Jateng

Panen Sayur, Panen Rezeki: Potret Sinergi Hijau PLN bersama Gapoktani dan KWT Desa Sumberejo

Muhammad Husni Mushonifi | 24 April 2026, 17:31 WIB
Panen Sayur, Panen Rezeki: Potret Sinergi Hijau PLN bersama Gapoktani dan KWT Desa Sumberejo

JATENG.AKURAT.CO, Geliat kesibukan sudah terasa sejak matahari baru saja mengintip di ufuk timur Desa Sumberejo. Tangan-tangan terampil ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) tampak cekatan menyortir, menimbang, dan mengemas aneka sayuran segar. 

Pemandangan ini kini menjadi rutinitas baru yang tak hanya membawa senyum, tetapi juga tambahan pundi-pundi rupiah bagi keluarga mereka.

Transformasi di Desa Sumberejo ini bermula dari langkah kecil yang diinisiasi lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO). 

Melalui pendampingan yang intensif, PLN tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga merajut harapan baru bagi kemandirian ekonomi desa.

Kini, ibu-ibu KWT di desa tersebut tak lagi sekadar mengurus rumah tangga. Mereka telah bertransformasi menjadi pahlawan ekonomi keluarga. 

Setiap harinya, mereka mampu memproduksi dan mengemas hingga 50 kilogram bahan sayur berkualitas. Sayuran yang telah dikemas rapi ini kemudian didistribusikan untuk memenuhi permintaan di 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Alhamdulillah, sejak ada pelatihan dan pendampingan, kami jadi tahu cara mengemas sayur yang disukai pasar. Sekarang tiap hari ada saja pemasukan buat tambah-tambah uang belanja dan sekolah anak," ujar Dhani, salah satu anggota KWT dengan raut wajah bangga, Kamis (23/4/2026).

Cerita manis ini tak hanya milik kaum ibu. Para bapak yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktani) pun merasakan berkah yang sama. Jika dulu sisa-sisa panen seringkali hanya menumpuk dan menjadi tumpukan sampah yang mengganggu, kini ceritanya jauh berbeda.

Lewat pelatihan pengolahan sampah yang diberikan dalam program TJSL ini, para petani belajar menyulap sampah organik sisa panen menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi. Pupuk buatan sendiri ini kemudian dimanfaatkan sebagai booster untuk tanaman mereka. 

Hasilnya sungguh luar biasa; bukan hanya sampah organik desa yang berhasil turun drastis hingga 40 persen, tetapi hasil panen sayuran mereka juga melonjak naik sebesar 20 persen.

Ketua Gapoktani Desa Sumberejo, Siyono, mengatakan kualitas sayuran yang ditanam dengan pupuk kompos alami ini terbukti lebih unggul. Daunnya lebih segar dan ukurannya lebih maksimal. Kualitas yang semakin baik ini menciptakan sebuah ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

"Alhamdulilah hasil bekas sampah panen bisa kita gunakan lagi dan malah buat hasil panen jadi lebih banyak" ujar Siyono

General Manager PLN PUSMANPRO, Aan Ridhoana Fitriaji, menyampaikan bahwa melihat senyum dan kemandirian warga Desa Sumberejo adalah tujuan utama dari program ini.

"Kami ingin kehadiran PLN memberikan makna yang lebih luas. Listrik memang menerangi desa, tapi program pemberdayaan seperti ini yang akan menerangi masa depan masyarakatnya. Dengan mengolah sampah menjadi kompos dan meningkatkan nilai jual sayuran, warga Desa Sumberejo telah membuktikan bahwa ekonomi sirkular itu sangat mungkin diterapkan dan membawa berkah," tuturnya.

Desa Sumberejo kini bernapas dengan semangat baru. Dari tumpukan sisa panen yang dulunya tak bernilai, kini lahir sayuran segar yang menghidupi. 

Kolaborasi apik antara Gapoktani, KWT, dan pendampingan berkelanjutan ini menjadi bukti nyata: ketika alam dirawat dan potensi masyarakat diberdayakan, kesejahteraan bukanlah sekadar angan-angan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.