Jateng

Persiraja Banda Aceh Kena Denda Komdis PSSI, Berikut Rincian Hukumannya

Afri Rismoko | 11 Maret 2024, 18:55 WIB
Persiraja Banda Aceh Kena Denda Komdis PSSI, Berikut Rincian Hukumannya

AKURAT.CO, – Persiraja Banda Aceh, salah satu kontestan di Pegadaian Liga 2 musim 2023/2024, menerima beberapa sanksi berat dari Komite Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyusul rangkaian insiden dalam pertandingan melawan Malut United FC pada tanggal 5 Maret 2024.

Insiden-insiden tersebut mencakup masuknya penonton ke dalam area lapangan, kegagalan dalam memberikan keamanan, serta perilaku tidak sportif dari para pemain yang mendapatkan kartu kuning.

Rincian Insiden dan Hukuman untuk Persiraja Banda Aceh

  1. Invasi Penonton ke Lapangan: 

    Persiraja Banda Aceh didenda sebesar Rp. 25.000.000,- akibat kegagalan mencegah penonton memasuki area lapangan pertandingan.

    Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keamanan dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.

  2. Kegagalan Menyediakan Keamanan:

    Lebih lanjut, klub dihukum dengan larangan menyelenggarakan pertandingan dengan kehadiran penonton selama satu pertandingan ketika berstatus sebagai tuan rumah.

    Hukuman ini diberikan bersamaan dengan denda Rp. 10.000.000,-, menunjukkan kegagalan klub dalam menyediakan kemanan dan kenyamanan yang memadai untuk perangkat pertandingan.

  3. Perilaku Pemain:

    Tidak hanya masalah keamanan, Persiraja Banda Aceh juga mendapat denda Rp. 25.000.000,- terkait perilaku tidak sportif pemainnya, dimana lima pemain mendapatkan kartu kuning selama pertandingan.

    Insiden ini mencerminkan masalah disiplin yang serius dalam tim.

Sanksi-sanksi ini tidak hanya berdampak finansial bagi klub, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang standar keamanan dan disiplin tim.

Persiraja Banda Aceh diharapkan untuk segera melakukan evaluasi internal dan meningkatkan standar keamanan serta disiplin pemain untuk menghindari sanksi lebih lanjut di masa depan.

PSSI melalui keputusan ini menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keamanan, kenyamanan, dan sportivitas dalam sepak bola Indonesia.

Insiden semacam ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua klub untuk memperkuat keamanan pertandingan dan meningkatkan disiplin pemain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A