Jateng

Dibalik Keindahan Sejarah dan Fungsi Gedungnya, Ternyata Pasir Ris Red House Singapura ini Menyimpan Misteri dan Rahasia Kelam yang Masih Dicari!

Theo Adi Pratama | 10 Mei 2024, 21:02 WIB
Dibalik Keindahan Sejarah dan Fungsi Gedungnya, Ternyata Pasir Ris Red House Singapura ini Menyimpan Misteri dan Rahasia Kelam yang Masih Dicari!

JATENG.AKURAT.CO, Di balik tembok merah yang memudar, tersimpan segudang cerita horor dan misteri yang telah menarik para pemburu hantu selama beberapa dekade di Singapura.

Pasir Ris Red House, salah satu dari tiga rumah warna berhantu yang terkenal di negara itu, telah menjadi tempat yang dipenuhi misteri sejak lama, menarik minat baik dari kalangan lokal maupun turis.

Pada Jalan Loyang Besar 191, berdiri megah Pasir Ris Red House yang konon memiliki sejarah yang kaya akan kisah-kisah tragis dan misteri.

Bangunan ini pertama kali dimiliki oleh Sir Percy McNeice, seorang pegawai negeri sipil Inggris yang menjadi tokoh penting dalam pemerintahan Singapura pada masa lalu.

Baca Juga: Kisah Angker Arwah Makhluk Mitologi yang Menanti di Sungei Api Api dan Pasir Ris Park Singapura: Siapkah Anda Bertemu Mereka?

Namun, tidak seperti masa kejayaannya sebagai pusat kegiatan sosial dan tempat berkumpul penduduk setempat, Pasir Ris Red House kemudian menjadi saksi dari peristiwa yang tak terlupakan.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa selama masa Pendudukan Jepang dari tahun 1942 hingga 1945, Pasir Ris red House digunakan sebagai tempat penampungan dan penitipan anak-anak.

Kisah tragis terjadi di dalam temboknya, dengan diceritakan bahwa banyak guru dan anak-anak menjadi korban pembantaian yang kejam.

Tidak hanya itu, cerita lain mengisahkan kisah seorang pria yang membunuh istri dan anak-anaknya di dalam rumah sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya.

Baca Juga: Legenda dan Sejarah Pasir Ris Red House di Singapura: Dari Kisah Angker yang Mencekam Berubah Menjadi Sekolah yang Nyaman

Konon, arwah keluarga tersebut masih gentayangan di sekitar rumah, menambah aura keangkeran tempat ini.

Setelah ditinggalkan oleh keluarga Tang, Pasir Ris Red House menjadi tujuan populer bagi para pencari sensasi paranormal.

Banyak yang berani memasuki bangunan yang bobrok ini hanya untuk menyaksikan fenomena aneh, seperti kursi goyang yang bergerak sendiri dengan boneka duduk di atasnya atau bayangan anak-anak yang berlari-larian di dalam rumah.

Mitos pun berkembang, termasuk kepercayaan bahwa sebatang rokok harus diletakkan di mulut patung singa batu di gerbang depan sebagai imbalan perlindungan.

Baca Juga: Kisah Angker Dibalik Bekas Gedung Changi Hospital Singapura: Misteri Neraka Dunia yang Dihantui Arwah Korban Perang yang Gelisah

Waktu yang dibutuhkan rokok untuk terbakar sepenuhnya bahkan dijadikan patokan bagi keberanian seseorang menjelajahi rumah tanpa cedera.

Meskipun masa lalunya yang kelam, Pasir Ris Red House akhirnya diberi kesempatan kedua sebagai lokasi untuk prasekolah Odyssey pada awal 2010-an.

Bangunan yang kini telah direnovasi tetap menyimpan sejarahnya yang angker, menjadi bukti dari warisan mistis yang melekat pada tempat tersebut.

Odyssey Loyang, kampus prasekolah ketiga di Singapura, kini berdiri di tanah yang dulunya dikenal sebagai Pasir Ris Red House.

Namun, meskipun telah berubah menjadi tempat pendidikan yang cerah, cerita-cerita misterius dan masa lalu yang penuh teka-teki dari Pasir Ris Red House tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah yang ingin diungkap kembali.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.