Trans Semarang Mulai Tinggalkan Pembayaran Tunai, Bus Listrik Koridor 1 Jadi Uji Coba
JATENG.AKURAT.CO, Sistem pembayaran tiket Trans Semarang secara bertahap akan beralih dari tunai ke nontunai. Pemerintah Kota Semarang menargetkan seluruh transaksi tiket menggunakan sistem nontunai mulai 2027.
Bus listrik Koridor 1 dengan rute Terminal Mangkang–Penggaron akan menjadi percontohan awal penerapan sistem tersebut. Uji coba dijadwalkan mulai Oktober 2026.
Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan perubahan sistem pembayaran dilakukan sebagai bagian dari pembenahan layanan transportasi sekaligus untuk menekan potensi kebocoran dalam transaksi tunai.
Menurut Haris, pembayaran secara tunai masih memiliki sejumlah celah yang dapat memunculkan kesalahan maupun potensi kecurangan dalam proses transaksi di lapangan.
“Dengan metode nontunai ini, kita bisa meminimalisasi serta mengurangi potensi kecurangan maupun human error oleh petugas di lapangan,” kata Haris, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan, penerapan transaksi nontunai secara penuh merupakan arahan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. Namun, proses menuju penerapan menyeluruh akan dilakukan secara bertahap agar masyarakat dapat beradaptasi.
Koridor 1 Jadi Percontohan
Koridor 1 dipilih sebagai lokasi awal karena melayani salah satu jalur dengan mobilitas penumpang yang cukup tinggi, yakni rute Terminal Mangkang–Penggaron.
Pada tahap awal, penumpang akan diperkenalkan dengan mekanisme pembayaran nontunai sebelum sistem tersebut diterapkan secara penuh di seluruh layanan Trans Semarang.
Haris mengatakan sosialisasi menjadi bagian penting dalam masa transisi tersebut. Pemerintah tidak ingin perubahan sistem pembayaran justru menyulitkan masyarakat yang selama ini terbiasa menggunakan uang tunai.
Terlebih, tidak seluruh pengguna transportasi umum memiliki kemampuan atau kebiasaan melakukan transaksi secara digital.
Lansia Akan Mendapat Pendampingan
Kelompok lanjut usia menjadi salah satu perhatian dalam penerapan pembayaran nontunai. Trans Semarang menyiapkan petugas untuk membantu penumpang yang mengalami kesulitan menggunakan metode pembayaran baru.
“Kita nanti sosialisasi dulu, mungkin bagi lansia akan kita bantu dengan petugas yang dibekali tap cash,” ujar Haris.
Pendampingan tersebut diharapkan membuat proses peralihan berjalan lebih lancar tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan transportasi umum.
Dengan demikian, penumpang yang belum terbiasa menggunakan transaksi digital tetap dapat memperoleh bantuan selama masa penerapan sistem baru.
Halte Koridor 1 Ikut Disesuaikan
Perubahan layanan tidak hanya menyangkut sistem pembayaran. Persiapan pengoperasian bus listrik di Koridor 1 juga diikuti pembenahan sejumlah halte.
Dinas Perhubungan Kota Semarang melakukan penyesuaian fasilitas halte karena bus listrik yang digunakan memiliki desain low deck. Penyesuaian dilakukan untuk mempermudah akses penumpang ketika naik maupun turun dari bus.
Haris mengatakan pembenahan tersebut juga ditujukan agar fasilitas transportasi umum dapat digunakan secara lebih nyaman oleh berbagai kelompok masyarakat.
“Kita juga lakukan penyesuaian di halte, karena bus listrik ini tipenya low deck, sehingga perlu disesuaikan agar ramah bagi semua pengguna,” katanya.
Bukan untuk Meningkatkan PAD
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menegaskan perubahan sistem pembayaran tiket Trans Semarang tidak berkaitan dengan upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Danang, kebijakan tersebut lebih diarahkan pada pembentukan kebiasaan baru masyarakat sekaligus pembenahan sistem pelayanan transportasi umum.
“Terkait dengan sistem pembayaran itu tidak ada kaitannya dengan PAD. Ini hanya mengubah kebiasaan masyarakat yang biasanya menggunakan uang tunai menjadi nontunai,” ujar Danang.
Dengan tahapan tersebut, Trans Semarang akan mulai memasuki masa transisi menuju sistem pembayaran digital. Uji coba pada bus listrik Koridor 1 diharapkan menjadi langkah awal sebelum transaksi nontunai diterapkan secara menyeluruh pada seluruh layanan Trans Semarang pada 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1UPDATE Skor LIVE SCORE! Indonesia vs Singapura, Cek Hasil Babak Pertama Kedua Full Time di FIFA ASEAN Cup 2026, Malam Ini!
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 4Hari Ini Malam Jumat Apa? Kamis 24 September 2026 Apakah Malam Jumat Kliwon? Cek Amalan Lengkap Malam Jumat
- 5RedMagic 12 Pro Series Resmi Meluncur Oktober 2026, Ini Bocoran Spesifikasinya
- 6Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 72026 Hampir Usai, Harga HP Terus Naik: Beli Sekarang atau Tunggu 2027?
- 8Jadi Cabor Unggulan di Porprov Jateng 2026, Barongsai Kota Semarang Diharapkan Sapu Bersih Medali
- 9Tiga Warga Gombel Lama Jalani Klarifikasi Polisi, Buntut Laporan Kerusakan Rumah Terkait Proyek Pakuwon Mall
- 10Barista Obsidian Raih Champion Delifru Drink Expert Regional Semarang 2026



