Jateng

Setelah 9 Tahun, Sirkuit Sepang Kembali Jadi Tuan Rumah GP Bahrain: Tantangan Panas, Hujan, dan Lintasan Cepat Menanti

Theo Adi Pratama | 1 Oktober 2026, 16:57 WIB
Setelah 9 Tahun, Sirkuit Sepang Kembali Jadi Tuan Rumah GP Bahrain: Tantangan Panas, Hujan, dan Lintasan Cepat Menanti

JATENG.AKURAT.CO, Setelah sembilan tahun absen, Sirkuit Internasional Sepang akhirnya kembali ke kalender Formula 1.

Akhir pekan ini, Malaysia dipercaya menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain, sebuah balapan yang biasanya digelar di Sakhir, Timur Tengah.

Keputusan ini diambil setelah konflik di kawasan Timur Tengah memaksa pembatalan GP Bahrain dan GP Arab Saudi pada April lalu.

Berkat kerja sama antara pemerintah Bahrain, Malaysia, F1, dan FIA, balapan akhirnya dipindahkan ke Sepang.

Ini menjadi momen bersejarah karena pertama kali sejak 2017, mobil-mobil F1 akan kembali melintasi lintasan sepanjang 5,543 kilometer yang terkenal cepat dan mengalir.

Para pembalap pun menyambut antusias. Namun, mereka juga waspada terhadap tantangan cuaca tropis dan degradasi ban yang diprediksi akan sangat berat.

Balapan akan berlangsung 56 lap dan menjadi salah satu yang paling menantang musim ini.

Baca Juga: Kehilangan Kursi Haas, Ocon Tetap Yakin Ada Peluang di F1 2027

Mengapa Malaysia Jadi Tuan Rumah GP Bahrain?

GP Bahrain seharusnya digelar di Sirkuit Sakhir pada 12 April 2026. Namun, perang di Timur Tengah membuat balapan tersebut dan GP Arab Saudi harus dibatalkan.

Setelah melalui perundingan pada Juli, tercapai kesepakatan untuk memindahkan GP Bahrain ke Sepang. Bahrain menanggung sebagian besar biaya, dan acara ini resmi dinamai "Grand Prix Bahrain in Malaysia".

Menurut CEO Bahrain International Circuit, Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa, hubungan baik antara Bahrain dan Malaysia menjadi dasar kerja sama ini.

"Malaysia fantastis, Sepang fantastis," ujarnya seperti dikutip dari Sky Sports F1. Ia menambahkan bahwa kehadiran F1 di kalender sangat penting bagi semua pihak, terutama sponsor dan tim.

Baca Juga: Colapinto: Tidak Ada Konsekuensi dari Alpine, Saya Percaya Penuh pada Briatore

Karakter Sirkuit Sepang yang Menantang

Sepang adalah sirkuit pertama yang dirancang sepenuhnya oleh Hermann Tilke. Lintasan ini memiliki 15 tikungan, dua lintasan lurus panjang, dan zona pengereman lebar.

Kombinasi tikungan cepat dan lambat membuatnya menantang bagi mobil dan pembalap. "Sirkuit ini memiliki aliran yang sangat bagus," kata Jamie Chadwick, analis Sky Sports F1.

"Ada sedikit karakter China dan Budapest di beberapa bagian. Dua lintasan lurus yang saling terhubung akan menguji manajemen energi."

Sepang juga dikenal sebagai tempat yang memberikan peluang overtaking. Pembalap seperti Lewis Hamilton dan Max Verstappen yang pernah menang di sini mengaku sangat menantikan balapan.

Baca Juga: GP Bahrain di Malaysia Resmi Berstatus Bahaya Panas, Suhu Tembus 35°C

Tantangan Cuaca Tropis dan Degradasi Ban

Cuaca Malaysia yang tropis dan lembap menjadi faktor X. Suhu lintasan bisa sangat panas saat kering, tetapi hujan deras bisa datang tiba-tiba.

Pada 2009, balapan di Sepang dihentikan karena hujan lebat dan tidak dilanjutkan. "Secara fisik akan menjadi kejutan. Kelembapannya sangat intens," kata Chadwick.

Degradasi ban juga diprediksi tinggi. Max Verstappen menyebut balapan di Sepang akan sangat berat, terutama untuk ban. Lando Norris bahkan memperkirakan akan ada dua hingga tiga pit stop.

"Malaysia akan cukup kacau dalam hal balapan karena lintasan lurus dan tikungannya," ujarnya.

Kimi Antonelli menambahkan bahwa ramalan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat pada waktu tertentu, menambah ketidakpastian.

Reaksi Pembalap: Antusias Bercampur Waspada

Lewis Hamilton, yang telah 11 kali membalap di Sepang, mengaku senang bisa kembali. "Saya selalu suka pergi ke KL. Sirkuitnya luar biasa dan memberikan balapan yang bagus," katanya.

Verstappen, pemenang terakhir di Sepang pada 2017, setuju. "Ini sirkuit yang hebat. Sangat menantang, terutama dari panas dan degradasi ban," ujarnya.

Norris, yang belum pernah balapan di Sepang, mengaku penasaran. "Saya sudah melihat banyak balapan di sana. Ini akan menjadi tantangan baru," katanya.

Antonelli yang saat itu masih berusia 11 tahun juga antusias. "Saya sudah mencobanya di simulator. Lintasannya terlihat keren, sangat cepat, dan tikungan panjang. Tidak mudah," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.