Banyumas Dilanda 44 Bencana dalam Semalam, Puluhan Rumah Rusak, Dua Warga Dilarikan ke RS

JATENG.AKURAT.CO, Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Banyumas pada Rabu (4/3) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat setidaknya ada 44 titik bencana yang tersebar di berbagai kecamatan hanya dalam waktu satu malam.
Rentetan peristiwa alam ini mengakibatkan puluhan rumah rusak, fasilitas pendidikan terdampak, hingga jatuhnya korban luka akibat tertimpa pohon tumbang.
Kronologi dan Korban Luka di Desa Linggasari
Insiden memilukan terjadi di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran. Dua orang warga, yakni Supit (52) dan Henry (56), dilaporkan terluka setelah tertimpa pohon tumbang saat sedang melintas di jalan.
Berdasarkan laporan, Supit mengalami luka ringan, sedangkan Henry mengeluhkan nyeri hebat di area dada.
Saat ini, kedua korban tengah mendapatkan perawatan intensif di RS Sinar Kasih.
Daftar Kerusakan: Kedungbanteng Jadi Wilayah Terparah
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengungkapkan bahwa mayoritas bencana yang terjadi adalah pohon tumbang dan kerusakan atap bangunan akibat angin puting beliung.
"Data sementara hingga pukul 21.27 WIB mencatat 44 kejadian. Sebanyak 32 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda," jelas Abdul Ladjis, Kamis (5/3).
Ia mengungkapkan, beberapa wilayah yang terdampak cukup parah antara lain di Kecamatan Kedungbanteng yang menjadi titik terdampak paling luas dengan 12 rumah rusak di Desa Kutaliman, Dawuhan Kulon, Baseh, Kalikesur, hingga Windujaya.
Kemudian ada di Kecamatan Lumbir, yakni tujuh rumah warga dan satu unit kios pupuk (UD Tani Jaya Makmur) mengalami kerusakan.
Bahkan, rumah warga bernama Hadi di Desa Karanggayam tertimpa empat pohon jati sekaligus.
Sementara itu, di Kecamatan Cilongok kerusakan melanda fasilitas publik, termasuk atap SMP Negeri 2 Cilongok dan gangguan jaringan listrik di Desa Langgongsari akibat pohon tumbang.
Akses Jalan Nasional Sempat Lumpuh
Selain pemukiman, infrastruktur jalan juga sempat terganggu. Di jalur utama Nasional Wangon–Lumbir–Karangpucung, tepatnya di Desa Cidora dan Karanggayam, pohon tumbang sempat menutup total akses lalu lintas.
Namun, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dibantu lintas sektor segera melakukan evakuasi sehingga jalan kembali bisa dilalui.
Berbeda dengan wilayah barat dan tengah, wilayah Banyumas bagian timur dilaporkan relatif aman dan kondusif tanpa ada laporan bencana yang signifikan.
Waspada! Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 7 Maret
BPBD Banyumas mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi cuaca ekstrem yang memicu hujan angin masih akan berlangsung setidaknya hingga 7 Maret 2026.
"Tim Pusdalops-PB dan TRC masih terus bekerja di lapangan untuk melakukan kaji cepat dan pembersihan material. Kami meminta warga menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan angin dan segera melapor jika ada potensi bahaya di lingkungan sekitar," tutup Abdul Ladjis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Live Score PSMS Medan vs Persiraja: Ayam Kinantan Mengamuk, Javier Siverio Borong 4 Gol!
- 2Gak Perlu Modal! 10 Game di Play Store Ini Bisa Kasih Saldo DANA Tiap Hari, Ada yang Rp100 Ribu
- 3Semarang Berpuisi Bakal Merambah TBRS dan Kota Lama, Pemkot Perluas Ruang Ekspresi Seniman
- 4Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, KAI Minta Pelanggan Cek Jadwal Baru
- 5Review Jujur ISUL: Cair ke DANA Tanpa Deposit, Tapi Iklannya Bikin Emosi
- 6Ekosistem Pendidikan Sehat Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 7Review Jujur MaGer: Benarkah Bisa Cair ke DANA Tanpa Deposit Sepeser Pun?
- 8Turunan Panjang di KM 39 Bikin Lutut Nyeri? Ini 5 Cara Mencegahnya Sebelum Borobudur Marathon 2026
- 9Ijazah Asli Pak Jokowi Dikeluarkan di Ruang Sidang, Pengunjung Tepuk Tangan, Roy Suryo Malah Tertawa
- 1015 Calon Anggota KI Jateng Lolos Tes Wawancara, Lanjut Fit and Proper Test di DPRD








