Briatore Murka! Kesalahan Colapinto di Baku Disebut "Sangat Buruk"

JATENG.AKURAT.CO, Grand Prix Azerbaijan 2026 di Sirkuit Baku City menyisakan drama dan kekecewaan mendalam, terutama bagi tim Alpine.
Pembalap muda Franco Colapinto melakukan kesalahan fatal saat restart Safety Car pada lap ke-36. Ia mengunci rem dan menabrak rekan setimnya, Pierre Gasly, yang kemudian menghantam Lando Norris dari McLaren.
Ketiga pembalap pun gagal menyelesaikan balapan. Insiden ini tidak hanya merugikan Alpine yang kehilangan poin berharga, tetapi juga memicu kemarahan bos tim, Flavio Briatore.
Ia menyebut manuver Colapinto sebagai "sangat buruk" dan berjanji akan mengevaluasi tindakan yang perlu diambil.
Sementara itu, Norris geram dan meminta Colapinto dilarang balapan. Namun, sejumlah pembalap lain menilai hukuman itu terlalu berat.
Kronologi Insiden di Restart Safety Car
Insiden bermula ketika balapan kembali dilanjutkan setelah Safety Car. Colapinto, yang berada di posisi ke-10, mencoba menyalip di sisi dalam Tikungan 1.
Namun, ia masuk terlalu dalam, mengunci rem, dan kehilangan kendali.
Mobilnya menghantam Gasly yang berada di sisi luar. Gasly pun terdorong ke arah Norris yang berada di sisi luar lagi.
Ketiga mobil mengalami kerusakan parah dan tidak bisa melanjutkan balapan.
Gasly, yang saat itu berada di posisi ketujuh, harus rela kehilangan poin yang sudah di depan mata.
Kekecewaan Briatore
Flavio Briatore, executive advisor Alpine, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Dalam rilis resmi tim, ia menyatakan sangat kecewa dengan hasil balapan karena kehilangan poin penting dalam perebutan gelar.
"Insiden seperti ini tidak seharusnya terjadi, terutama ketika kami tampil baik dengan kedua mobil di posisi poin," ujarnya.
Briatore juga menyampaikan permohonan maaf kepada Norris dan McLaren atas rusaknya balapan mereka.
Ia menegaskan bahwa Colapinto telah mengambil tanggung jawab penuh, tetapi tetap akan mempertimbangkan langkah selanjutnya.
"Saya ingin meluangkan waktu untuk merenung dan mempertimbangkan tindakan apa yang harus diambil, agar kami bisa belajar dan menghindari situasi serupa di masa depan," tambahnya.
Norris Minta Larangan Balapan
Lando Norris, yang menjadi korban dalam insiden tersebut, tidak bisa menahan emosinya.
Ia menyebut Colapinto tidak layak berada di Formula 1 dan meminta FIA memberikan sanksi larangan balapan.
"Jika Anda menyebabkan kecelakaan saat restart seperti ini, setidaknya Anda harus mendapat larangan satu balapan," tegas Norris.
Ia menilai insiden itu sebagai kelalaian fatal yang merugikan banyak pihak. "Ini bukan balapan yang layak untuk Formula 1," ujarnya.
Russell, Verstappen, dan Hadjar Tidak Setuju
Usulan Norris ternyata tidak didukung oleh para pembalap lain. George Russell, pemenang GP Azerbaijan, menilai hukuman itu terlalu berat.
"Restart Safety Car dengan ban dingin, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Larangan balapan seharusnya untuk tindakan yang sengaja dan berbahaya," kata Russell.
Max Verstappen, yang finis kedua, setuju. "Kesalahan kecil bisa terjadi. Yang penting pembalapnya sadar dan minta maaf. Larangan balapan rasanya terlalu berlebihan," ujarnya.
Isack Hadjar, yang melengkapi podium, menambahkan bahwa kondisi trek yang bergelombang dan sulitnya menjaga suhu ban menjadi faktor yang meringankan. "Menurut saya, larangan balapan terlalu keras," tegasnya.
Penalti untuk Colapinto
Colapinto sendiri telah meminta maaf secara terbuka kepada tim, Gasly, dan Norris.
"Ini kesalahan besar. Rem dingin, ban dingin, saya benar-benar di luar kendali. Saya minta maaf kepada Pierre dan Lando," ujarnya.
Meski begitu, ia tetap mendapat sanksi. Penalti 10 detik yang tidak bisa dijalani karena ia tersingkir dikonversi menjadi penalti grid lima posisi untuk balapan berikutnya di Malaysia.
Dengan demikian, ia akan memulai GP Bahrain di Sirkuit Sepang dari posisi yang kurang menguntungkan.
Dampak Klasemen
Insiden ini juga berdampak pada klasemen konstruktor. Alpine yang seharusnya mendapatkan poin dari Gasly harus rela kehilangan peluang tersebut.
Sementara itu, Racing Bulls yang diwakili Arvid Lindblad berhasil finis ketujuh dan memperlebar jarak menjadi 15 poin atas Alpine dalam perebutan posisi kelima.
Dengan delapan balapan tersisa, persaingan di papan tengah semakin ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2Vietnam vs Filipina LIVE STREAMING GRATIS di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV FIFA ASEAN Cup 2026
- 3Prediksi SKOR Vietnam vs Filipina FIFA ASEAN Cup 2026: Head to HEAD - Susunan Pemain, Menang Siapa?
- 4Italia vs Belgia Live di Mana? Cek Jadwal dan Siaran Langsung TV Nations League 2026
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Prediksi Skor Turki vs Prancis: Era Baru Zidane Diuji, Tuan Rumah Incar Kejutan
- 7Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 8Jadwal SIARAN LANGSUNG FIFA ASEAN Cup 2026 Gratis! Tayang di TV Apa? Cek Lengkap Ini Daftarnya
- 9F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 10UPDATE! Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik 2 Peringkat Usai Bungkam Singapura 2-0, Dapat Tambahan 4,12 Poin





