Tantangan Ecotheology Warnai Semifinal MKTIQ, 12 Kafilah Adu Gagasan Lingkungan
JATENG.AKURAT.CO, Persoalan lingkungan menjadi tantangan utama bagi 12 peserta yang berhasil melaju ke babak semifinal Majelis Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (MKTIQ) pada Rabu (16/9/2026).
Berlangsung di Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah, semifinal MKTIQ mempertemukan perwakilan dari delapan provinsi untuk mengembangkan gagasan ilmiah bertema Ecotheology atau keterkaitan nilai-nilai keagamaan dengan persoalan lingkungan.
Tema tersebut mengharuskan para kafilah menghubungkan permasalahan ekologis yang terjadi di masyarakat dengan pesan dan nilai yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an.
Bagi Fathassururi, kafilah asal Aceh, tantangan terbesar bukan sekadar memahami isu lingkungan, tetapi menentukan persoalan yang paling relevan untuk diangkat menjadi sebuah gagasan.
"Saya pribadi tantangannya itu menentukan permasalahan yang harus kita selesaikan saat ini, karena dengan begitu banyak kasus yang ada, gagasan seperti apa yang harus saya berikan," ujar satu-satunya wakil Aceh tersebut.
Meski menghadapi tantangan dalam menentukan fokus gagasan, Fatha tetap menyambut positif keikutsertaannya di babak semifinal. Terlebih, pencapaian tersebut menjadi sejarah tersendiri bagi kafilah Aceh karena untuk pertama kalinya berhasil menembus babak semifinal.
"Saya sangat bersyukur, dan insyaallah semoga nanti memperoleh hasil terbaik," harapnya.
Pengalaman berbeda disampaikan Silvani Rizki Amalia, peserta dari Banten. Kesibukan menyelesaikan pendidikan doktoral membuat waktu persiapannya menghadapi kompetisi relatif terbatas.
Namun, tema Ecotheology justru memberikan keuntungan tersendiri bagi Silvani. Materi yang diujikan dinilainya selaras dengan bidang yang selama ini dipelajarinya.
"Ini tema yang saya banget. Di ecotheology, ketika kita menjelaskan suatu problematika atau paradoks, sudah terbayang mau angkat apa. Yang sulit justru babak penyisihan dengan tema kerukunan, karena bukan bidang saya," urainya.
Selain tantangan dalam menyusun gagasan, pengalaman selama mengikuti rangkaian perlombaan juga mendapat apresiasi dari kedua peserta. Fatha dan Silvani menilai panitia memberikan pelayanan yang baik, mulai dari akomodasi, penyediaan materi hingga konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Penanggung jawab Majelis KTIQ, Rondiyah, menjelaskan bahwa 12 peserta yang bertarung di semifinal merupakan perwakilan dari delapan provinsi. Mereka berasal dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Banten.
Pada semifinal, peserta mendapatkan waktu delapan jam untuk menyelesaikan karya, lebih singkat dibandingkan babak penyisihan yang memberikan waktu sembilan jam.
Setelah proses perlombaan selesai, karya para peserta akan memasuki tahap penjurian pada Kamis (17/9/2026). Selanjutnya, peserta yang lolos akan bertanding di babak final pada Jumat (18/9/2026).
"Ada 12 peserta, masing-masing enam putra dan enam putri. Adapun tema yang diambil Ecotheology, yang mengangkat keterkaitan Al-Qur'an dengan lingkungan serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat," pungkas Rondiyah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Terungkap! Ini 5 Fakta Terbaru Kapal Virgo Transport 8 Sebelum Tenggelam
- 2Kronologi dan Penyebab Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam, Diduga Dihantam Ombak Cuaca Buruk
- 3Siapa Suahasil Nazara Pengganti Purbaya? Sosok yang Dipercaya Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Cek Profil Instagram Kekayaan
- 4FAR Adukan Dugaan Suap Perizinan Pakuwon Mall Gombel Lama ke KPK, 19 Rumah Warga Rusak Disorot
- 5Rabu 16 September 2026 Dipercaya Hari Baik untuk Hajatan? Ini Kata Primbon Jawa dan Kalender Bali
- 6UPDATE! Nakhoda dan 15 Penumpang KMP Virgo Tenggelam Ditemukan Selamat, Dievakuasi MT Mauhau
- 7Sekam Padi dan Tongkol Jagung Tak Lagi Terbuang, Tim Ekspedisi Patriot Undip Sulap Jadi Biochar di Papua
- 8Selasa Kliwon 15 September 2026: Hari Baik Pindah Rumah atau Justru Pantangan?
- 9Cek Hari Baik Pernikahan: 15 September 2026 Termasuk Hari Buruk Menurut Weton Jawa
- 10GP Ansor Jateng Desak Aparat Berantas Galian C Ilegal, Narkoba, dan Judol


