Mengukir Sejarah Maung Bandung: Deretan Pelatih Terbaik Persib Bandung

JATENG.AKURAT.CO, Persib Bandung adalah salah satu klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Berdiri sejak 14 Maret 1933, Maung Bandung telah mengoleksi berbagai trofi bergengsi, mulai dari era Perserikatan hingga kompetisi Super League modern.
Di balik deretan prestasi itu, ada banyak pelatih hebat yang silih berganti mengisi kursi kepelatihan.
Dari era 1990-an hingga kini, setiap generasi melahirkan juru taktik yang meninggalkan jejak mendalam.
Beberapa di antaranya bahkan dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa.
Menariknya, hanya segelintir pelatih yang mampu mempersembahkan trofi juara bagi Persib di era liga profesional.
Lantas, siapa saja pelatih terbaik yang pernah membesut Persib Bandung? Berikut ulasan lengkapnya.
Baca Juga: Tak Terlupakan! Inilah Pelatih-Pelatih Terbaik yang Pernah Menangani Persija Jakarta
Indra Thohir: Pelatih Legendaris Penyumbang Bintang Pertama
Indra M. Thohir atau yang akrab disapa Abah Tohir adalah nama yang paling sulit dibantahkan sebagai pelatih terbaik Persib di era liga.
Pelatih legendaris ini membawa Maung Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia 1994/1995, yang menjadi bintang pertama Persib di era liga profesional.
Keberhasilan itu membuatnya dinobatkan sebagai pelatih terbaik Asia oleh AFC pada September 1995.
Ia juga sukses mengantar Persib menembus babak perempat final Piala Champions Asia 1995.
Abah Tohir menangani Persib dalam beberapa periode, termasuk Liga Indonesia 1999-2001 dan 2005, dengan total mengoleksi 200 poin dari 113 pertandingan.
Catatan itu menjadi rekor yang bertahan selama puluhan tahun sebelum akhirnya disamai Bojan Hodak. Bagi Bobotoh, Indra Thohir adalah sosok yang meletakkan fondasi kejayaan Persib di era modern.
Djadjang Nurdjaman: Legenda Hidup dengan Rekor Juara Langka
Djadjang Nurdjaman atau yang akrab disapa Djanur adalah legenda hidup Persib Bandung.
Pria kelahiran Majalengka, 30 Maret 1964, ini bukan hanya pemain hebat pada era 1980–1990, tetapi juga pelatih yang sukses mengantar Persib meraih berbagai gelar prestisius.
Sebagai pemain, Djanur menjadi pahlawan pada final Kompetisi Perserikatan 1986 melawan Perseman Manokwari.
Gol tunggalnya pada menit ke-77 mengantar Persib meraih gelar yang telah dinanti selama 25 tahun. Ia juga berperan pada gelar-gelar berikutnya, termasuk Perserikatan 1990.
Yang membuat Djanur istimewa, ia menjadi satu-satunya sosok dalam sejarah Persib yang meraih gelar juara sebagai pemain, asisten pelatih, dan pelatih.
Puncaknya pada 2014, ia memimpin Persib juara Indonesia Super League setelah 19 tahun tanpa gelar.
Selain itu, Djanur juga mempersembahkan sejumlah trofi lain untuk Persib, mulai dari Piala Presiden 2015, Piala Wali Kota Padang 2015, hingga Celebes Cup 2012.
Bojan Hodak: Pelatih Tersukses dengan Hattrick Juara
Bojan Hodak adalah pelatih paling sukses dalam sejarah modern Persib Bandung.
Pelatih asal Kroasia ini membawa Maung Bandung meraih gelar juara Liga 1 2023/2024, 2024/2025, dan Super League 2025/2026 — sebuah hattrick juara yang belum pernah dicapai pelatih mana pun sebelumnya.
Keberhasilan ini membuat Hodak tiga kali berturut-turut dinobatkan sebagai pelatih terbaik.
Pada musim terakhir, ia bahkan harus merombak total skuadnya setelah semua pemain asing memilih hengkang.
Ia mendatangkan 11 pemain asing baru, namun tetap sukses mempertahankan jiwa kompetitif Persib untuk terus bersaing meraih gelar juara.
