Jateng

Dari Tempat Eksekusi Mengerikan Menjadi Tempat Berkumpul Asyik: Sejarah Sekilas Alun Alun Sangkala Buana Cirebon!

Theo Adi Pratama | 11 Mei 2024, 17:55 WIB
Dari Tempat Eksekusi Mengerikan Menjadi Tempat Berkumpul Asyik: Sejarah Sekilas Alun Alun Sangkala Buana Cirebon!

JATENG.AKURAT.CO, Alun-Alun Sangkala Buana, yang terletak di depan Keraton Kasepuhan, telah menjalani transformasi menakjubkan dari tempat yang dulu menakutkan menjadi tempat yang ramai dan ramah.

Pasca direnovasi pada tahun 2022, tempat ini kembali menjadi pusat aktivitas warga yang penuh warna.

Baca Juga: Keindahan Tersembunyi Wisata Air Terjun Tumpak Sewu: Air Terjun Bertingkat yang Lebih Spektakuler dari Niagara!

Mengenal Sejarah Kelam

Namun, dibalik keramaian yang kini terlihat, Alun-Alun Kasepuhan menyimpan sejarah kelam dari masa lalu.

Pada zaman Hindia Belanda, tempat ini menjadi tempat yang ditakuti oleh warga Cirebon. Alun-Alun Kasepuhan digunakan sebagai tempat eksekusi para narapidana.

Salah satu catatan sejarah terkenal berasal dari koran Belanda, De Avondpost, edisi 5 Juni 1926, yang menceritakan eksekusi mati seorang pria bernama Soetrisno, yang dihukum karena membunuh seorang opsir polisi.

Eksekusi dilakukan di Alun-Alun Kasepuhan di depan ribuan orang.

Tiang Pancang yang Menakutkan

Tiang eksekusi terletak di sisi utara Alun-Alun Kasepuhan, tidak jauh dari jalan raya dan hampir berhadapan langsung dengan pintu masuk keraton.

Terdiri dari dua tiang kayu jati dan batu bata, tiang ini diyakini telah berdiri sejak era Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran.

Bagi masyarakat Cirebon, tiang ini menjadi simbol ketakutan.

Mereka enggan melewati alun-alun, terutama pada malam hari, karena takut bertemu dengan arwah para terhukum yang dieksekusi.

Baca Juga: Keindahan Tersembunyi Grojogan Sewu: Air Terjun Bertingkat yang Bikin Kamu Takjub! Begini Sejarah, Harga Tiket dan Fasilitas

Perubahan Masa Kolonial

Namun, seiring dengan dominasi Belanda di Cirebon, hukuman mati kepada narapidana mulai dihapuskan.

Pemerintah kolonial menganggapnya sebagai tindakan kejam dan barbar.

Saat pemerintah Belanda berencana membangun perumahan di dekat alun-alun, sultan Kasepuhan diminta untuk menghilangkan tiang eksekusi.

Meskipun sebagian masyarakat setuju dengan penghilangan tersebut, namun sebagian lainnya meminta agar tiang tersebut tetap berdiri sebagai simbol sejarah.

Transformasi Menjadi Tempat Berkumpul

Setelah tiang eksekusi dihilangkan, Alun-Alun Kasepuhan mengalami perubahan signifikan.

Pemerintah membersihkan lapangan dan memasang hamparan bunga di sekitar tiang, sehingga tempat tersebut terlihat lebih indah dan menyenangkan.

Kini, Alun-Alun Sangkala Buana menjadi tempat berkumpul warga yang penuh kegiatan, dengan pedagang dan permainan yang menarik pengunjung dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Nggak Percaya! Rumah Murah di Rembang Cuma Segini Harganya? Rekomendasi Tempat Hunian Nyaman dan Murah Meriah

Alun-Alun Sangkala Buana di depan Keraton Kasepuhan bukan lagi tempat yang menakutkan, melainkan tempat yang membanggakan bagi warga Cirebon.

Dengan sejarahnya yang beragam, tempat ini menjadi simbol perubahan dari masa lalu yang kelam menuju masa depan yang cerah.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.