Jateng

Dua Pukulan Telak Bagi Persebaya Jelang Laga Lawan Persita, Paul Munster Tetap Optimis Raih Tiga Poin

Arixc Ardana | 21 Februari 2024, 18:41 WIB
Dua Pukulan Telak Bagi Persebaya Jelang Laga Lawan Persita, Paul Munster Tetap Optimis Raih Tiga Poin

AKURAT.CO, Dua Pukulan Telak Bagi Persebaya Jelang Laga Lawan Persita, Paul Munster Tetap Optimis Raih Tiga Poin

Jelang laga melawan Persita Tangerang, Persebaya Surabaya mendapat dua pukulan telak dari Komite Disiplin - Komdis PSSI

Meski demikian pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster tetap optimis raih tiga poin di pekan ke-25 Liga 1 2023/2024 saat menghadapi Persita Tangerang

Baca Juga: Osas Saha Buka Rahasia Pemain PSBS Biak, Tetap Bugar usai Tempuh Perjalanan Berjam-jam Tangerang - Langsa Aceh

Jelang laga vs Persita Tangerang, Persebaya mendapat kabar buruk dari hasil sidang Komite Disiplin PSSI, per tanggal 12 Februari 2024

Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Presisi Indonesia FC pada tanggal 4 Februari 2024 dalam kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 menjadi sorotan setelah beberapa insiden terjadi di lapangan.

Akibatnya, pemain Persebaya Reva Adi Utama yang terlibat dalam insiden dengan pemain Bhayangkara FC, Sani Rizki Fauzi,mendapat sanksi dari Komdis PSSI

Dalam pertandingan tersebut, Reva Adi Utama dinilai melakukan tindakan kasar yang melanggar aturan, sehingga mendapatkan kartu merah langsung dari wasit.

Hukuman yang diberikan kepadanya dari Komdis PSSI berupa larangan bermain selama 2 pertandingan dan denda sebesar Rp. 10 juta

Selain mendapatkan kartu merah langsung, Reva Adi Utama juga melanggar aturan dengan memasuki area lapangan permainan, sambil masih mengenakan jersey yang sama. 

Ini dianggap sebagai pelanggaran tambahan yang berujung pada teguran keras, beruntung teguran tersebut tidak diikuti dengan hukuman denda.

 

Tidak hanya pemain Persebaya, Sani Rizki Fauzi , yang merupakan pemain Tim Bhayangkara Presisi Indonesia FC, jug tak luput dari sanksi

Sani dinilai melakukan tindakan kasar yang melampaui batas dengan menggunakan tubuhnya secara berlebihan, yang berujung pada pemberian kartu merah langsung.

Konsekuensinya, Sani Rizki Fauzi dijatuhi hukuman larangan bermain selama 2 pertandingan dan didenda sebesar Rp. 10 juta

Tim Persebaya Surabaya 

Selain insiden-individu, tim Persebaya Surabaya juga terkena denda karena beberapa pemainnya mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan tersebut.

Sebanyak 5 orang pemain dari tim ini mendapat kartu kuning, yang mengakibatkan denda sejumlah Rp. 50.000.000,-.

 

Disisi lain terlepas dari keputusan Komdis PSSI, pelatih Persebaya Paul Munster, menyatakan optimisme tinggi bahwa timnya dapat mempertahankan tren positif dengan meraih kemenangan serta menjaga keunggulan tanpa kebobolan.

Menurutnya, kondisi tim saat ini baik secara taktikal, fisik, dan mental setelah berhasil mengakhiri masa paceklik kemenangan dalam 10 pertandingan terakhir.

Selain itu, catatan pertemuan sebelumnya antara kedua tim juga memberikan dorongan semangat bagi Persebaya.

Dalam dua pertemuan terakhir, Persebaya tidak pernah kalah dengan satu kali imbang dan satu kali menang dengan skor telak 0-5.

Namun, Paul Munster juga mengingatkan bahwa Persita Tangerang sedang dalam kondisi sulit setelah mengalami dua kekalahan beruntun dengan skor telak dalam pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Indonesia FC (3-0) dan PSM Makassar (4-0).

Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya untuk tidak meremehkan lawan yang memiliki misi bangkit.

Menanggapi pertandingan tandang, Paul Munster menyatakan bahwa meskipun timnya harus bermain di luar kandang, mentalitas mereka tetap sama seperti saat bermain di rumah.

Namun, ia sadar bahwa Persita Tangerang akan mendapat dukungan langsung dari suporter mereka di kandang sendiri, yang dapat meningkatkan motivasi tim tuan rumah.

"Saya tahu Persita, mereka kuat saat bermain di kandang. Jadi saya yakin mereka akan menyiapkan taktik yang sama untuk kami," ujar Paul Munster. "Kami tidak bisa meremehkan mereka karena mereka lebih kuat di kandang daripada saat bermain tandang."

Dengan kata lain, Persebaya Surabaya tetap waspada meskipun diunggulkan dalam pertandingan tersebut.

Mereka bertekad untuk memberikan yang terbaik di lapangan dan meraih hasil positif di BRI Liga 1 2023/24.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.