Jateng

Sudarmono dan Rizky S.: Suara-suara Penonton PSIS atas Hukuman dan Insiden Ricuh

Afri Rismoko | 7 Desember 2023, 12:45 WIB
Sudarmono dan Rizky S.: Suara-suara Penonton PSIS atas Hukuman dan Insiden Ricuh

AKURAT.CO, Penggemar PSIS menyayangkan sanksi PSIS yang dijatuhkan kepada tim kebanggaan Kota Semarang itu. PSIS terancam menjalani pertandingan sisa akhir musim tanpa penonton.

Sudarmono, seorang penonton setia PSIS Semarang, mengungkapkan rasa kecewanya atas hukuman yang harus diterima tim kesayangannya. Hukuman ini dijatuhkan sebagai akibat dari tindakan salah satu suporter.

“Sangat disayangkan sekali , karena PSIS saat ini lagi bagus-bagusnya," katanya, Kamis (7/12/2023).

Baca Juga: PSIS Semarang Dihukum Bermain Tanpa Penonton dan Denda Jutaan Rupiah Pasca Keributan

Komentar ini mencerminkan rasa frustrasi yang dirasakan oleh banyak penggemar, melihat tim yang sedang berada di papan atas Liga 1 yang performanya harus terhambat karena kesalahan individu.

Sudarmono menyatakan harapannya agar manajemen PSIS mengambil tindakan.

“Semoga manajemen melakukan upaya banding atas keputusan Komdis,” ujarnya.

Kekhawatiran Sudarmono juga terkait dengan dampak jangka panjang hukuman ini terhadap klub. Ia berharap yang terbaik bagi tim.

Baca Juga: Empat Orang Luka dalam Kericuhan Laga PSIS Vs PSS di Stadion Jatidiri

“Karena jujur bagi pecinta PSIS ini sangat berat.”

Sementara itu, Rizky S., seorang penonton setia PSIS, menyampaikan komentarnya tentang serangkaian insiden yang terjadi dalam laga PSIS melawan PSS yang berakhir ricuh.

Rizky, yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, menyoroti beberapa kegagalan kritis, terutama dalam manajemen tiket dan keamanan stadion.

Menurutnya, ada kesalahan serius pada sistem penjualan tiket online yang memungkinkan para pendukung Sleman membeli tiket, meskipun ada aturan yang jelas bahwa pendukung tim tamu tidak diizinkan hadir.

Lebih lanjut, Rizky mengkritik kurangnya upaya penghadangan oleh panitia penyelenggara (panpel) saat pendukung Sleman memasuki area stadion.

Dengan menggunakan armada bus yang besar, mereka berhasil memasuki stadion tanpa hambatan, sebuah pelanggaran nyata terhadap protokol keamanan stadion.

Yang paling mengkhawatirkan, menurut Rizky, adalah insiden bentrokan yang dimulai oleh pendukung Sleman.

"Mereka, pertama-tama melangkah ke tribun VVIP dan kemudian bergerak mendekati tribun SNEX, memicu ketegangan dan kekacauan," katanya.

Rizky,menyerukan tindakan tegas dan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden ini. Dia menekankan bahwa sanksi yang adekuat dan perbaikan sistem keamanan stadion sangat penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, demi menjaga integritas olahraga dan keamanan semua penonton.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A