Jateng

SKOR AKHIR! PSMS Medan Tekuk PSIS 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain, Mahesa Jenar Gagal Manfaatkan Keunggulan

Arixc Ardana | 25 Oktober 2026, 22:14 WIB
SKOR AKHIR! PSMS Medan Tekuk PSIS 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain, Mahesa Jenar Gagal Manfaatkan Keunggulan
PSMS Medan Tekuk PSIS 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain, Mahesa Jenar Gagal Manfaatkan Keunggulan

JATENG.AKURAT.CO, PSIS Semarang gagal membawa pulang poin setelah kalah 1-2 dari tuan rumah PSMS Medan.

Bermain dengan keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-38, Mahesa Jenar justru kesulitan menembus pertahanan rapat Ayam Kinantan dan baru mampu mencetak gol hiburan pada masa injury time.

PSMS Medan mengamankan kemenangan berkat dua gol yang dicetak Raihan Utama pada menit ke-22 dan Sivero pada menit ke-31.

Sementara itu, PSIS Semarang hanya mampu membalas satu gol melalui Fitra Ridwan pada menit ke-90+8.

Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi PSIS. Pasalnya, tim tamu memiliki waktu lebih dari satu babak untuk memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, tetapi gagal mengubah situasi tersebut menjadi gol-gol tambahan.

PSMS Unggul Dua Gol pada Babak Pertama

PSMS Medan tampil efektif di hadapan pendukungnya sendiri. Tuan rumah mampu memanfaatkan peluang untuk membangun keunggulan dua gol sebelum pertandingan memasuki menit ke-35.

Raihan Utama membuka keunggulan PSMS pada menit ke-22. Gol tersebut membuat tuan rumah berada di atas angin sekaligus memberikan tekanan kepada PSIS Semarang yang berusaha mengembangkan permainan.

Sembilan menit berselang, PSMS kembali mencatatkan namanya di papan skor. Sivero berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-31.

Keunggulan dua gol membuat PSMS semakin percaya diri. Namun, situasi pertandingan berubah ketika Sivero menerima kartu merah langsung pada menit ke-38.

Sivero diusir dari lapangan setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan. Keputusan tersebut memaksa PSMS melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Kartu merah itu membuka peluang bagi PSIS untuk bangkit. Dengan keunggulan jumlah pemain, tim tamu seharusnya memiliki kesempatan lebih besar untuk menguasai permainan dan mengejar ketertinggalan.

Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh anak asuh Widodo Cahyono Putro.

PSIS Kesulitan Menembus Pertahanan PSMS

Unggul jumlah pemain tidak serta-merta membuat PSIS mampu membongkar pertahanan tuan rumah.

PSMS justru menunjukkan kedisiplinan dalam menjaga keunggulan. Dengan jumlah pemain yang lebih sedikit, tuan rumah mampu mempertahankan organisasi permainan dan membatasi ruang gerak para pemain PSIS.

Pelatih PSIS Semarang, Widodo Cahyono Putro, mengakui pertandingan berlangsung sengit. Ia juga memberikan apresiasi kepada PSMS Medan yang berhasil mengamankan kemenangan.

Menurut Widodo, timnya telah mencoba berbagai cara untuk menciptakan peluang dan mengejar ketertinggalan. PSIS berusaha membangun serangan melalui sisi sayap, jalur tengah, hingga memanfaatkan bola-bola atas.

Namun, berbagai upaya tersebut belum mampu menghasilkan gol sesuai harapan.

"Kita sudah berusaha main dari samping, main dari tengah, bahkan dari bola atas maupun kombinasi permainan bawah. Tapi memang pertahanan PSMS sangat kuat," ujar Widodo dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Widodo menilai rapatnya pertahanan PSMS menjadi salah satu faktor yang menyulitkan timnya. Meski memiliki keunggulan jumlah pemain, PSIS tidak mudah menemukan celah untuk menciptakan peluang berbahaya.

Kondisi tersebut membuat PSIS harus bekerja keras sepanjang sisa pertandingan. Namun, upaya mengejar ketertinggalan baru membuahkan hasil pada penghujung laga.

Gol Fitra Ridwan pada Menit 90+8 Tak Cukup Selamatkan PSIS

PSIS Semarang akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90+8.

Gol tersebut dicetak Fitra Ridwan setelah menerima umpan dari Hari Nur. Penyelesaian Fitra membuat skor berubah menjadi 2-1 dan memberikan harapan bagi PSIS untuk menghindari kekalahan.

Namun, gol yang tercipta pada masa injury time itu tidak cukup untuk mengubah hasil akhir. PSMS tetap mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Bagi PSIS, gol Fitra Ridwan menjadi bukti bahwa tim masih mampu menemukan celah di tengah rapatnya pertahanan lawan. Sayangnya, produktivitas tersebut datang terlalu terlambat untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan.

Dalam kesempatan yang sama, Fitra Ridwan menyampaikan permohonan maaf kepada pendukung PSIS karena timnya belum mampu mencapai target dalam pertandingan tersebut.

Ia menegaskan bahwa PSIS akan berusaha bangkit dan mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya, terutama saat bermain di kandang sendiri.

"Saya mewakili pemain, mungkin kecewa karena target kita mengambil poin di sini. Tapi ke depan kita harus fokus untuk lawan di kandang. Insyaallah, target berikutnya kita bisa menang," kata Fitra.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PSIS bertekad menjadikan kekalahan di Medan sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi laga selanjutnya.

Widodo: Penyelesaian Akhir Harus Diperbaiki

Selain mengevaluasi pertahanan lawan, Widodo menyoroti pentingnya kemampuan timnya dalam mencetak gol sejak awal pertandingan.

Ia berharap PSIS tidak hanya mampu menghasilkan gol pada penghujung laga, tetapi juga dapat memaksimalkan peluang sepanjang pertandingan.

Menurutnya, tim perlu meningkatkan efektivitas serangan, baik melalui kombinasi permainan maupun penyelesaian akhir.

Widodo mengungkapkan bahwa variasi serangan sebenarnya sudah dicoba oleh para pemain. Namun, rapatnya organisasi pertahanan PSMS membuat upaya tersebut belum memberikan hasil yang diinginkan.

"Ke depannya, bagaimana kita berusaha menciptakan gol bukan hanya di akhir, tetapi sejak awal. Kita bisa mengandalkan berbagai kombinasi permainan maupun penyelesaian akhir," ujar Widodo.

Evaluasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi PSIS, terutama dalam menghadapi pertandingan ketika lawan menerapkan pertahanan yang kompak.

Kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain juga menjadi pelajaran penting.

Dalam situasi seperti itu, penguasaan bola dan variasi serangan perlu diimbangi dengan efektivitas untuk mengonversi peluang menjadi gol.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.