Jateng

Mengenal Semarang Tempo Dulu: Kisah Sejarah Kota Semarang yang Menghebohkan, Benarkah Sebagian Wilayah Semarang Dulu Adalah Lautan?

Theo Adi Pratama | 14 Maret 2024, 11:37 WIB
Mengenal Semarang Tempo Dulu: Kisah Sejarah Kota Semarang yang Menghebohkan, Benarkah Sebagian Wilayah Semarang Dulu Adalah Lautan?

AKURAT.CO, Kota Semarang, ibu kota Jawa Tengah dan salah satu pusat bisnis terbesar di pesisir utara Jawa Tengah, tidak hanya dikenal karena keberagaman budayanya, tetapi juga karena kisah-kisah mistis yang menyelimuti sejarah dan perkembangannya.

Sebagai salah satu tujuan wisata utama di Indonesia, Kota Semarang menarik minat para pengunjung dengan peninggalan sejarahnya yang kaya serta riwayat yang kental akan keberagaman suku bangsa.

Meskipun saat ini Kota Semarang terbagi menjadi daerah bawah dan daerah atas, yang berkembang menjadi pusat kota, namun kisah sejarahnya membawa kita pada waktu yang jauh lebih lama—sekitar 800 tahun yang lalu.

Pada masa itu, sebagian daerah Kota Semarang bagian bawah ternyata merupakan lautan yang luas.

Baca Juga: Menyusuri Sungai Angker di Indonesia: Misteri Sungai Musi, Legenda Hantu Banyu yang Menghantui Kota Palembang

Salah satu bukti sejarah yang menunjukkan bahwa daerah tersebut dulunya adalah lautan adalah lokasi dari Klenteng Sam Poo Kong.

Klenteng ini dahulu menjadi tempat berlabuhnya Laksamana Cheng Ho, yang menepi di Pantai Simongan pada awal abad ke-15.

Gua batu di dekat pantai tersebut digunakan oleh Cheng Ho untuk mengobati juru mudi kapalnya yang sakit parah, Wang Ji Hong.

Setelah kondisi Wang Ji Hong membaik, Cheng Ho melanjutkan perjalanannya, namun beberapa awak kapal memilih untuk menetap di Simongan.

Baca Juga: Menyusuri Sungai Angker di Indonesia: Misteri Sungai Bengawan Solo, Kedung Maya dan Siluman Buaya Putih

Wilayah yang kini menjadi Kelurahan Ngemplak Simongan ini merupakan lahan pertama yang kini telah menjadi daratan dari laut.

Selain itu, bukti geologis juga menunjukkan bahwa wilayah Semarang dulunya merupakan lautan. Di Kelurahan Gisikdrono, banyak ditemukan kerang dengan spesies Balamnus sp., yang menjadi ciri khas dari wilayah pesisir.

Pendangkalan yang terjadi pada masa itu merupakan alasan utama bagi perubahan dari lautan menjadi daratan.

Bahkan, pendangkalan yang cukup parah pada masa itu membuat garis pantai Semarang bergeser sekitar 7 kilometer dari posisinya yang dulu.

Baca Juga: Menelusuri Lokasi Syuting yang Angker: Pulau Satonda, Misteri di Balik Lokasi Syuting Film Horor Jailangkung

Wilayah seperti Tugu Muda dan Lawang Sewu, yang kini berada jauh dari garis pantai, dulunya merupakan bagian dari daerah tepi laut.

Peristiwa pendangkalan ini juga memengaruhi wilayah sekitar Candi yang merupakan perbukitan.

Pada masa itu, bahkan kaki-kaki perbukitan tersebut masih terkena gelombang laut.

Kisah sejarah yang menghebohkan ini memberikan kita gambaran yang menakjubkan tentang bagaimana Kota Semarang—yang kini merupakan salah satu pusat kota utama di Jawa Tengah—dahulu adalah lautan yang luas.

Sebagai tambahan, peristiwa pendangkalan ini juga terjadi di wilayah lain di pantai utara pulau Jawa, termasuk di Jepara yang dulunya merupakan sebuah pulau tersendiri sebelum menyatu dengan pulau Jawa seperti sekarang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.