Jateng

Konvoi Bawa Sajam, 7 Remaja Bercelurit Diamankan Polisi

Dody H | 9 Februari 2026, 06:05 WIB
Konvoi Bawa Sajam, 7 Remaja Bercelurit Diamankan Polisi

JATENG.AKURAT.CO, Aksi tawuran yang akan dilakukan antarkelompok remaja berhasil dicegah oleh aparat kepolisian di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, pada Minggu (8/2) dini hari.

Sebanyak tujuh remaja diamankan saat diduga sedang dalam perjalanan untuk bertemu kelompok lain dengan membawa senjata tajam.

Kegiatan tersebut terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 02.45 WIB.

Warga menyampaikan kekhawatiran melihat sekelompok pengendara sepeda motor berkonvoi dan diduga membawa senjata tajam di kawasan Desa Buayan.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, bahwa petugas Polsek Buayan bersama warga segera mengambil tindakan untuk mengikuti jejak kelompok tersebut.

Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, tepatnya pukul 03.00 WIB, tim gabungan berhasil mengamankan ketujuh orang remaja sebelum terjadi bentrokan fisik.

"Dari keterangan awal yang kami terima, mereka berencana bertemu dengan kelompok lain dari wilayah Sempor untuk melakukan tawuran di perbatasan Kecamatan Rowokele," ujar AKBP Putu saat memberikan keterangan resmi.

Para tersangka diketahui berasal dari Kecamatan Puring. Beberapa di antaranya masih aktif sebagai pelajar tingkat SMP dan SMK, sementara yang lain sudah tidak melanjutkan pendidikan.

Selama proses pengamanan, petugas menyita barang bukti berupa tiga bilah celurit panjang, tiga unit sepeda motor, dan dua buah telepon seluler yang digunakan oleh mereka.

Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani menambahkan bahwa penangkapan dilakukan di depan salah satu sekolah menengah pertama di wilayah Buayan, setelah petugas melakukan penyisiran.

"Kami telah membawa mereka ke Mapolsek Buayan untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam dan mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam proses hukum," jelas Iptu Saebani.

Selain menjalankan proses hukum sesuai peraturan yang berlaku, kepolisian juga akan melakukan langkah pembinaan terhadap para remaja tersebut.

Orang tua, perangkat desa, serta pihak sekolah diundang untuk terlibat dalam upaya pemulihan dan pencegahan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

"Penegakan hukum akan tetap kami lakukan dengan tegas, namun pembinaan menjadi bagian penting dalam menangani kasus yang melibatkan anak muda. Kami berkomitmen untuk melindungi generasi muda dari pengaruh kekerasan yang bisa memberikan dampak buruk bagi masa depan mereka," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
D
Editor
Dody H