Jateng

BMKG Perkirakan Musim Hujan Jawa Tengah Dimulai November 2026

Muhammad Husni Mushonifi | 30 September 2026, 20:05 WIB
BMKG Perkirakan Musim Hujan Jawa Tengah Dimulai November 2026

JATENG.AKURAT.CO, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan di Jawa Tengah mulai berlangsung pada November 2026. Awal musim hujan periode 2026–2027 tersebut diprediksi mengalami keterlambatan dibandingkan kondisi normal akibat pengaruh El Nino yang kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Madya Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Zauyik Nana Ruslana, menyampaikan bahwa kondisi iklim global saat ini masih dipengaruhi El Nino kuat dengan indeks positif 2,63. Fenomena tersebut diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

Di sisi lain, IOD yang sebelumnya berada dalam kondisi netral selama periode Juni hingga September, mulai menunjukkan kecenderungan positif pada September 2026. Kondisi tersebut diperkirakan terus berlangsung hingga penghujung tahun.

Zauyik mengatakan, sekitar 58 persen wilayah Jawa Tengah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers mengenai awal musim hujan yang digelar Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).

Dari total wilayah tersebut, sekitar enam persen diperkirakan mengalami awal musim hujan pada dasarian pertama November. Daerah yang termasuk dalam periode tersebut antara lain Kabupaten Wonosobo, sebagian wilayah Banjarnegara, sebagian kecil Temanggung, serta Purbalingga, Tegal, Brebes, dan Banyumas.

Sementara itu, wilayah yang diperkirakan paling lambat memasuki musim hujan baru akan mengalaminya pada dasarian kedua Desember atau sekitar pertengahan Desember. Luas wilayahnya diperkirakan sekitar enam persen dari wilayah Jawa Tengah, mencakup sebagian besar Kabupaten Jepara, sebagian Rembang, serta sebagian kecil Demak, Pati, dan Wonogiri.

BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan terjadi secara bertahap pada Januari hingga Maret 2027. Pada Januari, sebanyak 24 Zona Musim (Zom) atau sekitar 40 persen wilayah Jawa Tengah diprediksi mencapai puncak musim hujan. Selanjutnya, 22 Zom diperkirakan mengalami puncak pada Februari dan delapan Zom pada Maret.

Menurut Zauyik, keterlambatan awal musim hujan tersebut berkaitan dengan periode kemarau yang lebih panjang serta pengaruh anomali iklim berupa El Nino yang sangat kuat dan IOD positif.

Sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan mengalami keterlambatan awal musim hujan lebih dari satu bulan atau sekitar tiga dasarian dibandingkan kondisi normal. Secara keseluruhan, musim hujan 2026–2027 diperkirakan berlangsung selama lima hingga enam bulan.

Menghadapi datangnya musim hujan, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Potensi bencana hidrometeorologis, khususnya pada periode peralihan musim atau pancaroba, perlu menjadi perhatian.

Sektor pertanian juga diminta mengantisipasi kemungkinan banjir serta memastikan saluran irigasi dalam kondisi bersih dan berfungsi dengan baik.

Zauyik mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir bandang, tanah longsor, dan puting beliung selama masa pancaroba. Jika musim hujan diperkirakan dimulai pada November, masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan diprediksi berlangsung mulai pertengahan Oktober.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.