Menguak Tabir Misteri Neo Tiew Estate Singapura: Kisah Angker tentang Pontianak yang Terperangkap serta Jejak Perjudian

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah hiruk pikuk Singapura yang modern, tersembunyi sebuah kisah angker di Neo Tiew Estate.
Kawasan pemukiman yang kini terbengkalai ini konon dihantui oleh sosok Pontianak, makhluk menyeramkan dari cerita rakyat Melayu yang diyakini sebagai arwah perempuan yang meninggal saat melahirkan.
Legenda Pontianak dan Sang Penjudi
Menurut cerita yang beredar, hantu Pontianak yang bergentayangan di Neo Tiew Estate terjebak akibat dendam pada seorang penjudi.
Penjudi tersebut nekat memaku tujuh buah paku ke pohon pisang di sekitar pemukiman.
Dalam kepercayaan masyarakat Melayu, pohon pisang kerap dikaitkan dengan keberadaan Pontianak.
Dengan memaku pohon tersebut, penjudi itu berharap mendapatkan bantuan Pontianak untuk memenangkan lotere.
Namun, setelah permohonannya tak terkabulkan, penjudi tersebut nekat meninggalkan paku-paku tersebut tertancap di pohon pisang dan melarikan diri.
Akibatnya, arwah Pontianak yang terikat dengan pohon pisang pun terperangkap di Neo Tiew Estate.
Dari Kawasan Permukiman Menjadi Arena Latihan Militer
Neo Tiew Estate, yang dibangun pada tahun 1979, dinamai dari pebisnis yang turut berperan dalam pengembangan area Lim Chu Kang di awal abad ke-20.
Kawasan ini dulunya terdiri dari tiga blok bangunan berlantai tiga, pasar basah, dan arena bermain anak.
Namun, pada tahun 2002, Neo Tiew Estate dijual secara keseluruhan dan kini digunakan sebagai tempat latihan tempur perkotaan oleh Angkatan Bersenjata Singapura.
Menyeramkan Meski Tak Bisa Diakses
Meskipun area Neo Tiew Estate saat ini terlarang untuk dimasuki masyarakat umum, ketakutannya masih bisa dirasakan dari kejauhan.
Bangunan-bangunan yang terbengkalai dan kisah Pontianak yang terperangkap semakin menambah kesan angker pada tempat ini.
Percaya atau tidak terhadap legenda tersebut tergantung pada Anda.
Namun, kisah Neo Tiew Estate menjadi pengingat bahwa di balik modernisasi kota, tersimpan cerita rakyat dan mitos yang masih hidup di tengah masyarakat.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 8Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






