Jateng

Digelontor 12 Gol dalam Dua Laga, Ada Apa dengan PSBS Biak? Ancaman Degradasi Mulai Mengintai

Arixc Ardana | 21 September 2026, 15:16 WIB
Digelontor 12 Gol dalam Dua Laga, Ada Apa dengan PSBS Biak? Ancaman Degradasi Mulai Mengintai
Alih-alih bangkit setelah kekalahan pada laga perdana, PSBS justru kembali tumbang dengan skor telak 0-7.

JATENG.AKURAT.CO, Alarm bahaya mulai berbunyi untuk PSBS Biak di awal perjalanan Pegadaian Championship 2026/27.

Badai Pasifik belum mampu meraih poin dari dua pertandingan pertama, bahkan harus melihat gawangnya terkoyak hingga 12 kali.

Kekalahan terbaru PSBS datang saat menghadapi Persis Solo di Stadion Manahan, Minggu (20/9/2026) malam.

Alih-alih bangkit setelah kekalahan pada laga perdana, PSBS justru kembali tumbang dengan skor telak 0-7.

Henri Doumbia menjadi mimpi buruk bagi pertahanan PSBS. Penyerang Persis tersebut mencetak empat gol masing-masing pada menit ke-11, 38, 57, dan 90+2.

Tiga gol lainnya disumbangkan Theodore Leeming pada menit ke-12 serta Oliver Leeming yang mencetak dua gol pada menit ke-62 dan 72.

Hasil tersebut membuat PSBS kembali gagal mencetak gol sekaligus memperpanjang masalah serius di lini pertahanan.

Dua Laga, 12 Gol Bersarang ke Gawang PSBS

Catatan PSBS dalam dua pertandingan awal memang mengkhawatirkan.

Pada laga pertama, PSBS sudah kebobolan lima gol ketika menghadapi Deltras FC di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (13/9/2026).

Seminggu berselang, tujuh gol kembali bersarang ke gawang mereka ketika berhadapan dengan Persis.

Artinya, hanya dalam dua pertandingan, PSBS telah kemasukan 12 gol tanpa mampu mencetak satu gol pun.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di Grup B sejauh dua pertandingan awal.

Situasi ini membuat sektor pertahanan menjadi pekerjaan rumah terbesar Miskardi Hamin. Namun, bukan hanya lini belakang yang perlu dibenahi karena mandulnya lini depan juga menjadi persoalan tersendiri.

Pelatih PSBS Biak, Miskardi Hamin, menyebut hasil buruk tersebut harus menjadi pelajaran bagi para pemain, khususnya skuad muda yang kini menjadi bagian penting dari tim.

"Ini jadi pelajaran bagi tim kami. Mudah-mudahan pemain dapat pengalaman berharga ke depan semakin baik, terus perbaiki," ujar Miskardi.

Pemain Muda PSBS Jadi Sorotan

Kondisi PSBS semakin sulit karena tim masih harus menjalani sanksi terkait penambahan pemain baru.

Akibatnya, Miskardi lebih banyak mengandalkan pemain-pemain muda untuk menghadapi kompetisi musim ini.

Menghadapi Persis, ia sebenarnya sudah mencoba memperkuat pertahanan dengan menempatkan tiga pemain di lini belakang dan dua pemain lainnya untuk membantu pertahanan.

Namun, rencana tersebut berantakan setelah PSBS kebobolan dari situasi bola mati dan penalti pada awal pertandingan.

"Pemain berusaha sekuat tenaga. Kami sudah kuatkan tiga pemain di (pertahanan) bawah dan dua pemain (di pertahanan) atas. Tapi gol dari situasi bola mati dan penalti pada menit awal buyarkan rencana (taktikal)," jelas Miskardi.

Kesalahan individu kemudian semakin memperburuk keadaan. Bagi Miskardi, pengalaman yang masih minim membuat para pemain muda PSBS rentan kehilangan kepercayaan diri ketika kesalahan terjadi.

"Apalagi kami turun dengan pemain muda, ketika melakukan kesalahan sendiri. Itu berpengaruh terhadap mental mereka. Tapi pemain sudah berusaha dan itu yang bisa kita lakukan," imbuhnya.

Persela Sudah Menanti, PSBS Harus Segera Berbenah

PSBS tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi dua kekalahan telak tersebut.

Pada pekan ketiga, Badai Pasifik akan menghadapi ujian berikutnya dengan bertandang ke markas Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (27/9/2026).

Miskardi menyadari tantangan yang dihadapi timnya tidak mudah. Terlebih, persiapan PSBS sebelum kompetisi dinilai jauh lebih singkat dibandingkan tim-tim lain di Grup B.

"Diantara tim-tim di Grup B, persiapan kami yang paling mepet, baru dua pekan. Kami akan perbaiki dengan bermain defend counter, asah lebih baik lagi," tutur eks pelatih Pekanbaru FC tersebut.

Dua pertandingan awal memang belum menentukan nasib PSBS di akhir musim. Namun, catatan 12 gol kebobolan dan belum mencetak gol menjadi sinyal serius yang harus segera diperbaiki.

Jika persoalan pertahanan dan produktivitas lini depan tak kunjung menemukan solusi, perjalanan panjang PSBS di Pegadaian Championship 2026/27 berpotensi menjadi semakin berat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.