GP Bahrain di Malaysia Resmi Berstatus Bahaya Panas, Suhu Tembus 35°C

JATENG.AKURAT.CO, Grand Prix Bahrain yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, resmi dinyatakan sebagai heat hazard atau bahaya panas.
Status ini ditetapkan karena suhu udara sepanjang pekan ini diprediksi mencapai 32 hingga 35 derajat Celsius.
Menurut aturan F1, ketika suhu diperkirakan melebihi 32 derajat Celsius, penyelenggara wajib menetapkan status heat hazard.
Konsekuensinya, tim diperbolehkan memasang sistem pendingin pembalap pada mobil mereka.
Selain itu, berat minimum mobil dinaikkan untuk mengakomodasi peralatan tambahan tersebut.
Keputusan ini menjadi perhatian karena balapan di Sepang dikenal menantang, bukan hanya soal panas, tetapi juga kelembapan tinggi dan karakter sirkuit yang cepat.
Status serupa juga pernah diberlakukan pada GP Austria dan Italia awal tahun ini.
Suhu Tinggi dan Aturan Sistem Pendingin
Suhu 32–35 derajat Celsius memang bukan angka yang bisa dianggap remeh, terutama di dalam kokpit F1 yang bisa jauh lebih panas.
Oleh karena itu, FIA mengizinkan tim menggunakan perangkat pendingin seperti cooling vest yang dikenakan pembalap.
Alat ini membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil selama balapan berlangsung.
Meski tidak diwajibkan, tim yang memilih tidak menggunakan pendingin harus menambahkan pemberat seberat 5 kilogram pada mobil sebagai kompensasi.
Aturan ini dibuat agar tidak ada tim yang mendapatkan keuntungan berat secara tidak adil.
Tantangan Ekstrem di Sirkuit Sepang
Sepang memiliki kombinasi yang membuat balapan semakin berat: kecepatan tinggi, tikungan lebar, dan cuaca tropis.
Panas dan kelembapan menjadi faktor yang menguras energi pembalap. Ditambah lagi, sirkuit ini memiliki dua lintasan lurus panjang yang memaksa mesin bekerja maksimal.
Dalam kondisi seperti ini, konsentrasi dan kebugaran fisik menjadi taruhan.
Tidak heran jika GP Bahrain di Malaysia disebut sebagai salah satu balapan paling menantang di kalender musim ini.
Persiapan Tim dan Pembalap
Menghadapi status heat hazard, tim-tim mulai melakukan penyesuaian.
Mulai dari memastikan sirkulasi udara di kokpit berjalan baik, menyiapkan hidrasi yang cukup, hingga mengatur strategi pit stop yang efisien.
Pembalap juga dianjurkan untuk menjaga asupan cairan sejak beberapa hari sebelum balapan.
Beberapa tim bahkan membawa peralatan pendingin tambahan ke paddock. Semua upaya ini dilakukan demi menjaga performa di tengah cuaca yang tidak bersahabat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Daftar Hari Baik untuk Akad Nikah, Pindah Rumah, dan Usaha
- 4Astra Financial Hadir di GIIAS Semarang 2026, Tawarkan Solusi Pembiayaan dan Layanan Keuangan Terintegrasi
- 5BAGANA Bantu Pencarian Altaf Akbar, Jika Masyarakat Menemukan Segera Hubungi Kontak Ini
- 6PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 7Terungkap dari CCTV, Kuasa Hukum Nathan Sebut Maher Diduga Pukul Anggota TNI dalam Keributan di Jl Veteran Semarang
- 8CV Dahayu Utama Presisi Buka Lowongan Operator Bubut/Milling dan Staff Administrasi di Colomadu
- 9Piala by.U 2026 Semarang Series Cetak Juara Baru, Buka Jalan Atlet Muda ke Futsal Profesional
- 10Salurkan Bantuan Material, Pemuda Katolik DIY Bantu Wujudkan Tempat Tinggal Layak bagi Lansia




