Jateng

Fakta Unik Vibes! Siapa Sangka Blora Ternyata Pernah Memiliki Sebuah Stasiun Kecil! Berikut Sejarah dan Perjalanan Stasiun Blora dan Kondisi Terkini

Theo Adi Pratama | 7 Agustus 2024, 09:00 WIB
Fakta Unik Vibes! Siapa Sangka Blora Ternyata Pernah Memiliki Sebuah Stasiun Kecil! Berikut Sejarah dan Perjalanan Stasiun Blora dan Kondisi Terkini

JATENG.AKURAT.CO, Blora, kota yang terkenal dengan minyak dan batiknya, ternyata menyimpan sebuah rahasia menarik di masa lalu.

Siapa sangka, kota ini pernah memiliki sebuah stasiun kereta api yang cukup ramai?

Stasiun Blora, begitulah namanya, pernah menjadi saksi bisu perkembangan kota dan menjadi pusat lalu lintas di zamannya.

Namun, seiring berjalannya waktu, stasiun ini perlahan ditinggalkan dan kini hanya menyisakan bangunan tua yang menyimpan segudang cerita.

Penasaran seperti apa perjalanan stasiun ini dari masa ke masa? Yuk, kita telusuri bersama sejarah dan kondisi terkini Stasiun Blora!

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Mengenal Sejarah dan Perjalanan Stasiun Demak, Saksi Bisu Perkembangan Kota Demak Dimasa Lalu!

Sejarah Stasiun Blora

Stasiun Blora (BLA) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kedungjenar, Blora, Blora.

Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang dan dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS). Pembangunan stasiun ini bersamaan dengan jalur kereta api Wirosari–Blora, yang selesai pada tanggal 13 September 1894.

Fungsi Penting dalam Masa Kejayaannya

Pada masa kejayaannya, Stasiun Blora berfungsi untuk mengangkut penumpang dan hasil hutan dari Cepu dan Blora ke berbagai kota, khususnya ke Jepara yang terkenal sebagai pusat industri kerajinan mebel.

Jalur kereta api Cepu–Blora dibuka pada tanggal 1 November 1901, sedangkan jalur Rembang–Blora dibuka pada tanggal 15 Juni 1902.

Stasiun ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial, membantu menghubungkan Blora dengan kota-kota lain di Jawa Tengah.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Selain Stasiun Juwana, Pati Juga Punya Stasiun Kereta Api Lainnya! Berikut Sejarah dan Perjalanan Singkat Stasiun Kereta Api Pati

Penutupan dan Transformasi

Stasiun Blora dan jalurnya tetap beroperasi hingga akhirnya dinonaktifkan pada tahun 1987.

Jalur ini sebagian dicabut pada tahun 1996 bersamaan dengan penutupan jalur Wirosari–Kradenan karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum.

Kini, emplasemennya telah bertransformasi menjadi jalan raya (Jalan Pemuda), menyisakan hanya jejak-jejak sejarah yang samar.

Bangunan dan Kondisi Terkini

Stasiun Blora memiliki depo lokomotif dengan ornamen logo roda bersayap PJKA pada bagian gunungan atapnya, yang menjadi ciri khas arsitektur bangunan pada masa itu.

Bangunan utama stasiun kini telah beralih fungsi menjadi kios, sementara beberapa bagian lain dari stasiun juga digunakan untuk kegiatan ekonomi lokal.

Meskipun sudah tidak berfungsi sebagai stasiun kereta api, bangunan tua ini tetap berdiri kokoh, menjadi saksi bisu sejarah panjang kota Blora.

Baca Juga: Fakta Unik Vibes! Tidak Disangka Pati Pernah Memiliki Stasiun Kereta Sendiri! Ini Dia Sejarah Stasiun Kereta Api Juwana

Stasiun Blora, dengan segala cerita dan peran pentingnya di masa lalu, tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah kota Blora.

Meskipun kini telah berubah fungsi dan tidak lagi beroperasi sebagai stasiun kereta api, jejak sejarahnya masih bisa dilihat dan dirasakan.

Bangunan tua ini menyimpan kenangan masa lalu yang penuh dinamika, mengingatkan kita pada perjalanan waktu dan kemajuan yang pernah dialami kota Blora.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.