Jateng

Jangan Biarkan Keracunan Makanan MERENGGUT NYAWA! Lakukan Tips Pertolongan Pertama Ini SEKARANG!

Theo Adi Pratama | 25 Mei 2024, 06:30 WIB
Jangan Biarkan Keracunan Makanan MERENGGUT NYAWA! Lakukan Tips Pertolongan Pertama Ini SEKARANG!

JATENG.AKURAT.CO, Siapa pun tidak ingin mengalami keracunan makanan.

Namun, terkadang hal ini sulit dihindari karena berbagai penyebab di luar kendali kita.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama jika mengalami keracunan makanan. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Penyebab Keracunan Makanan

Keracunan makanan biasanya disebabkan oleh kontaminasi makanan atau minuman oleh kuman atau bahan berbahaya.

Mengutip dari Mayo Clinic, beberapa penyebab umum keracunan makanan adalah:

Bakteri: Seperti Salmonella, E. coli, dan Listeria.
Virus: Seperti Norovirus dan Hepatitis A.
Toksin: Racun yang dihasilkan oleh bakteri atau bahan kimia tertentu.
Parasit: Yang dapat hidup di usus manusia.
Jamur: Yang menghasilkan racun.
Bakteri yang membawa racun: Seperti Clostridium botulinum.

Baca Juga: MyPertamina Hadirkan Promo! Dapatkan Double Points dan Bonus E-Voucher untuk Setiap Transaksi di Akhir Pekan Selama Bulan Mei dan Juni 2024

Kontaminasi dapat terjadi di berbagai tahap, mulai dari penanaman, pemanenan, pengolahan, penyimpanan, hingga penyiapan makanan.

Bakteri penyebab penyakit juga dapat ditemukan di kolam renang, danau, sungai, dan air laut.

Bahkan, hewan pembawa penyakit juga dapat menjadi sumber kontaminasi.

Gejala Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan biasanya muncul dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Gejala umum meliputi:

Sakit perut
Diare
Mual dan muntah
Diare dengan tinja berdarah
Nyeri dan kram perut
Demam
Sakit kepala

Pada kasus yang lebih parah, keracunan makanan dapat mempengaruhi sistem saraf dan menimbulkan gejala seperti:

Penglihatan ganda atau kabur
Sulit menelan
Badan terasa lemas dan lemah
Kesemutan atau mati rasa
Perubahan suara

Pertolongan Pertama Keracunan Makanan

Mengutip dari Siloam Hospital, berikut adalah langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan saat mengalami keracunan makanan:

Baca Juga: PROMO BESAR-BESARAN SAMBUT GAJIAN BULAN MEI! Dapatkan Voucher Harga Spesial dengan Belanja di Sayurbox, Buruan Sebelum Kehabisan!

1. Penuhi Asupan Cairan Tubuh

Minumlah air putih sedikit demi sedikit namun sering untuk mencegah dehidrasi dan membantu membuang racun dari tubuh.

Minuman yang mengandung elektrolit, jus buah, atau air kelapa juga dapat membantu memulihkan kadar karbohidrat dan mengatasi rasa lemas.

2. Muntah dalam Posisi Duduk

Jika masih terasa mual, posisikan kepala lebih tinggi atau duduk tegak saat muntah.

Ini mencegah muntahan masuk ke saluran pernapasan.

Saat ingin makan atau minum, lakukan dalam posisi duduk dengan porsi kecil namun sering.

3. Pilih-pilih Makanan yang Dikonsumsi

Saat gejala keracunan masih ada, pilih makanan yang rendah serat dan mudah dicerna, seperti biskuit, bubur, kaldu ayam, dan kentang.

Hindari makanan berlemak, digoreng, berbumbu, tinggi gula, dan makanan atau minuman yang mengandung susu.

4. Minum Air Jahe

Air rebusan jahe dapat membantu mengurangi gejala keracunan seperti nyeri perut dan mual. Jahe juga menenangkan saluran pencernaan.

5. Jangan Konsumsi Obat Tanpa Resep Dokter

Muntah dan diare adalah cara alami tubuh untuk mengeluarkan racun.

Hindari mengonsumsi obat antidiare tanpa resep dokter karena dapat memperburuk gejala.

Baca Juga: Promo Gila-Gilaan! 2 Ayam Penyet dan 2 Es Teh Manis Cuma 20 Ribu di Ayam Koplo, Buruan Pesan Sekarang di Grab Food!

6. Cukup Istirahat

Setelah gejala berkurang, tetaplah beristirahat untuk memberi waktu pada tubuh agar pulih sepenuhnya sebelum kembali beraktivitas.

Mengetahui langkah-langkah pertolongan pertama dalam kasus keracunan makanan sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih buruk.

Selalu jaga kebersihan dan pastikan makanan yang Anda konsumsi bebas dari kontaminasi.

Jika gejala keracunan tidak kunjung membaik, segera cari bantuan medis untuk penanganan lebih lanjut.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.