Jateng

Grand Slam Pertama! Russell Menangi GP Azerbaijan, Pangkas Jarak dari Antonelli

Theo Adi Pratama | 27 September 2026, 18:01 WIB
Grand Slam Pertama! Russell Menangi GP Azerbaijan, Pangkas Jarak dari Antonelli

JATENG.AKURAT.CO, George Russell akhirnya meraih kemenangan paling meyakinkan sepanjang kariernya di Formula 1.

Pembalap Mercedes itu menjuarai Grand Prix Azerbaijan 2026 di Sirkuit Baku City, Sabtu (26/9/2026), dengan status Grand Slam—meraih pole position, memimpin balapan dari start hingga finis, dan mencatatkan lap tercepat.

Hasil ini memangkas jarak Russell dengan rekan setimnya, Kimi Antonelli, di puncak klasemen pembalap menjadi 66 poin.

Dengan delapan balapan tersisa, persaingan gelar juara dunia F1 2026 kembali terbuka.

Kemenangan di Baku juga menjadi jawaban atas keraguan yang sempat menghantui Russell dalam beberapa bulan terakhir.

Ia membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi, bahkan ketika tekanan datang dari Max Verstappen di akhir balapan.

Baca Juga: Briatore Murka! Kesalahan Colapinto di Baku Disebut "Sangat Buruk"

Penampilan Terbaik Sepanjang Karier

Russell menyebut GP Azerbaijan sebagai akhir pekan paling dominan yang pernah ia jalani.

"Ini mungkin Grand Slam pertama saya di Formula 1, dan pasti akhir pekan paling dominan dalam karier saya," ujarnya.

Menurutnya, pencapaian itu datang di momen yang tepat, terutama setelah ia sempat kesulitan memahami karakter mobil baru musim ini.

Pembalap berusia 28 tahun itu mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri. Namun, ia terus bekerja keras bersama tim untuk beradaptasi.

"Saya sangat bangga dengan ketahanan yang ditunjukkan saya dan tim. Butuh kerja keras untuk mengubah gaya mengemudi saya agar cocok dengan mobil ini," tambahnya.

Pertarungan Ketat dengan Verstappen

Kemenangan Russell tidak diraih dengan mudah. Dua kali Safety Car memangkas keunggulannya, memaksa ia bertarung ketat dengan Max Verstappen di sisa balapan.

Keduanya melintasi garis finis dengan selisih hanya 0,1 detik—yang menjadikannya margin kemenangan terkecil di F1 sejak 2002.

Mantan juara W Series, Jamie Chadwick, menilai performa Russell sebagai sinyal kebangkitan.

"Dia benar-benar meningkat. Selisih poin memang besar, tapi juara masih menarik untuk diikuti," kata Chadwick.

Sementara analis Sky Sports F1, Karun Chandhok, memuji cara Russell menahan tekanan Verstappen. "Menang di bawah tekanan akan memberi kepuasan lebih baginya," ujarnya.

Dampak pada Klasemen

Dengan tambahan poin di Baku, Russell kini mengoleksi 236 poin, sementara Antonelli tetap di puncak dengan 302 poin.

Lewis Hamilton berada di posisi ketiga dengan 199 poin, diikuti Lando Norris (186) dan Charles Leclerc (179).

Di klasemen konstruktor, Mercedes semakin kokoh dengan 538 poin.

Ferrari di posisi kedua (378), McLaren ketiga (306), dan Red Bull yang tampil impresif di Baku kini mengoleksi 263 poin—memangkas jarak dengan McLaren menjadi 43 poin.

Tantangan ke Depan

Russell masih harus menghadapi sejumlah rintangan. Ia wajib mengambil penalti grid sebelum musim berakhir akibat pergantian mesin.

Selain itu, jadwal padat menanti: GP Bahrain di Malaysia (2-4 Oktober), GP Singapura (9-11 Oktober), lalu triple header di Amerika.

Meski demikian, Russell tidak merasa terbebani. "Tekanan lebih besar ada di dia [Antonelli]. Saya hanya fokus menang di setiap balapan. Apa pun hasilnya, kita lihat nanti," tegasnya.

Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin Russell memberikan kejutan di sisa musim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.