PW GP Ansor Jateng Dukung Gus Mentri Agar Masyarakat Tidak Memilih Capres yang Pernah Mempolitisasi Agama

AKURAT.CO SEMARANG - Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly telah mengeluarkan pernyataan yang mendukung penuh imbauan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, yang lebih dikenal sebagai Gus Yaqut.
Sebelumnya, Gus Yaqut menyatakan agar masyarakat tidak memilih calon presiden yang pernah menggunakan agama sebagai alat politik.
Baca Juga: PW GMPI Jateng Gelar Budaya Jaran Kepang Bareng WMSB Songsong Harlah Ke-30
Dalam pernyataan dukungannya kepada Gus Yaqut, Sholahuddin Aly yang akrab dipanggil Gus Sholah ini menekankan pentingnya tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat politik.
"Politik identitas merupakan politik ketinggalan jaman, di berbagai negara modern politik identitas sudah ditinggalkan. Karena mereka menyadari tidak bisa berdiri diatas identitas suku ras dan agama," ungkap Gus Sholah di Semarang, Selasa 3 Oktober 2023.
Baca Juga: Hindari Dampak Banjir Poktan Utomo Sari Luhur Perbaiki Saluran Air
Sebenarnya cita-cita para pendiri bangsa Indoensia metupakan cita-cita yang luhur, dan memiliki visi yang jauh kedepan. Komitmen Bangsa Indonesia berada diatas keberagaman. Bahkan menjunjung tinggi perbedaan dalam suku, ras, dan agama.
"Politisi jangan memainkan peran dalam politik identitas, baik berlatar belakang suku, ras, agama, budaya atau kedaerahan ini jelas-jelas namanya memecah belah bangsa Indoensia. Mereka sama saja memainkan politik jadul (jaman dulu-red) jauh dari semangat ke Indonesia-an," tegasnya.
Baca Juga: Cekatan Tangani Banjir, Mbak Ita Dapat Apresiasi dari Ketua PKS
Memainkan peran dengan politik identitas berdamak ada perecahan bangsa Indonesia.
Memanf tujuan awal dari politik identitas hanya untuk mediskriminasikan sosok lawan politik nya saja. Tapi hal itu dapat berkembang menjadi diskriminasi kelompok lain, hal ini berpotensi perpecahan bangsa Indonesia," ungkapnya.
Perpecahan itu tidak akan langsung segera pulih, membutuhkan rekonsilaiasi yang panjang dan rasa memaafkan yang lama.
Baca Juga: Berikut 7 Tugas Utama Seorang Psikolog yang Perlu Kamu Pahami
"Politik Identitas itu bagian dari strategi memainkan menanfastkan perbedaan untuk mencari dukungan dengan rasa primordial. Hal ini yang paling bahaya karena dampak sosial politik nya bisa membekas dan memecah belah bangsa," ujarnya.
tidak sampai disitu pelaku politik identitas akan kampanye hitam, berupa hoax, berita bohong dan fitnah.
Baca Juga: Forum Rembug Petani, Berbagi Pengetahuan Dalam Bidang Pertanian Guna Mewujudkan Ketahanan Pangan
"Mereka akan memainkan kabar yang tidak baik dengan menghalalkan segala cara dengn mementingkan tujuannya tercapai. Hal ini bukan politik yang elegan dan berkebangsaan," pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time







