Wasit Dihukum Setahun, Kiper PSIR Diskors Seumur Hidup; Ini Sanksi Pasca Laga Panas Liga 4 Antara PSIR vs Persikaba

JATENG.AKURAT.CO, Insiden benturan keras yang menimpa gelandang andalan Persikaba, Rizal, berbuntut sanksi tegas dari Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah terhadap perangkat pertandingan dan pemain yang terlibat.
Berdasarkan keputusan resmi hasil sidang Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah, wasit Nur Yasin asal Kudus dijatuhi hukuman larangan memimpin pertandingan selama satu tahun.
Sementara itu, penjaga gawang PSIR Rembang, Raihan Alfariq, dijatuhi sanksi paling berat berupa larangan seumur hidup bermain di seluruh lingkungan PSSI di Indonesia.
Keputusan tersebut diumumkan menyusul insiden mengerikan yang terjadi pada pertandingan PSIR Rembang kontra Persikaba Blora, Rabu (21/1/2026).
Itulah konsekuensi hukuman berat dari Laga panas Liga 4 Nusantara Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora.
Pada pertengahan babak kedua, Rizal mengalami benturan keras di area kotak penalti saat terjadi perebutan bola liar di depan gawang PSIR.
Rizal yang berusaha menyambar bola lebih dulu justru menerima kontak keras dari kiper PSIR yang terlambat mengantisipasi.
Benturan itu membuat pemain Persikaba tersebut terkapar di lapangan dan mengerang kesakitan, hingga pertandingan sempat dihentikan beberapa menit.
Tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama. Namun, kondisi Rizal dinilai tidak memungkinkan melanjutkan pertandingan.
Ia kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD dr. Soetrasno Rembang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Manajemen Persikaba Blora memastikan Rizal dalam keadaan sadar, meski mengeluhkan nyeri hebat di bagian tubuh yang mengalami benturan.
Tim medis klub langsung melakukan pemeriksaan rontgen dan pemindaian lanjutan guna memastikan tidak ada patah tulang maupun cedera internal serius.
“Manajemen akan memastikan Rizal mendapatkan perawatan terbaik hingga pulih total. Kami juga memohon doa dari seluruh suporter Persikaba agar Rizal segera diberikan kesembuhan,” demikian pernyataan resmi Manajemen Persikaba Blora.
Insiden tersebut memicu reaksi keras dari Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi. Ia mengecam keras kejadian itu karena dinilai mencederai nilai sportivitas dan fair play dalam sepak bola.
“Saya mengutuk keras tindakan yang merusak nilai sportivitas dan fair play. Saya juga mendukung penuh Komite Disiplin dan Komite Wasit untuk menghukum berat para pelaku, termasuk wasit yang bertugas. Tadi malam Komdis dan Komwas sudah rapat darurat dan langsung diputuskan,” tegas Yoyok Sukawi.
Wasit Nur Yasin menjadi sorotan karena dinilai lalai dan mengabaikan aspek keselamatan pemain, sementara tindakan kiper PSIR dinilai sebagai pelanggaran berat yang membahayakan lawan.
Sanksi tegas ini disebut sebagai bentuk komitmen PSSI Jawa Tengah dalam menjaga integritas kompetisi dan keselamatan pemain.
Kasus benturan keras yang menimpa Rizal sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola daerah agar memperketat pengawasan, meningkatkan kualitas kepemimpinan wasit, serta menegakkan disiplin tanpa kompromi di setiap pertandingan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










