Menjelang Idul Fitri, DPRD Jateng Minta Pengawasan Pangan Diperketat

JATENG.AKURAT.CO, Menjelang perayaan Idulfitri, pemerintah daerah di Jawa Tengah diminta meningkatkan pengawasan terhadap keamanan pangan yang beredar di masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi risiko kesehatan akibat meningkatnya peredaran berbagai produk makanan selama momen hari raya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menegaskan bahwa pengawasan pangan perlu diperketat karena permintaan dan distribusi bahan makanan biasanya melonjak menjelang Idulfitri. Kondisi tersebut membuka peluang bagi beredarnya produk pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
“Semakin dekat Idulfitri, kebutuhan dan peredaran pangan di masyarakat tentu meningkat. Karena itu, keamanan pangan harus benar-benar terjaga,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Kakung itu menyampaikan peringatan tersebut setelah adanya temuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang baru saja menarik lebih dari 56.000 produk pangan olahan dari peredaran di sejumlah daerah di Indonesia. Produk-produk tersebut dinilai tidak layak karena tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Menurut Kakung, temuan tersebut menjadi peringatan bagi daerah, termasuk Jawa Tengah, untuk meningkatkan langkah antisipasi melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi pangan.
“Dari kasus ini, Jawa Tengah tentu juga harus melakukan berbagai antisipasi, termasuk tentunya pengawasan,” kata politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
Ia mengapresiasi langkah tegas BPOM dalam menindak puluhan ribu produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). Menurutnya, tindakan tersebut sangat penting untuk mencegah dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Kakung menjelaskan bahwa produk pangan yang tidak memenuhi standar berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari keluhan ringan hingga keracunan makanan jika sampai dikonsumsi oleh masyarakat.
“Sebab jika produk tersebut sampai dikonsumsi, tentu berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan hingga keracunan pangan,” jelas legislator dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap itu.
Lebih lanjut, ia menilai pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat ritel, tetapi perlu difokuskan pada rantai distribusi di hulu. Dengan pengawasan sejak awal distribusi, potensi peredaran produk bermasalah ke pasar yang lebih luas dapat dicegah.
Selain pengawasan, Kakung juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan aktif memberikan sosialisasi agar konsumen lebih teliti saat membeli produk pangan, sementara pedagang lebih berhati-hati dalam memilih barang yang dijual.
“Masyarakat kita ajak untuk lebih teliti saat membeli pangan. Begitu juga para pedagang, untuk lebih waspada terhadap pangan-pangan yang diperjualbelikan,” tegasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran semua pihak, diharapkan keamanan pangan selama periode menjelang Idulfitri dapat tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan sehat. ADV
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemuda dan Mahasiswa Jateng Didorong Perkuat Gerakan Antikorupsi, Alumni Kelas Antikorupsi Mulai Jalankan Rencana Aksi
- 2PT Pandawa LED Indonesia Buka Lowongan Admin Support di Semarang, Fresh Graduate Bisa Melamar!
- 3Infinix SMART 20e Segera Masuk Indonesia, Bawa Baterai 6.000mAh dan Layar 120Hz
- 4Kolaborasi Pegadaian dan BCA Digital Hadirkan Investasi Emas Mulai Rp10.000 via Aplikasi blu
- 5Kebakaran Lahan Balekambang Malam Hari, BAGANA Bergerak Cepat Bersama Warga dan Aparat Padamkan Api
- 6Sesa Creative Buka Lowongan Social Media Specialist, Content Creator, dan Graphic Designer di Semarang
- 7Rekomendasi Kabel Charger Pihak Ketiga Terbaik 2026: Bersertifikat, Awet, dan Terjangkau
- 8Atria Hotel Magelang Tunjukkan Kesiapan Gelar Acara Skala Besar, 1.500 Peserta Sosialisasi Jaminan Sosial Hadir
- 9Stunting Semarang Turun Jadi 4,49 Persen, Dinkes Perkuat Intervensi hingga Program MBG
- 10Bocoran iPhone 20 Pro: Layar Lebih Besar dan Desain Borderless






