5 Kampus Terbaik Versi BAN-PT yang Bisa Jadi Pilihanmu

Pertimbangan Sebelum Memilih Jurusan

Memilih jurusan kuliah adalah keputusan yang penting dan sebaiknya didasarkan pada minat, bakat, serta prospek kerja.

Jangan hanya memilih jurusan karena terlihat menarik atau populer.

Cobalah untuk mencari informasi mengenai peluang kerja di bidang tersebut dan pertimbangkan juga opsi magang atau pelatihan untuk meningkatkan keterampilan.

Jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan dengan lebih mudah setelah lulus, sebaiknya pilih jurusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Selain itu, pertimbangkan juga kemampuan untuk beradaptasi di berbagai bidang agar memiliki lebih banyak peluang karier di masa depan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.