Jateng

Perempuan Mendengar: Agustina WP Soroti Pentingnya Manajemen Stres dan Ruang Publik Gratis untuk Kesehatan Mental

Theo Adi Pratama | 30 September 2024, 12:55 WIB
Perempuan Mendengar: Agustina WP Soroti Pentingnya Manajemen Stres dan Ruang Publik Gratis untuk Kesehatan Mental

JATENG.AKURAT.CO, Program “Perempuan Mendengar,” yang digagas oleh Riezky Delastama (MasRD), menjadi ajang penting dalam membahas isu-isu kesehatan mental di kalangan Gen Z dan Milenial.

Acara ini menampilkan berbagai narasumber, termasuk Agustina WP, calon walikota Semarang, bersama influencer Marsha Natika dan psikolog Dewi Marianty.

Fokus utama diskusi adalah pada masalah seperti depresi, bullying, stres, hingga anarkisme remaja, yang sering dihadapi oleh anak muda di era digital ini.

Baca Juga: Event Vibes! Acara Seru Economic Project 2024: Menghadirkan Tema Nuansa Fun Games Kasino yang Seru di Purwokerto

Manajemen Stres: Kunci untuk Hidup Lebih Bahagia

Agustina WP, yang memiliki perhatian khusus terhadap isu mental health, menyebut bahwa salah satu solusi utama untuk mengatasi masalah ini adalah dengan manajemen stres.

“Jika kita bisa mengelola stres dengan baik, hidup kita akan lebih bahagia,” ujarnya.

Agustina percaya bahwa manajemen stres bukan hanya soal menghadapi tekanan, tetapi juga bagaimana seseorang dapat menemukan keseimbangan hidup yang lebih sehat dan bahagia.

Dalam pandangannya, kesehatan mental merupakan fondasi penting untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, khususnya bagi generasi muda yang sering terpapar tekanan sosial dan digital.

Ruang Publik Gratis untuk Aktualisasi Diri

Lebih jauh, Agustina WP menekankan pentingnya ruang publik gratis yang disediakan oleh pemerintah.

Menurutnya, anak muda membutuhkan tempat untuk berekspresi dan mengaktualisasi diri secara positif.

“Saat ini, masih ada yang kurang sinkron antara apa yang diinginkan oleh anak muda dan apa yang disediakan oleh pemerintah,” kata Agustina.

Ia menyebut bahwa pemerintah perlu melibatkan anak muda secara aktif dalam proses pembuatan kebijakan, misalnya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Dengan melibatkan mereka, aspirasi generasi muda dapat diakomodasi dengan lebih baik dalam kebijakan yang relevan.

Baca Juga: Event Vibes! P4SUK4N KONSER!!! Dewaratna Expo 2024 Siap Guncang Slawi: Ndarboy Genk dan Tony Q Rastafara Siap Bikin Malam Kamu Tak Terlupakan!

Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Kesehatan Mental

Baik Agustina WP maupun Riezky Delastama sepakat bahwa masalah kesehatan mental bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.

Riezky menegaskan bahwa komunitas-komunitas lokal perlu turut andil dalam mendukung kesehatan mental anak muda.

“Pemerintah harus menyediakan lebih banyak ruang publik gratis, karena anak muda butuh tempat untuk menyalurkan energi mereka ke hal-hal yang positif,” jelasnya.

Agustina menambahkan bahwa pemerintah sebenarnya memiliki dana yang cukup untuk mendukung kegiatan anak muda di Semarang.

Namun, yang terpenting adalah bagaimana dana tersebut dapat disalurkan dengan tepat guna sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi anak muda.

“Pemerintah harus mendengar, bukan lagi mendikte masyarakat,” tegas Agustina.

Baca Juga: Ajak Mahasiswa Sukseskan Pilkada Serentak, FH Unwahas Gandeng KPU Gelar KPU Goes To Campus

Mendengar untuk Masa Depan yang Lebih Sehat

Program “Perempuan Mendengar” tidak hanya menjadi platform untuk membahas masalah kesehatan mental, tetapi juga wadah penting untuk menyuarakan aspirasi generasi muda.

Agustina WP dan para narasumber lainnya mengajak pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang yang lebih inklusif dan mendukung kesehatan mental.

Melalui manajemen stres yang baik dan penyediaan ruang publik gratis, generasi muda dapat menemukan tempat untuk berekspresi dan tumbuh secara positif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.