Jateng

Terungkap dari CCTV, Kuasa Hukum Nathan Sebut Maher Diduga Pukul Anggota TNI dalam Keributan di Jl Veteran Semarang

Muhammad Husni Mushonifi | 29 September 2026, 14:25 WIB
Terungkap dari CCTV, Kuasa Hukum Nathan Sebut Maher Diduga Pukul Anggota TNI dalam Keributan di Jl Veteran Semarang
Zaenal Abidin Petir SH, saat menjelaskan rekaman CCTV di Omah Lawas Jl Kawi Semarang, Selasa (28/9/2026).

JATENG.AKURAT.CO, Kasus perkelahian yang terjadi di Jalan Veteran, Kota Semarang, pada 1 Agustus 2026, belakangan memunculkan fakta lain setelah rekaman CCTV ditelaah. Kuasa hukum Nathan, Zaenal Abidin Petir SH, menyebut keributan tersebut ternyata turut melibatkan seorang anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan.

Menurut Zaenal, keterangan awal mengenai peristiwa tersebut perlu dilihat kembali berdasarkan rekaman CCTV. Ia menyebut rekaman itu memperlihatkan adanya keributan antara sejumlah orang sebelum Nathan datang dan berupaya melerai.

Dalam keterangannya, Zaenal mengatakan anggota TNI tersebut terlihat lebih dahulu dikeroyok oleh sejumlah orang. Dalam rekaman yang ditunjukkan, menurut dia, terdapat beberapa orang yang terlibat dalam keributan tersebut.

“Ini anggota TNI. Awalnya ada anggota TNI dikeroyok,” ujar Zaenal saat menjelaskan rekaman CCTV di Omah Lawas Jl Kawi Semarang, Selasa (28/9/2026).

Zaenal kemudian menguraikan posisi sejumlah orang dalam rekaman. Ia menyebut Maher berada dalam kerumunan, sementara Nathan datang ketika situasi sudah berlangsung ricuh.

Menurut Zaenal, Nathan tidak melakukan pemukulan terhadap Maher maupun anggota TNI tersebut. Nathan justru disebut berusaha memisahkan pihak-pihak yang terlibat agar keributan tidak semakin meluas.

“Ketika melihat perkelahian dan pemukulan yang sangat brutal terhadap anggota TNI, Nathan langsung melerai,” kata Zaenal.

Ia menjelaskan, Nathan berupaya menjauhkan anggota TNI dari kerumunan. Namun, situasi kemudian kembali memanas hingga terjadi kontak fisik antara Nathan dan Maher.

Zaenal juga menyoroti rekaman yang menurutnya menunjukkan Maher beberapa kali melakukan pemukulan. Berdasarkan pengamatannya terhadap CCTV, Maher disebut memukul sebanyak sekitar tujuh kali.

“Maher pukul satu, dua, tiga, empat, lima, enam, diperkirakan tujuh kali. Nathan tidak pukul,” ujarnya.

Menurut Zaenal, posisi Nathan dalam rekaman justru terlihat menahan Maher agar tidak kembali menyerang orang lain. Ia menyebut tindakan Nathan dilakukan untuk menghentikan keributan, bukan untuk melakukan penganiayaan.

“Dia menahan supaya tidak melakukan penganiayaan terhadap orang lain,” katanya.

CCTV Jadi Dasar Klarifikasi

Zaenal mengatakan, rekaman CCTV menjadi bagian penting dalam melihat rangkaian kejadian secara utuh. Sebab, menurut dia, terdapat perbedaan antara informasi yang sebelumnya diterima dengan apa yang terlihat dalam rekaman.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya memperoleh informasi dari pihak yang disebut sebagai teman Maher bahwa Maher sempat mengalami pingsan dalam kejadian tersebut.

Namun setelah melihat rekaman CCTV, Zaenal mengaku menemukan gambaran berbeda mengenai apa yang terjadi setelah Maher terjatuh.

“Ketika saya menonton video itu, kaget. Setelah jatuh masih memukul orang, memukul Nathan dan memukul orang lain,” ujarnya.

Zaenal menegaskan, penjelasan tersebut disampaikan berdasarkan rekaman CCTV yang telah ia lihat. Ia meminta rangkaian kejadian tidak dilihat hanya dari satu bagian atau posisi seseorang dalam peristiwa tersebut.

Menurut dia, rekaman menunjukkan adanya beberapa tahapan dalam keributan, mulai dari cekcok, pengeroyokan terhadap anggota TNI, upaya Nathan melerai, hingga terjadinya kontak fisik berikutnya.

Dalam rekaman yang dijelaskan Zaenal, juga terlihat adanya sejumlah orang lain yang kemudian berkumpul di lokasi, termasuk dua anggota TNI yang disebut datang dan ikut mengamankan situasi.

Zaenal berharap rekaman CCTV dapat menjadi bahan untuk melihat peristiwa secara objektif dan mengetahui secara jelas siapa melakukan tindakan apa dalam setiap tahapan kejadian.

“Ini yang terjadi,” tegasnya.

Perkara tersebut kini menjadi perhatian karena fakta yang disampaikan kuasa hukum Nathan menunjukkan bahwa keributan di Jalan Veteran bukan semata-mata persoalan antara Nathan dan Maher, tetapi terdapat rangkaian kejadian yang melibatkan sejumlah orang, termasuk seorang anggota TNI yang disebut menjadi korban pengeroyokan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.