Pada rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota Solo pada Rabu (14/8), PERSIS bersama Wali Kota Solo, Panpel Manahan, perwakilan manajemen PERSIS, dan perwakilan Polresta Surakarta membahas persiapan matang menjelang pertandingan melawan PSIS.
Manajemen PERSIS memaparkan sistem penjualan tiket yang telah dirancang, termasuk prioritas penjualan untuk komunitas suporter sesuai dengan hasil masukan dari pertemuan sebelumnya.
Baca Juga: PSIS Semarang Rekrut Evandro Brandao di Penghujung Transfer Window Liga 1 2024/25
Penjualan tiket umum juga akan menggunakan filter yang ketat, seperti pembelian yang hanya untuk pemilik NIK Solo Raya, pembatasan radius transaksi, serta keharusan memiliki rekam jejak transaksi pembelian tiket pada laga PERSIS sebelumnya.
Komitmen dari klub, panitia pelaksana, dan perwakilan suporter untuk menjaga stabilitas laga di Manahan juga tercermin dalam keputusan untuk tidak memberikan kuota kepada suporter tandang, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kapolresta Solo, Iwan Saktiadi, menegaskan pentingnya kerjasama semua pihak untuk menjaga stabilitas Kota Bengawan selama laga derby nanti.
Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Gaet Pengganti Sudi Abdallah yang Cedera
Ia juga berkomitmen untuk menindak tegas siapapun yang melanggar aturan dan mengganggu ketertiban pertandingan.
“Saya ingin memastikan kenyamanan bersama,” ujar Iwan Saktiadi.
“Saat ini, kami mematuhi ketentuan dari PSSI terkait suporter tim tandang, yang berarti suporter tamu tidak diperbolehkan hadir di Manahan. Jika aturan ini dilanggar, dengan segala hormat kami akan menegakkan aturan tersebut dengan mengeluarkan mereka atau mencegah masuk ke dalam stadion. Kami mohon kerjasamanya untuk saling menjaga kekondusifan bersama."
Dengan persiapan yang matang dan komitmen dari semua pihak, diharapkan laga Derby Jateng antara PERSIS dan PSIS dapat berjalan lancar dan aman, memberikan hiburan yang positif bagi seluruh pecinta sepak bola.