Dalam 116 pertandingan di semua kompetisi, Hodak mencatat 67 kemenangan atau sekitar 57,7 persen — torehan tertinggi bagi pelatih Persib dalam kurun 15 tahun terakhir.
Ia juga berhasil memecahkan rekor 200 poin milik Indra Thohir. Komisaris PT PBB, Umuh Muchtar, bahkan menyebut Hodak sebagai "pelatih terbaik selama Persib berdiri".
Meski akhirnya memutuskan mundur menjelang musim 2026/2027, warisannya sebagai arsitek hattrick juara akan selalu dikenang.
Luis Milla: Pelatih Spanyol dengan Finis Tiga Besar
Luis Milla adalah pelatih asal Spanyol yang sempat menangani Persib Bandung pada musim 2022/2023.
Meski hanya bertahan sekitar satu musim, ia berhasil mengantar Maung Bandung finis di peringkat tiga besar Liga 1.
Dalam 30 laga yang dipimpinnya, Milla mencatatkan 17 kemenangan, 7 imbang, dan 6 kekalahan.
Ia dikenal dengan gaya bermain modern dan kemampuan mengembangkan pemain muda.
Sayangnya, ia memutuskan mundur pada Juli 2023 setelah sebelumnya sempat berselisih dengan manajemen terkait urusan kontrak.
Meski tidak mempersembahkan trofi, kiprahnya meninggalkan kesan tersendiri bagi Bobotoh.
Mario Gomez: Pelatih Argentina yang Berani
Mario Gomez adalah pelatih asal Argentina yang menangani Persib pada Liga 1 2018.
Ia datang dengan reputasi sebagai mantan pelatih Johor Darul Takzim dan langsung diminta mempersiapkan tim menghadapi kompetisi.
Dalam 35 laga bersama Persib, Gomez mencatatkan 15 kemenangan, 10 imbang, dan 10 kekalahan.
Ia dikenal berani mendatangkan pemain-pemain yang tidak dikenal sebelumnya.
Meski tidak mempersembahkan gelar, pendekatannya yang unik dan keberaniannya dalam mengambil keputusan membuatnya dikenang sebagai salah satu pelatih asing yang menarik dalam sejarah Persib.
Robert Alberts: Pelatih Berpengalaman dengan Polemik Kontrak
Robert Rene Alberts adalah pelatih berpengalaman asal Belanda yang menangani Persib Bandung pada periode 2019–2022.
Ia membawa Maung Bandung meraih gelar juara Liga 1 2019, meskipun kompetisi sempat dihentikan akibat pandemi COVID-19.
Namun, masa kepelatihannya juga diwarnai polemik kontrak yang berujung pada sanksi FIFA Registration Ban.
Persib sempat terkena sanksi tersebut terkait sengketa gaji dengan Alberts.
Meski demikian, Alberts menegaskan bahwa ia tidak pernah dipecat, melainkan memilih mundur karena memiliki hubungan baik dengan manajemen. Kasus ini akhirnya selesai setelah Persib membayarkan kewajibannya.
Igor Tolic: Penerus Warisan Hodak
Igor Tolic adalah asisten Bojan Hodak selama dua musim terakhir yang kini dipercaya menjadi pelatih kepala Persib untuk musim 2026/2027.
Pelatih asal Kroasia ini merupakan sosok yang telah memahami karakter pemain dan sistem permainan Persib.
Manajemen berharap Tolic dapat mempertahankan dominasi Persib di kompetisi sepak bola nasional.
Dengan pengalaman sebagai asisten Hodak, Tolic diharapkan mampu melanjutkan warisan hattrick juara yang telah dibangun.
Tantangan berat menantinya, tetapi kepercayaan manajemen dan dukungan Bobotoh menjadi modal berharga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 4RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 5Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 6Tiga Warga Gombel Lama Jalani Klarifikasi Polisi, Buntut Laporan Kerusakan Rumah Terkait Proyek Pakuwon Mall
- 7Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 8Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 9Jadi Cabor Unggulan di Porprov Jateng 2026, Barongsai Kota Semarang Diharapkan Sapu Bersih Medali
- 10Barista Obsidian Raih Champion Delifru Drink Expert Regional Semarang 2026




