Jateng

Rupiah Tresno Budoyo 2026, BI Jateng Hadirkan Konektivitas Sejarah, Budaya dan Inovasi Digital

Arixc Ardana | 27 September 2026, 15:42 WIB
Rupiah Tresno Budoyo 2026, BI Jateng Hadirkan Konektivitas Sejarah, Budaya dan Inovasi Digital

JATENG.AKURAT.CO, Jejak perjalanan Laksamana Cheng Ho ke Semarang menjadi inspirasi Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dalam menghadirkan kembali Rupiah Tresno Budoyo (RTB) 2026.

Menggabungkan sejarah, budaya, ekonomi, dan teknologi, RTB 2026 menjadi ruang untuk melihat bagaimana konektivitas antarbangsa pada masa lalu terus berkembang melalui inovasi digital di masa kini.

Mengusung tema “Melintasi Batas Dunia, Menjalin Konektivitas Antarbangsa: Ekspedisi Laksamana Cheng Ho, Menyatukan Jejak Integrasi Budaya dan Inovasi Teknologi”, RTB 2026 digelar pada Sabtu, 26 September 2026, di Sam Poo Kong, Kota Semarang.

Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat secara gratis. Melalui pendekatan sejarah dan budaya, Bank Indonesia mengemas edukasi kebijakan agar semakin dekat dengan masyarakat, mulai dari digitalisasi sistem pembayaran, QRIS, Pelindungan Konsumen, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, pengembangan UMKM, hingga pengendalian inflasi pangan.

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi, mengatakan RTB 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan perjalanan sejarah dengan perkembangan teknologi yang berlangsung saat ini.

“Rupiah Tresno Budoyo 2026 menjadi ruang yang menunjukkan bahwa sejarah, budaya dan teknologi bukanlah dua hal yang terpisah. Dari jejak perjalanan Cheng Ho dan konektivitas antarbangsa pada masa lalu, kita melihat bagaimana semangat tersebut terus berlanjut melalui inovasi teknologi dan digitalisasi di masa kini,” ujar Anggis Rakhmi.

Jejak Cheng Ho dan Konektivitas Semarang-Tiongkok

Tema RTB 2026 terinspirasi dari perjalanan Cheng Ho yang menjadi bagian dari sejarah interaksi dan akulturasi budaya Tiongkok dan Jawa di Semarang.

Semangat konektivitas yang terbangun melalui pelayaran dan perdagangan pada masa lalu kini menemukan bentuk baru di era digital. Jika dahulu laut menjadi jalur yang menghubungkan berbagai bangsa, saat ini teknologi menghadirkan konektivitas yang semakin cepat dan tanpa batas.

Salah satunya melalui QRIS Antarnegara Indonesia-Tiongkok, yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran lintas negara secara semakin mudah dan terintegrasi.

Pesan tersebut divisualisasikan melalui pertunjukan utama Dance Spectacle bertajuk “Two Shores, One Story, One Connection”.

Pertunjukan tersebut memadukan tari, musik tradisional Cina dan Jawa, visual, serta teknologi untuk membawa penonton menyusuri perjalanan konektivitas antara Tiongkok dan Semarang.

Pertunjukan dimulai dari kisah pelayaran Cheng Ho, kemudian berkembang pada perjumpaan dan akulturasi budaya, hingga memasuki babak konektivitas di era digital.

Dengan pendekatan tersebut, sejarah tidak hanya ditampilkan sebagai masa lalu, tetapi menjadi jembatan untuk memahami bagaimana hubungan antarbangsa terus berkembang melalui inovasi teknologi.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Gambang Semarang X Chinese, barongsai, wayang potehi, seni kaligrafi Cina, serta berbagai pertunjukan dan aktivitas budaya lainnya.

Anggis mengatakan, pesan mengenai konektivitas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan RTB 2026.

“Semangat konektivitas yang dahulu terbangun melalui pelayaran dan perdagangan kini menemukan bentuk baru melalui teknologi. Melalui RTB 2026, masyarakat diajak memahami bahwa konektivitas tersebut terus berkembang, termasuk melalui sistem pembayaran digital yang semakin terintegrasi,” katanya.

Tak Sekadar Pertunjukan Budaya

RTB 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya. Masyarakat juga dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan kreatif.

Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain storytelling Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, Galang Uang Logam (GAUL), workshop warak ngendog dari bahan daur ulang, melukis lampion dan kipas, membuat aksesori tusuk konde khas Cina, membatik, menyulam, hingga games edukasi kebijakan Bank Indonesia.

Edukasi juga menyentuh aspek ketahanan pangan melalui kegiatan tebus murah berbagai komoditas pangan strategis.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan pentingnya hilirisasi dan diversifikasi pangan kepada masyarakat.

Bagi pencinta kuliner dan produk lokal, RTB 2026 menghadirkan bazaar bertema “Fusion Flavor” yang mempertemukan cita rasa khas Semarang dan Cina.

Selain kuliner, masyarakat juga dapat menemukan berbagai produk kerajinan lokal, termasuk wastra pesisir. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus memperluas pasar UMKM unggulan Jawa Tengah.

Pengunjung Diajak Langsung Gunakan Pembayaran Digital

Transformasi digital menjadi bagian penting dalam RTB 2026.

Pengunjung tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai QRIS, tetapi juga diajak mengalami secara langsung penggunaan pembayaran digital melalui berbagai aktivitas dan QRIS Challenge.

Pendekatan yang digunakan adalah experience-based education. Dengan pendekatan tersebut, Bank Indonesia mendorong agar pemahaman mengenai sistem pembayaran digital tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami ingin edukasi mengenai digitalisasi sistem pembayaran dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Pemahaman mengenai QRIS dan pembayaran digital tidak hanya diketahui, tetapi juga dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Anggis.

QRIS Jateng Capai 870,01 Juta Transaksi

Selain menjadi ruang edukasi masyarakat, RTB 2026 juga menjadi momentum selebrasi atas capaian strategis dalam perluasan akseptasi digital.

Di kancah internasional, QRIS Antarnegara berhasil meraih 50-in5 Awards 2026. Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan global atas inovasi sistem pembayaran Indonesia yang membangun konektivitas pembayaran digital lintas negara yang interoperabel dan inklusif serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

Di tingkat regional, capaian akseptasi digital juga terlihat dari perkembangan QRIS Jawa Tengah.

Hingga posisi Juli 2026, QRIS Jawa Tengah mencatat realisasi sebesar 870,01 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp73,45 triliun.

Sementara itu, hingga Juli 2026, QRIS Antarnegara mencatat transaksi inbound di Jawa Tengah sebanyak 495,89 ribu transaksi dengan nominal sebesar Rp136,37 miliar.

Anggis menuturkan, capaian tersebut menunjukkan perkembangan konektivitas digital yang semakin luas.

“Perluasan akseptasi digital menunjukkan bahwa transformasi sistem pembayaran terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha. Capaian QRIS di Jawa Tengah dan transaksi QRIS Antarnegara menjadi bagian dari perjalanan menuju konektivitas pembayaran yang semakin mudah dan terintegrasi,” tuturnya.

Sejarah, Budaya dan Teknologi dalam Satu Ruang

Rupiah Tresno Budoyo 2026 menjadi ruang yang menunjukkan bahwa sejarah, budaya dan teknologi bukanlah dua hal yang terpisah.

Sejarah memperlihatkan bagaimana Semarang telah menjadi titik pertemuan berbagai bangsa dan budaya. Kini, semangat konektivitas tersebut diteruskan melalui inovasi digital QRIS Antarnegara yang memungkinkan masyarakat terhubung semakin cepat, termasuk dalam melakukan transaksi lintas negara.

Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah berharap RTB 2026 dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistem pembayaran digital sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengakselerasi perluasan akseptasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang semakin kuat, inklusif dan berdaya saing.

“Kami berharap RTB 2026 tidak hanya menjadi perhelatan budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pemahaman masyarakat mengenai sistem pembayaran digital, menumbuhkan apresiasi terhadap sejarah dan budaya Indonesia, serta mendorong perluasan akseptasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ujar Anggis.

Melalui RTB 2026, perjalanan sejarah dan konektivitas masa lalu dipertemukan dengan perkembangan teknologi masa kini.

Two Shores, One Story, One Connection.

Dari jejak pelayaran masa lalu, menuju konektivitas dunia masa kini.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.