Bobotoh Invasi Lapangan, Persib Terancam Denda Miliaran Rupiah: Kasusnya Mirip Timnas Futsal Indonesia

JATENG.AKURAT.CO, Kericuhan yang terjadi seusai laga Persib Bandung kontra Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berpotensi menjadi persoalan serius bagi Maung Bandung.
Insiden pitch invasion atau masuknya suporter ke lapangan, disertai pelemparan benda dan petasan, membuat Persib kini terancam sanksi berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Kasus ini dinilai mirip dengan kejadian yang sebelumnya menimpa Timnas Futsal Indonesia di ajang AFC Futsal 2026, yang berujung denda ratusan juta rupiah.
Persib sendiri menang 1-0 atas Ratchaburi FC pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026, namun hasil tersebut tidak cukup untuk meloloskan mereka ke babak berikutnya.
Agregat 1-3 membuat tim asuhan Bojan Hodak harus tersingkir, dan situasi semakin buruk akibat kericuhan pasca pertandingan.
Kericuhan Dipicu Keputusan Wasit yang Dinilai Kontroversial
Ketegangan di GBLA mulai meningkat sejak babak pertama. Suporter Persib menilai keputusan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al-Shamrani, merugikan tuan rumah.
Gol Persib yang dianulir serta kartu merah untuk Uilliam Barros memicu kemarahan dari tribun. Situasi memanas hingga laga selesai, sebelum akhirnya sejumlah oknum Bobotoh nekat masuk ke lapangan.
Beberapa suporter bahkan sempat mencoba mendekati wasit sebelum akhirnya diamankan oleh petugas keamanan.
Tak hanya itu, aksi pelemparan botol dan petasan juga terjadi, membuat pemain serta ofisial tim tamu harus segera masuk ke ruang ganti demi alasan keselamatan.
AFC Punya Aturan Tegas, Klub Tetap Bertanggung Jawab
AFC dikenal memiliki regulasi ketat soal keamanan pertandingan. Dalam AFC Disciplinary and Ethics Code, klub tuan rumah bertanggung jawab penuh atas tindakan penonton selama pertandingan berlangsung.
Pada aturan mengenai liability for spectator conduct, klub tetap dianggap bersalah meskipun pelaku invasi lapangan atau pelemparan benda tidak dapat diidentifikasi.
Dengan kata lain, Persib tetap berpotensi dijatuhi hukuman meskipun pelaku hanyalah oknum suporter.
Pelanggaran seperti pitch invasion, penggunaan petasan, pelemparan benda, hingga ancaman terhadap ofisial pertandingan merupakan pelanggaran serius yang dapat berujung pada sanksi berat.
Kasus Persib Mirip Timnas Futsal Indonesia yang Didenda AFC
Kasus yang menimpa Persib ini mengingatkan publik pada insiden yang terjadi di ajang AFC Futsal 2026, ketika AFC menjatuhkan hukuman kepada PSSI karena pelanggaran keamanan.
Dalam kasus tersebut, Komite Disiplin AFC memberikan total denda sebesar US$14.000 atau setara Rp235 juta akibat empat pelanggaran berbeda.
Salah satu pelanggaran yang menjadi sorotan adalah adanya orang masuk ke lapangan dan area teknis tanpa akreditasi seusai laga Indonesia vs Korea Selatan pada 27 Januari 2026, yang berujung denda US$3.000.
Selain itu, AFC juga memberikan denda US$3.000 karena ada penonton masuk ke lapangan tanpa akreditasi setelah pertandingan tersebut.
PSSI kembali dikenai denda lebih besar sebesar US$5.000 karena dianggap gagal memenuhi kewajiban pencegahan keselamatan serta memastikan ketertiban dan keamanan pertandingan.
Denda terakhir sebesar US$3.000 diberikan karena AFC menilai PSSI tidak mampu menjaga keamanan setelah lima penonton masuk ke lapangan dalam laga Iran vs Afghanistan pada 1 Februari 2026.
Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa AFC tidak main-main dalam menindak pelanggaran terkait invasi penonton.
Persib Bisa Lebih Berat karena Ada Pelemparan Petasan
Jika dibandingkan, insiden yang terjadi di GBLA dinilai lebih berbahaya karena bukan hanya pitch invasion, tetapi juga disertai pelemparan botol dan petasan.
Dalam regulasi AFC, penggunaan benda mudah terbakar dan tindakan yang membahayakan ofisial maupun pemain dapat memperparah hukuman.
AFC juga akan menilai apakah panitia pelaksana pertandingan sudah menjalankan standar keamanan sesuai aturan, mulai dari kesiapan steward, pengamanan lapangan, hingga jalur evakuasi tim tamu.
Jika ditemukan kelalaian, Persib berpotensi mendapat sanksi tambahan seperti larangan menggelar pertandingan internasional di stadion tertentu.
Persib Sudah Pernah Kena Denda Rp507 Juta
Persib juga tercatat pernah mendapat sanksi dari AFC sebelumnya. Pada fase grup ACL Two, Maung Bandung sempat didenda US$30 ribu atau sekitar Rp507 juta karena pelanggaran disiplin.
Saat itu, AFC menyatakan Persib melanggar aturan terkait perilaku penonton, jalur publik, hingga regulasi keselamatan dan pengamanan.
Dengan adanya riwayat tersebut, insiden terbaru di GBLA berpotensi membuat AFC menjatuhkan hukuman lebih berat karena dianggap sebagai pelanggaran yang berulang.
Persib Terancam Denda Besar hingga Sanksi Laga Tanpa Penonton
Dalam sejumlah kasus, AFC pernah menjatuhkan denda hingga puluhan ribu dolar AS kepada klub yang gagal mengendalikan suporter. Bahkan, hukuman laga tanpa penonton juga bisa diberlakukan sebagai efek jera.
Jika mengacu pada contoh sanksi AFC sebelumnya, Persib berpotensi menghadapi denda yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah, bahkan bisa menembus miliaran rupiah jika hukuman diperberat karena faktor keamanan yang dinilai lalai.
Baca Juga: Wasit Al Shamrani Majed Jadi Momok Persib Bandung, Punya Catatan Buruk dengan Timnas Indonesia
AFC Bisa Jadikan Persib dan Indonesia Sorotan
Insiden ini juga berpotensi berdampak pada citra sepak bola Indonesia di Asia. AFC dapat meningkatkan pengawasan terhadap pertandingan klub-klub Indonesia pada kompetisi internasional mendatang.
Meski kemungkinan Persib langsung dibanned dari kompetisi Asia dinilai kecil, kasus ini tetap dapat berujung pada hukuman yang merugikan klub, termasuk denda besar, sanksi stadion, hingga laga tanpa penonton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini







