Tersembunyi di Kendal, Jawa Tengah: Pesona Desa Boja yang Penuh Sejarah dan Keistimewaan, Begini Asal Usulnya

JATENG.AKURAT.CO, Desa Boja merupakan salah satu daerah yang terletak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Meski terletak di Kendal, Desa Boja berdekatan dengan Semarang, membuatnya memiliki akses yang strategis antara kedua wilayah tersebut.
Wilayah Desa Boja membentang dari timur di Pertigaan Jamban hingga ke barat di Pasar Boja, dan dari Dusun Sembung di selatan hingga Dusun Ngadibolo di sebelah utara.
Desa ini terdiri dari 10 dusun yaitu Jagalan, Sapen, Gentan Lor, Gentan Kidul, Kauman, Gedangan, Penaton, Pilang, Klesem, dan Ngadibolo.
Hampir 65% dari wilayah desa ini merupakan permukiman, sementara sisanya adalah persawahan dan lahan kebun masyarakat.
Asal Usul dan Sejarah Desa Boja
Sejarah Desa Boja tidak dapat dipisahkan dari tokoh terkenal, Ki Ageng Pandanaran, yang dikenal sebagai Bupati pertama Semarang.
Ki Ageng Pandanaran adalah keturunan dari Pangeran Mode Pandan, seorang keturunan Sultan Demak, Raden Bagus Sebrang Lor atau Pangeran Adipati Sepuh.
Pangeran Mode Pandan bersama putra dan putrinya, Raden Pandanaran dan Ni Pandansari, serta beberapa pengawal, meninggalkan Demak menuju barat daya untuk menyebarkan agama Islam.
Mereka sampai di daerah yang disebut Pulau Tiring, di mana Pangeran Mode Pandan mendirikan pesantren dan mengajarkan tata cara bertani yang baik.
Nama Semarang konon berasal dari kata "Asem" dan "Arang" karena daerah tersebut dulunya jarang terdapat pohon asem.
Pulau Tiring kemudian dikenal dengan nama Semarang karena pertumbuhan tanaman yang subur dan kehadiran pesantren.
Setelah mendirikan pesantren di Semarang, Raden Pandanaran menjadi Bupati pertama di Semarang, tetapi kemudian ia memilih untuk menyebarkan agama Islam lebih jauh dan pergi ke arah selatan, ke daerah yang sekarang disebut Tembayat, dan dikenal sebagai Sunan Bayat.
Perjalanan Ni Pandansari dan Pembentukan Desa Boja
Setelah kepergian Raden Pandanaran, adiknya Ni Pandansari berkeinginan mengikuti jejak kakaknya.
Bersama dengan pengawal setianya, Ki Wonobodro dan Ki Wonosari, Ni Pandansari menuju selatan Semarang ke daerah Blimbing Segulung, di mana ia menjadi murid di perguruan yang dipimpin oleh Ki Jiwaraga.
Di sekitar perguruan tersebut terdapat daerah yang dikenal dengan Tegal Sekaran, terkenal dengan keindahan bunganya.
Di sini, Ni Pandansari menunjukkan kemampuannya dengan menciptakan sumber mata air yang disebut Sendang Sebrayat.
Kemudian, Ni Pandansari bertemu dengan Ki Dhapuraja, seorang utusan dari Keraton Cirebon.
Keduanya menikah dan memutuskan untuk hidup mandiri.
Mereka kemudian membuka daerah baru dan menyebarkan agama Islam.
Saluran air yang dibuat oleh Ni Pandansari dari Sendang Sebrayut menjadi sangat penting bagi warga sekitar, dikenal sebagai saluran se Dapu.
Akhir Hayat dan Warisan
Setelah kematian suaminya, Ki Dhapuraja, Ni Pandansari tinggal bersama Ki Wonobodro.
Ki Wonobodro kemudian mempunyai seorang anak bernama Kyai Boja, yang menjadi lurah pertama di Desa Boja.
Kyai Boja dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dan dihormati oleh masyarakat.
Hingga akhir hayatnya, Kyai Boja dimakamkan di pekuburan sebelah selatan desa, dengan makam yang tidak dibuat permanen sesuai dengan kesederhanaannya.
Desa Boja, dengan sejarahnya yang kaya dan tokoh-tokoh pentingnya, tidak hanya menjadi tempat tinggal yang subur dan strategis, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan penyebaran agama Islam dan perkembangan sosial masyarakat di wilayah tersebut.
Desa ini terus berkembang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai sejarah dan budaya yang diwariskan oleh para pendahulunya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 7Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 8Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 9Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 10UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin









