Boyolali Urban Legend! Rahasia Mitos Ritual Kungkum di Umbul Sungsang: Benarkah Bisa Mengatasi Berbagai Masalah?

JATENG.AKURAT.CO, Di balik keindahan alamnya yang memukau, Boyolali menyimpan legenda dan mitos menarik yang diwariskan turun-temurun.
Salah satu yang terkenal adalah Mitos Ritual Kungkum di Umbul Sungsang, sebuah tradisi yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai masalah dalam hidup.
Umbul Sungsang, sebuah mata air alami yang terletak di wilayah Pengging, Boyolali, sejak lama dikenal sebagai tempat yang memiliki aura mistis dan dikeramatkan.
Konon, air di Umbul Sungsang memiliki kekuatan istimewa yang dapat memberikan berbagai manfaat bagi mereka yang melakukan ritual kungkum di sana. Lalu benarkah mitos tersebut? Mari kita bedah bersama-sama!
Sekilas tentang Umbul Sungsang di Boyolali
Sebelum melihat penjelasan lebih lanjut tentang mitos ritual kungkum, Kawan bisa mengetahui lokasi Umbul Sungsang terlebih dahulu.
Umbul Sungsang ini berada di Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Umbul Sungsang ini berada di kompleks pemandian Pengging.
Terdapat beberapa tempat pemandian lain yang bisa Kawan kunjungi ketika berkunjung ke lokasi ini, seperti Umbul Temanten dan Umbul Ngabean.
Seperti yang sudah disinggung pada bagian sebelumnya, Umbul Sungsang ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Kasunanan Surakarta, yakni Sri Paduka Paku Buwono X.
Pada awalnya pemandian ini hanya diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan raja beserta keluarganya.
Masyarakat biasa dulunya tidak diperbolehkan untuk menggunakan Umbul Sungsang ini.
Namun seiring berjalannya waktu, Umbul Sungsang sudah dibuka untuk umum dan menjadi salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi ketika berlibur ke Boyolali.
Mitos Ritual Kungkum
Ritual kungkum merupakan salah satu tradisi yang diadakan di Umbul Sungsang.
Tradisi ini biasanya diadakan secara periodik. Biasanya ritual kungkum ini diadakan setiap malam Jumat Pahing.
Puncak dari ritual ini biasanya akan diadakan pada malam Jumat Pahing di bulan Suro.
Pada dasarnya, ritual kungkum ini dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan berendam ke dalam air Umbul Sungsang.
Akan tetapi, waktu berendam ini diadakan pada malam hari.
Biasanya ritual kungkum di Umbul Sungsang diadakan secara bertahap, mulai dari pukul 22.00 WIB hingga 03.00 WIB.
Heri Nuraini dkk. dalam artikel "Makna Mitos Ritual Kungkum di Umbul Sungsang Pengging Boyolali" menjelaskan bahwa terdapat mitos yang diyakini oleh masyarakat sekitar terkait ritual ini.
Setidaknya terdapat tiga versi mitos yang beredar terkait ritual kungkum yang diadakan di Umbul Sungsang.
1. Versi Pertama
Versi pertama menyebutkan bahwa ritual kungkum ini berasal dari kebiasaan orang zaman dahulu ketika mendapatkan sebuah masalah.
Diceritakan bahwa dulunya ketika orang-orang mengalami masalah, maka mereka akan melakukan ritual kungkum di Umbul Sungsang.
Dengan demikian, masalah yang dialami oleh setiap orang diyakini akan teratasi ketika selesai melaksanakan ritual tersebut.
2. Versi Kedua
Versi kedua terkait mitos ritual kungkum berkaitan dengan kebiasaan para raja di masa lalu.
Raja-raja terdahulu diketahui sering menggunakan Umbul Sungsang sebagai tempat pemandian ketika sedang memiliki masalah.
Oleh sebab itu, ritual kungkum ini menjadi perwujudan untuk meniru kebiasaan raja terdahulu dalam mengatasi masalah yang sedang dialaminya.
3. Versi Ketiga
Versi terakhir dari ritual kungkum di Umbul Sungsang ini berkaitan dengan apa yang sering dilakukan oleh Bagus Burhan atau Ronggowarsito.
Sebagai salah seorang pujangga yang terkenal di kalangan masyarakat Jawa, kebiasaan Ronggowarsito dalam melakukan ritual ini pada akhirnya banyak ditiru oleh banyak kalangan orang.
Penjelasan di Balik Mitos
Walaupun banyak yang menganggap ritual kungkum di Umbul Sungsang memiliki kekuatan mistis, ada juga penjelasan rasional di baliknya.
Kungkum atau berendam di air pada malam hari bisa memberikan efek relaksasi dan ketenangan.
Air yang mengalir dan suasana tenang di Umbul Sungsang bisa membantu meredakan stres dan memberi kesempatan untuk refleksi diri.
Selain itu, air di Umbul Sungsang yang diyakini memiliki kandungan mineral tertentu bisa memberikan efek menyegarkan bagi tubuh.
Ritual ini juga bisa menjadi ajang berkumpul dan berbagi pengalaman antarwarga, yang pada akhirnya mempererat hubungan sosial dan memberikan dukungan moral bagi mereka yang sedang menghadapi masalah.
Ritual kungkum di Umbul Sungsang Boyolali adalah salah satu tradisi yang kaya akan makna budaya dan sejarah.
Terlepas dari kepercayaan mistis yang melingkupinya, ritual ini memiliki nilai-nilai sosial dan psikologis yang positif.
Umbul Sungsang sendiri, dengan keindahan alam dan sejarahnya, layak menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Bagi wisatawan, mengunjungi tempat ini bisa menjadi pengalaman yang memperkaya, baik dari segi budaya maupun spiritual.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah







